TANGERANG – Pameran industri makanan dan minuman KRISTA InterFOOD 2026 resmi digelar dengan menghadirkan 1.100 peserta dari 16 negara.
Menempati area seluas 60.000 meter persegi di 11 hall, pameran perdagangan internasional ini menjadi ajang bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan bisnis, menjajaki investasi, dan memperkenalkan inovasi produk ke pasar nasional maupun global.
Memasuki penyelenggaraan ke-27, KRISTA InterFOOD 2026 berlangsung pada 28–31 Oktober 2026 di NICE PIK 2, Tangerang.
Pameran yang diselenggarakan Krista Exhibitions tersebut menargetkan 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara, termasuk produsen, distributor, importir, eksportir, retailer, investor, dan pembeli industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B).
Sebanyak 1.100 peserta yang berpartisipasi berasal dari Amerika Serikat, China, Prancis, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Inggris, Vietnam, Malaysia, dan Korea Selatan. Pameran ini juga menghadirkan paviliun nasional Amerika Serikat, China, dan Thailand dengan total 70 peserta.
Kehadiran pelaku industri dari berbagai negara membuka peluang bagi perusahaan lokal untuk menjajaki kerja sama, memperluas akses pasar ekspor, serta memperoleh informasi mengenai perkembangan produk, bahan baku, dan teknologi pengolahan makanan.
Peluang tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I 2026, sedangkan industri makanan dan minuman tumbuh 7,04 persen.
Kinerja sektor tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri, kenaikan produksi beras, serta kuatnya permintaan ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak inti kelapa sawit mentah (crude palm kernel oil/CPKO).
Chief Executive Officer Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan KRISTA InterFOOD 2026 dirancang untuk mempertemukan inovasi dengan peluang bisnis sekaligus memperkuat daya saing industri makanan dan minuman Indonesia.
“KRISTA InterFOOD 2026 kami hadirkan sebagai platform strategis untuk mempertemukan inovasi dan peluang bisnis di industri makanan dan minuman,” ungkap Daud.
Dia optimistis penyelenggaraan tahun ini dapat mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
"Melalui partisipasi pelaku industri nasional dan internasional serta lebih dari 40 program yang mencakup kompetisi berskala internasional, seminar, talkshow, dan business matching, kami mendorong terciptanya kemitraan strategis, perluasan akses pasar, dan peluang investasi berkelanjutan," tambahnya.
Digelar Bersama Pameran Hasil Laut dan Teknologi Rantai Dingin
KRISTA InterFOOD 2026 diselenggarakan bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan ALL Indonesia Cooltech Expo.
Ketiga pameran tersebut saling melengkapi kebutuhan industri, mulai dari pengolahan bahan pangan hingga penyimpanan dan distribusi produk.
Seafood Show Asia Expo menghadirkan peluang bisnis di sektor hasil laut dan produk perikanan. Sementara itu, ALL Indonesia Cooltech Expo menampilkan teknologi pendinginan dan solusi rantai dingin (cold chain) untuk menjaga kualitas serta kesegaran produk.
Kolaborasi ketiga pameran memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mencari pemasok, mengeksplorasi teknologi, dan menjajaki kemitraan yang mendukung efisiensi produksi maupun distribusi.
Dorong Inovasi Produk Pangan dan Pengembangan UMKM
Salah satu program yang dihadirkan adalah Indonesia Food Innovation (IFI) 2026: Intermediate Product Edition. Program Kementerian Perindustrian Republik Indonesia tersebut mendorong peningkatan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) pangan melalui pengembangan produk antara berbasis sumber daya lokal.
Melalui program ini, pelaku IKM memiliki kesempatan memperkenalkan produk kepada distributor, pembeli profesional, investor, dan mitra industri. Pengembangan produk antara juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah bahan pangan nasional serta memperkuat ketahanan pangan.
Selain inovasi produk, KRISTA InterFOOD 2026 menghadirkan kompetisi kuliner internasional melalui La Cuisine Cooking Competition 2026 dan Global Chef Championship 2026.
Berkolaborasi dengan Association of Culinary Professionals Indonesia (ACP Indonesia), La Cuisine Cooking Competition 2026 melibatkan 1.100 chef. Kedua kompetisi tersebut menghadirkan lebih dari 30 kategori, mencakup berbagai bidang masakan tradisional dan internasional.
