<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
            xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
            xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
            xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
            xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
            xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel>
                <title>Ayo Jatim</title>
                <atom:link href="https://ayojatim.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://ayojatim.com/</link>
                <description>Gerbang Baru Jawa Timur</description>
                <lastBuildDate>Sat, 07 Nov 2026 00:09:00 +0700</lastBuildDate>
                <language>id-ID</language>
                <generator>https://ayojatim.com/</generator>
                <image>
                    <url>https://static.ayojatim.com/po-content/uploads/logo/logo.png</url>
                    <title>Ayo Jatim</title>
                    <link>https://ayojatim.com/</link>
                </image><item>
                    <title><![CDATA[IKABOGA Perkuat Kompetensi SDM Kuliner dan Dorong Lahirnya Wirausaha Baru di KRISTAInterFOOD 2026]]></title>
                    <link>https://ayojatim.com/news-27626-ikaboga-perkuat-kompetensi-sdm-kuliner-dan-dorong-lahirnya-wirausaha-baru-di-kristainterfood-2026</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://ayojatim.com/news-27626-ikaboga-perkuat-kompetensi-sdm-kuliner-dan-dorong-lahirnya-wirausaha-baru-di-kristainterfood-2026</guid>
                    <pubDate>Sat, 07 Nov 2026 00:09:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[TANGERANG – Pengembangan industri kuliner nasional tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas dalam mengolah makanan.
 Peningkatan kompetensi sumber daya m]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong style="font-size: 1.1rem;">TANGERANG</strong><span style="font-size: 1.1rem;"> &ndash; Pengembangan industri kuliner nasional tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas dalam mengolah makanan.</span></p>
<p><span style="font-size: 1.1rem;"> Peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), sertifikasi profesi, hingga kemampuan membangun usaha menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing pelaku industri boga.</span></p>
<p>Hal tersebut menjadi salah satu agenda Ikatan Ahli Boga Indonesia (IKABOGA) melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-9 yang digelar bersamaan dengan pameran KRISTAInterFOOD 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, pada 4-7 November 2026.</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, IKABOGA tidak hanya memperkuat konsolidasi organisasi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara anggota, pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri. Organisasi ini mendorong anggotanya memiliki keterampilan profesional sekaligus kemampuan mengembangkan usaha kuliner secara berkelanjutan.</p>
<p>Ketua Umum IKABOGA, Retno Multriarti, mengatakan Rakernas ke-9 mendapat dukungan Krista Exhibitions dan diikuti perwakilan dari 11 daerah, di antaranya Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Lampung, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Bali, dan DKI Jakarta.</p>
<p>Menurut Retno, penyelenggaraan Rakernas bersamaan dengan KRISTAInterFOOD 2026 memberikan kesempatan bagi anggota untuk mengenal perkembangan teknologi, peralatan, serta kebutuhan industri makanan dan minuman.</p>
<p>"Bagaimanapun juga ini berhubungan dengan kuliner. Mesin-mesin yang dijual di pameran ini juga pas sekali dengan usaha kita," ujar Retno di sela kegiatan, Jumat (6/11/2026).</p>
<p>Rangkaian kegiatan diawali dengan business matching yang mempertemukan anggota IKABOGA dengan vendor dari dalam dan luar negeri. Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama sekaligus membantu pelaku usaha mendapatkan referensi peralatan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.</p>
<p>Agenda berikutnya diisi Rakernas dan kompetisi memasak jajanan pasar berbahan dasar talas serta ubi yang didukung Rose Brand. Kompetisi ini menghadirkan peserta dari berbagai daerah dengan mengenakan pakaian tradisional masing-masing.</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara IKABOGA memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Nusantara kepada generasi muda. Peserta ditantang mengolah jajanan tradisional menjadi sajian yang lebih menarik melalui inovasi rasa, teknik pengolahan, dan penyajian.</p>
