ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Bukan Sekadar Komedi, Ini Pesan Mendalam Sutradara di Balik Film Piye To Kih

avatar Zain Ahmad
  • URL berhasil dicopy
Para pemain film Piye To Kih saat konferensi pers di Surabaya. (Foto: Ayojatim.com).
Para pemain film Piye To Kih saat konferensi pers di Surabaya. (Foto: Ayojatim.com).

Ayojatim.com - Jagat sinema Tanah Air kembali disuguhi karya unik yang memadukan gelak tawa, drama, hingga sentuhan misteri.

Film terbaru bertajuk "Piye To Kih" dipastikan bakal menyapa para pencinta film di seluruh bioskop Indonesia mulai 19 November 2026 mendatang.

Film hasil kolaborasi sutradara Ito Mavin bersama Woko Channel ini resmi diperkenalkan kepada publik melalui acara nonton bareng (nobar) sekaligus jumpa pers di XXI Royal Plaza Surabaya, Senin (2/11/2026).

Sutradara Ito Mavin mengungkapkan, pemilihan judul "Piye To Kih" tak lepas dari penggambaran kerumitan situasi yang dialami oleh sang tokoh utama.

Film ini mengisahkan perjalanan Mukidi yang harus menelan pil pahit akibat patah hati. Demi membuktikan dirinya mapan dan layak menikahi perempuan impiannya, Mukidi nekat membeli sebuah rumah murah.

Namun, keputusan itu justru membawanya pada perjumpaan tak terduga dengan Sukma, sosok misterius dari alam berbeda.

Kerumitan tak berhenti di situ. Hubungan yang terjalin di antara mereka terbilang unik sekaligus pelik karena tak cuma terhalang perbedaan alam, tetapi juga perbedaan keyakinan.

"Di era modern ini, begitu banyak orang berusaha menjadi orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Padahal satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah memantaskan diri sendiri," ujar Ito.

Ito menceritakan, proses penggarapan naskah film ini sudah dimulai sejak awal Februari 2025 dan menghabiskan waktu sekitar 3,5 hingga 4 bulan.

Sementara proses pengambilan gambar berjalan intensif selama 20 hari pada awal Oktober dan resmi rampung pada 29 Oktober 2026.

Ito memastikan, hadirnya tim Woko Channel tetap menyuguhkan bumbu komedi yang kuat namun dibalut secara universal agar ramah ditonton oleh semua kalangan penonton.

Di sisi lain, aktris Dara Saraswati yang didapuk memerankan karakter Sukma mengaku perannya kali ini menjadi tantangan tersendiri. Berbeda dari proyek drama yang biasa ia lakoni, kini ia dituntut mengeksplorasi wujud karakter non-manusia.

"Karakter yang aku perankan bukan manusia, jadi napas, cara bicara, dan gerakannya harus sedikit berbeda. Aku belajar selama sekitar tiga minggu, mencari referensi dan berdiskusi dengan sutradara agar hasilnya maksimal," ungkapnya.

Meski membutuhkan kerja ekstra, Dara mengaku puas dengan hasil akhir film tersebut.

"Kerja keras kita semua tidak sia-sia. Hasilnya cukup memuaskan. Semoga penonton juga menikmatinya," ujarnya.

Selain Dara Saraswati, film ini turut dibintangi deretan aktor dan komedian seperti Heri Chandra yang memerankan Mukidi, Sutrisno Agung sebagai Gendut, serta Eko Dunung sebagai Penyok.

Jajaran pemeran pendukung lainnya juga diramaikan oleh Gabriella Desta, TJ Ruth, Devina Aureel, Marwoto, hingga Ibnu Gundul.

Editor :

Runtuhnya Rezim Jokowi
Opini   

Runtuhnya Rezim Jokowi

Maka posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden juga tidak sah dan batal demi hukum pula.…