Ajang ini menjadi ruang bagi chef untuk menunjukkan kreativitas, teknik memasak, serta kompetensi profesional yang dibutuhkan sektor hotel, restoran, katering, dan jasa boga.
Kompetisi Kopi hingga Gelato Internasional
Pengembangan industri kopi turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KRISTA InterFOOD 2026. Bekerja sama dengan Dewan Kopi Indonesia, pameran ini menghadirkan sejumlah kompetisi untuk mendorong peningkatan kualitas dan kreativitas pelaku industri kopi.
Kompetisi tersebut meliputi Krista InterFOOD Roasting Competition (KIROC), Cup Taster Competition, Coffee Signature Competition, dan Manual Brew Competition.
Sementara itu, Gelato World Tour 2026 yang berkolaborasi dengan Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) memberikan ruang bagi perajin gelato untuk mengembangkan resep, mengeksplorasi cita rasa, dan memanfaatkan bahan baku lokal Indonesia.
Kompetisi tersebut juga membuka kesempatan bagi peserta untuk membawa kreasi unggulan menuju tahapan kompetisi internasional sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sektor hospitality, Indonesia Food and Beverage Executive Club (IFBEC) menghadirkan program yang menggabungkan kreativitas, keterampilan, dan wawasan bisnis. Rangkaian kegiatan mencakup The Art of Table Setting: Tropical Elegance - Qualifying, IFBEC MIXCRAFT Final, Table Setting Final - Candle Light Dinner Challenge, serta Hospitality Talk Show bertajuk “Revenue is Vanity, Profit is Reality”.
Hadirkan Seminar Industri dan Business Matching
KRISTA InterFOOD 2026 juga menyediakan program edukasi untuk memperluas wawasan pelaku usaha mengenai pengembangan produk, regulasi, investasi, dan peluang pasar.
Sejumlah agenda yang dihadirkan antara lain seminar GAPMMI mengenai pengetahuan praktis untuk memasarkan produk pangan, Rapat Kerja Nasional IKABOGA dan pelatihan bersertifikasi BNSP, serta seminar APSKI mengenai strategi registrasi suplemen kesehatan.
Ada pula pembahasan peluang pasar rumput laut tropis Indonesia bersama INTROSEA, ASTRULI, dan ARLI, serta peluncuran program KITA (Krista Indonesia Tea Artisan) oleh ARTI.
Dari sisi pengembangan bisnis, agenda business matching mempertemukan peserta pameran dengan calon mitra, distributor, dan pembeli. Program tersebut meliputi pertemuan bisnis IKABOGA dengan peserta pameran, presentasi investasi bersama BKPM dan GAPMMI, serta kegiatan bersama anggota APRINDO dan Thailand Pavilion.
Pameran ini juga menghadirkan talkshow dan business matching bersama Asosiasi Pengusaha Frozen Food Indonesia (APFFI), Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memahami kebutuhan pasar, membangun hubungan dagang, dan menemukan peluang kerja sama baru.
Didukung Pemerintah dan Asosiasi Industri
Penyelenggaraan KRISTA InterFOOD 2026 mendapat dukungan dari sejumlah kementerian, antara lain Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Dukungan juga datang dari berbagai asosiasi dan organisasi industri, termasuk Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), AMDATARA, World Association of Chefs' Societies, ACP Indonesia, Indonesia Pastry Bakery Association (IPBS), IKABOGA, ARTI, APCA, IFBEC, AP5I, ASTRULI, ARLI, INTROSEA, AP2HI, Indonesian Packaging Federation (IPF), APFFI, GAPI, dan APHI.
Kolaborasi pemerintah, asosiasi, dan komunitas profesional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri makanan dan minuman, mulai dari pengembangan bahan baku, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran dan distribusi.
Melalui KRISTA InterFOOD 2026, pelaku bisnis dapat menjajaki produk dan teknologi terbaru, memperluas jaringan pemasok, mencari mitra dagang, serta membuka peluang investasi di sektor makanan dan minuman.
Pendaftaran pengunjung dapat dilakukan melalui laman https://register.kristaonline.com/visitor/kristainterfood. Tiket masuk dibanderol Rp250.000 untuk akses selama empat hari pameran.
Editor : Amal Jaelani