<p>Retno menilai pengembangan kuliner tradisional perlu mengikuti perubahan selera masyarakat tanpa menghilangkan karakter asli makanan daerah.</p>
<p>"Kadang-kadang anak sekarang memilih makanan yang bukan milik kita sendiri. Oleh sebab itu, kami sebagai instruktur mengajarkan bagaimana makanan yang dianggap jadul bisa dikemas menjadi bagus, menarik, dan enak," katanya.</p>
<p>Pemanfaatan tepung beras dan tepung ketan dalam kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan bahan pangan lokal. Dengan kreativitas pengolahan, jajanan pasar diharapkan memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas.</p>
<p>Selain pengembangan kreativitas, IKABOGA juga memperkuat profesionalisme tenaga kerja melalui uji kompetensi dan sertifikasi profesi yang menjadi agenda hari keempat.</p>
<p>"Jadi, sertifikasi profesi itu adalah bukti yang valid bahwa profesi di bidang industri kuliner memang harus memiliki sertifikasi yang kompeten dan diakui oleh negara," tegas Retno.</p>
<p>Pelaksanaan sertifikasi dilakukan melalui kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Program ini menyasar chef, instruktur, dan tenaga kerja kuliner agar memiliki pengakuan kompetensi sesuai standar yang berlaku.</p>
<p>Sekretaris Jenderal IKABOGA sekaligus Owner Rumah Racik, Neni, mengatakan Rakernas juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring dan mempertemukan anggota dengan berbagai pemangku kepentingan industri kuliner.</p>
<p>Sekitar 100 orang terlibat dalam berbagai aktivitas kegiatan setiap harinya. Sejumlah pihak turut hadir, mulai dari perwakilan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian UMKM, hingga asosiasi terkait, termasuk Perkumpulan Pengusaha Jasaboga Indonesia (PPJI).</p>
<p>Neni menyebut IKABOGA saat ini memiliki sekitar 10.000 anggota di seluruh Indonesia, dengan anggota aktif tersebar di 18 provinsi. Latar belakang mereka beragam, mulai dari dosen, instruktur, pengusaha UMKM, pemilik usaha kuliner, hingga pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>"Anggota kami memang hobi memasak, tetapi di samping itu juga terus melengkapi legalitas usaha dengan mengikuti sertifikasi," ujar Neni.</p>
<p>Menurut dia, peningkatan keterampilan harus berjalan seiring dengan pemenuhan legalitas dan standar kompetensi. Dengan begitu, anggota memiliki bekal lebih kuat untuk mengembangkan bisnis dan bersaing di industri kuliner.</p>
<p>IKABOGA juga mengambil peran dalam memperluas akses pendidikan vokasi nonformal melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program pendidikan keterampilan tersebut dilaksanakan melalui lembaga kursus dan pelatihan, termasuk bagi masyarakat kurang mampu dan mereka yang putus sekolah.</p>
<p>Peserta tidak hanya dibekali kemampuan memasak, tetapi juga diperkenalkan dengan dunia usaha agar keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal memasuki pasar kerja maupun merintis bisnis sendiri.</p>
<p>"Setelah dididik memasak dan keterampilan lainnya, kami memperkenalkan mereka dengan dunia usaha. Jadi, mereka tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga bisa mengembangkan usaha," ungkap Retno.</p>
<p>Untuk menjaga mutu pelatihan, IKABOGA juga mensyaratkan instruktur memiliki sertifikasi kompetensi. Langkah tersebut diharapkan memastikan proses pendidikan berjalan sesuai standar dan kebutuhan industri.</p>
<p>Penerapan kreativitas dalam mengembangkan kuliner tradisional terlihat dalam kompetisi jajanan pasar yang diikuti peserta dari sejumlah daerah. Nimi, salah satu peserta asal Bali, mengaku telah mempersiapkan timnya yang terdiri dari tiga orang sejak beberapa pekan sebelum perlombaan.</p>
<p>"Kami membuat jajanan pasar berbahan ubi dan talas dengan tepung Rose Brand, tapi dengan tambahan rasa khas buah dan tambahan whipping cream. Selain itu, untuk plating-nya kami hias di wadah khas Bali, yakni bokor dan dulang," paparnya.</p>
<p>Kreasi tersebut memperlihatkan peluang pengembangan jajanan tradisional melalui perpaduan bahan lokal dan teknik penyajian modern. Identitas kuliner daerah tetap dipertahankan, sementara inovasi dilakukan untuk memperluas daya tariknya.</p>
