ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

PT SGN dan Kementan Dorong Kebangkitan Industri Gula Klaten Lewat Bongkar Ratoon

avatar AM Lukman J
  • URL berhasil dicopy
PT SGN bongkar ratoon di Klaten, dorong peremajaan tanaman tebu untuk mengoptimalkan hasil perkebunan. Foto: Humas SGN
PT SGN bongkar ratoon di Klaten, dorong peremajaan tanaman tebu untuk mengoptimalkan hasil perkebunan. Foto: Humas SGN

KLATEN – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat upaya peningkatan produktivitas tebu di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Melalui Program Bongkar Ratoon, keduanya mendorong peremajaan tanaman tebu untuk mengoptimalkan hasil perkebunan sekaligus membangkitkan kembali kejayaan Klaten sebagai salah satu daerah bersejarah dalam industri pergulaan nasional.

Program tersebut ditandai dengan kegiatan penanaman tebu yang dihadiri Direktur Utama PT SGN Mahmudi bersama Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Heru Tri Widarto dan jajaran, Sabtu (31/10/2026).

Bongkar Ratoon merupakan upaya mengganti tanaman tebu lama yang produktivitasnya menurun dengan tanaman baru yang memiliki potensi hasil lebih baik. Peremajaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi tebu per hektare, memperbaiki kualitas bahan baku, serta mendorong peningkatan rendemen gula.

Direktur Utama PT SGN Mahmudi mengatakan, penguatan sektor hulu menjadi salah satu prioritas perusahaan dalam membangun industri gula nasional yang lebih produktif dan berdaya saing.

Menurutnya, Klaten memiliki potensi besar untuk kembali berkontribusi dalam industri pergulaan. Karena itu, peningkatan produktivitas perlu dilakukan melalui peremajaan tanaman, penggunaan varietas unggul, penguatan kemitraan, serta pendampingan kepada petani.

"Kami melihat Klaten memiliki potensi besar untuk kembali menjadi salah satu kekuatan dalam industri pergulaan. Melalui Program Bongkar Ratoon, PT SGN ingin mendorong peningkatan produktivitas tebu secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan petani dan pemerintah," ujar Mahmudi.

Ia menegaskan, pengembangan industri gula tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi. Perusahaan juga ingin memastikan upaya tersebut memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Mahmudi menambahkan, kualitas bahan baku dari perkebunan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan industri gula. Oleh sebab itu, transformasi pengelolaan perkebunan tebu perlu terus dilakukan melalui penerapan teknik budidaya yang lebih baik dan optimalisasi potensi lahan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Heru Tri Widarto mengungkapkan, Klaten memiliki sejarah panjang dalam perkembangan industri gula Indonesia.

Menurutnya, wilayah tersebut pernah menjadi salah satu pusat produksi gula terbesar di Tanah Air. Pada masa kejayaannya, Klaten memiliki sembilan pabrik gula yang menjadi penopang aktivitas ekonomi dan industri pergulaan di kawasan tersebut.

"Dahulu, di Klaten terdapat sembilan pabrik gula dan wilayah ini pernah menjadi salah satu pusat produksi gula terbesar di Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, kejayaan tersebut perlahan memudar dan kini tidak lagi seperti dahulu," kata Heru.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengembalikan kejayaan industri gula Klaten. Program Bongkar Ratoon dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memperbaiki produktivitas perkebunan melalui peremajaan tanaman dan penguatan peran petani.

"Kami berharap sinergi antara pemerintah, PT SGN, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menjadi momentum kebangkitan industri gula di Klaten," ungkapnya.

Kolaborasi antara PT SGN dan Kementerian Pertanian diharapkan dapat mempercepat pengembangan perkebunan tebu sekaligus memperkuat pasokan bahan baku bagi industri gula. Penguatan sektor hulu juga perlu berjalan beriringan dengan optimalisasi kapasitas pengolahan di pabrik gula agar rantai produksi semakin efisien.

Melalui Program Bongkar Ratoon, PT SGN berupaya membangun kembali ekosistem pergulaan yang melibatkan perusahaan, pemerintah, dan petani. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target swasembada gula nasional.

Editor :

Runtuhnya Rezim Jokowi
Opini   

Runtuhnya Rezim Jokowi

Maka posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden juga tidak sah dan batal demi hukum pula.…