ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Pemerintah Targetkan Swasembada Gula Dua Tahun, PT SGN Fokus Tingkatkan Produktivitas Tebu

avatar AM Lukman J
  • URL berhasil dicopy
Menteri Pertanian Republik Indonesia (tengah) saat memberikan arahan dalam kunjungan kerja di Kantor Pusat PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Surabaya, Rabu (22/7/2026). Foto: Humas SGN/Ayojatim
Menteri Pertanian Republik Indonesia (tengah) saat memberikan arahan dalam kunjungan kerja di Kantor Pusat PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Surabaya, Rabu (22/7/2026). Foto: Humas SGN/Ayojatim

SURABAYA, AYOJATIM.COM – Pemerintah akan mempercepat langkah menuju swasembada gula nasional. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat kunjungan kerja di Kantor Pusat PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Surabaya, Rabu (22/7/2026).

Menteri Pertanian menargetkan Indonesia akan mampu memenuhi kebutuhan gula putih secara mandiri dalam waktu maksimal dua tahun melalui program peremajaan tanaman tebu atau bongkar ratoon yang dilakukan secara masif.

Kehadiran Mentan di Kantor Pusat PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) sekaligus menjadi Pertemuan dan forum konsolidasi nasional yang mempertemukan pemerintah, BUMN perkebunan, perusahaan gula swasta, serta petani untuk menyusun strategi peningkatan produksi gula nasional.

Menteri Pertanian juga menegaskan, bahwa percepatan swasembada gula merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia. Karena itu, pemerintah juga telah menyiapkan anggaran untuk mempercepat peremajaan tanaman tebu yang sudah tidak lagi produktif.

"Perintah Bapak Presiden, swasembada gula putih paling lambat dua tahun harus tercapai. Insya Allah kami akan melakukan bongkar ratoon secara besar-besaran. Tanaman ratoon berumur 7 tahun hingga 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan," terang Menteri Pertanian.

Menurutnya, peremajaan tanaman menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas tebu nasional. Dengan tanaman yang lebih muda dan produktif, produksi gula dalam negeri diharapkan meningkat signifikan sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor.

"Target kita sekitar 100 ribu hektare setiap tahun. Kalau memungkinkan, dua tahun seluruh program ini dapat selesai. Anggaran sudah kami siapkan atas persetujuan Bapak Presiden," tambahnya. 

Sef
Dangkan Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menyatakan kesiapan perusahaan dalam mendukung percepatan program tersebut.

Menurutnya, PT SGN akan memperkuat kolaborasi dengan pabrik gula swasta sekaligus meningkatkan dukungan kepada petani sebagai ujung tombak produksi tebu nasional.

"Intinya kita harus melakukan percepatan swasembada gula. Arahan Bapak Menteri menjadi semangat bagi PT SGN bersama pabrik gula swasta untuk bergerak bersama-sama, terutama dengan memberikan perhatian lebih kepada petani," tegad Mahmudi.

lebih lanjut Mahmudi juga menjelaskan, beberapa bentuk program dukungan kepada parapetani tebu. Karena menurutnya, keberhasilan swasembada gula tidak hanya bergantung pada peningkatan kapasitas industri pengolahan, tetapi juga ditentukan oleh produktivitas kebun tebu milik petani.

"Bentuk dukungan tersebut antara lain melalui program bantuan bongkar ratoon, penyediaan traktor, serta berbagai dukungan budidaya lainnya. Kami optimistis target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan," ungkap Mahmudi.

Mahmudi juga menerangkan bahwa, PT SGN akan terus memperluas program pendampingan budidaya, mekanisasi pertanian, hingga peremajaan tanaman tebu agar produktivitas terus meningkat.

Langkah tersebut menurutnya telah menjadi bagian dari sinergi pemerintah, BUMN, sektor swasta, dan petani dalam mewujudkan kemandirian gula nasional sesuai target yang telah ditetapkan.

Program bongkar ratoon sendiri diharapkan menjadi motor utama peningkatan produktivitas tebu nasional. Dengan target peremajaan mencapai 100 ribu hektare setiap tahun, pemerintah optimistis produksi gula domestik dapat meningkat secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Editor :