<p>Melalui Rakernas ke-9 di KRISTAInterFOOD 2026, IKABOGA mendorong pengembangan industri kuliner yang tidak hanya bertumpu pada keterampilan memasak, tetapi juga profesionalisme tenaga kerja, pelestarian kuliner Nusantara, serta lahirnya wirausaha baru yang mampu bersaing di pasar nasional.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.ayojatim.com/po-content/uploads/2026/11/ikaboga.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[IKABOGA menggelar Rakernas ke-9 dan kompetisi kreasi jajanan pasar di KRISTAInterFOOD 2026, NICE PIK 2, Tangerang, Jumat (6/11/2026). Foto: AML/Ayojatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Amal Jaelani]]></dc:creator><category><![CDATA[Wisata & Kuliner]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[KRISTAInterFOOD 2026 Jadi Momentum Apkrindo Jatim Perkuat Jejaring Bisnis dan Digitalisasi Layanan]]></title>
                    <link>https://ayojatim.com/news-27625-kristainterfood-2026-jadi-momentum-apkrindo-jatim-perkuat-jejaring-bisnis-dan-digitalisasi-layanan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://ayojatim.com/news-27625-kristainterfood-2026-jadi-momentum-apkrindo-jatim-perkuat-jejaring-bisnis-dan-digitalisasi-layanan</guid>
                    <pubDate>Fri, 06 Nov 2026 15:38:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Melalui KRISTAInterFOOD 2026, para pengusaha F&B Jawa Timur memiliki kesempatan untuk melihat langsung perkembangan produk, inovasi teknologi, solusi bisnis..]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong style="font-size: 1.1rem;">TANGERANG</strong><span style="font-size: 1.1rem;"> &ndash; Gelaran KRISTAInterFOOD 2026 menjadi momentum strategis bagi Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) DPD Jawa Timur untuk memperluas jejaring bisnis, membuka akses kemitraan, serta mendorong pengembangan industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B).</span></p>
<p>Keikutsertaan Apkrindo Jatim dalam pameran industri makanan dan minuman tersebut tidak sekadar menjadi ajang memperkenalkan organisasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kerja sama dengan berbagai vendor, supplier, hingga penyedia teknologi yang mendukung operasional bisnis kuliner.</p>
<p>Melalui KRISTAInterFOOD 2026, para pengusaha F&B Jawa Timur memiliki kesempatan untuk melihat langsung perkembangan produk, inovasi teknologi, serta solusi bisnis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha.</p>
<p>Bendahara Apkrindo DPD Jawa Timur, Unggul Riady, mengatakan penguatan jaringan dan kemudahan akses informasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pengusaha kafe dan restoran di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.</p>
<p>Karena itu, Apkrindo berupaya menghadirkan manfaat keanggotaan yang lebih luas, termasuk melalui pengembangan layanan berbasis digital.</p>
<p>Unggul mengungkapkan, Apkrindo Jatim tengah mempersiapkan peluncuran aplikasi keanggotaan untuk mempermudah proses pendaftaran sekaligus meningkatkan pelayanan organisasi.</p>
<p>Melalui aplikasi tersebut, calon anggota nantinya tidak perlu lagi menjalani proses administrasi secara manual. Mereka cukup memindai kode yang disediakan, mengisi data usaha, dan melengkapi persyaratan dasar, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB).</p>
<p>"Dalam waktu dekat kami akan meluncurkan aplikasi Apkrindo. Ini untuk memudahkan calon anggota yang ingin bergabung. Mereka cukup scan, kemudian memasukkan data-data dasar, minimal NIB. Setelah itu tinggal menunggu proses verifikasi," jelas Unggul.</p>
<p>Setelah data diperiksa dan dinyatakan memenuhi persyaratan, calon anggota dapat melanjutkan ke tahap pembayaran biaya keanggotaan.</p>
<p>Menurut Unggul, sistem tersebut diharapkan membuat administrasi organisasi lebih praktis sekaligus memastikan keanggotaan berasal dari pelaku usaha yang memiliki aktivitas bisnis.</p>
<p>Digitalisasi juga menjadi bagian dari upaya Apkrindo membangun ekosistem usaha yang lebih terintegrasi. Dengan demikian, komunikasi, penyampaian informasi, hingga pelayanan kepada anggota dapat berlangsung lebih efektif.</p>
<p>"Harapan kami, Apkrindo bisa menjadi rumah bagi seluruh pengusaha F&B, baik pemilik kafe maupun restoran. Dengan berada dalam satu wadah, informasi mengenai perizinan, kondisi ekonomi, sampai tren pasar akan lebih mudah diperoleh dan diakses," ujar Unggul.</p>
<p><strong>Pasar F&B Indonesia Masih Menyimpan Peluang Besar</strong></p>
<p>Sementara itu, Hamzah menilai penyelenggaraan KRISTAInterFOOD 2026 berlangsung di tengah prospek industri makanan dan minuman nasional yang masih menjanjikan.</p>
<p>Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta jiwa, kebutuhan terhadap produk makanan dan minuman dinilai akan terus menciptakan pasar domestik yang besar.</p>
<p>Dia mengutip paparan Menteri Perindustrian dalam pembukaan KRISTAInterFOOD 2026 yang menyebut sektor makanan dan minuman memiliki kontribusi sekitar 41 persen terhadap PDB Indonesia.</p>
<p>Menurut Hamzah, besarnya pasar domestik menjadi salah satu kekuatan utama industri F&B Indonesia. Potensi tersebut juga menjadi daya tarik bagi berbagai merek asing untuk masuk dan mengembangkan bisnis di Tanah Air.</p>
<p>"Bisnis F&B di Indonesia sebenarnya tidak akan habis. Setiap orang membutuhkan makan dan minum. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, pasar dalam negeri saja sudah sangat besar. Itulah mengapa banyak brand luar negeri tertarik masuk dan mengambil pasar Indonesia," tuturnya.</p>
<p>Hamzah memperkirakan industri F&B masih memiliki ruang pertumbuhan pada 2027. Dia menyebut potensi pertumbuhan sektor tersebut berada di kisaran 9-11 persen. Angka ini merupakan perkiraan dan masih perlu dikonfirmasi berdasarkan data resmi.</p>
<p>Meski demikian, dia mengakui persaingan industri semakin dinamis. Setelah mengalami lonjakan pertumbuhan pascapandemi, industri F&B kini mulai memasuki fase yang lebih stabil.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus semakin adaptif dalam membaca tren pasar, mengembangkan produk, meningkatkan kualitas layanan, serta memanfaatkan teknologi untuk menjaga efisiensi dan daya saing.</p>
<p><strong>KRISTAInterFOOD 2026 Jadi Panggung Promosi Kuliner Nusantara</strong></p>
<p>Selain membuka peluang bisnis, KRISTAInterFOOD 2026 juga dinilai memiliki peran penting dalam mendorong promosi produk dan kuliner Indonesia ke pasar internasional.</p>
<p>Hamzah menyoroti pentingnya mengangkat kekayaan kuliner Nusantara agar tidak hanya menjadi tuan rumah di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di mancanegara.</p>
<p>Indonesia memiliki beragam makanan khas yang berasal dari kekayaan suku dan budaya di berbagai daerah. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta promosi yang berkelanjutan.</p>
<p>Tren kopi Indonesia yang semakin dikenal di luar negeri menjadi salah satu contoh bahwa produk lokal memiliki peluang untuk berkembang di pasar global.</p>
<p>Dia juga menilai kompetisi chef internasional dalam rangkaian KRISTAInterFOOD 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan masakan Nusantara kepada komunitas kuliner dunia.</p>
<p>"Jangan sampai justru makanan luar negeri yang semakin banyak masuk ke Indonesia. Kita juga harus unjuk gigi karena memiliki beragam suku, budaya, dan makanan khas daerah. Bagaimana kuliner Indonesia bisa dibawa ke mancanegara, itu yang harus terus kita dorong," tegasnya.</p>
<p>Hamzah berharap KRISTAInterFOOD tidak hanya menjadi ajang transaksi perdagangan dan promosi produk, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri untuk membangun kolaborasi jangka panjang.</p>
<p>Melalui pameran tersebut, pengusaha F&B Jawa Timur diharapkan dapat memperluas akses terhadap vendor, supplier, teknologi, serta berbagai inovasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.</p>
<p>Bagi Apkrindo Jatim, momentum KRISTAInterFOOD 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi dan membangun ekosistem bisnis kuliner yang semakin kompetitif, terintegrasi, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.ayojatim.com/po-content/uploads/2026/11/apkrindo-jawa-timur.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Bendahara Apkrindo DPD Jawa Timur, Unggul Riady (tengah) saat pameran KRISTAInterFOOD 2026, Tangerang, Jumat (6/11/2026). Foto: Ist/Ayojatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Amal Jaelani]]></dc:creator><category><![CDATA[Ekonomi & Bisnis]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Apkrindo Jatim Manfaatkan KRISTAInterFOOD 2026, Buka Akses Supplier dan Teknologi bagi Pengusaha Kuliner]]></title>
                    <link>https://ayojatim.com/news-27624-apkrindo-jatim-manfaatkan-kristainterfood-2026-buka-akses-supplier-dan-teknologi-bagi-pengusaha-kuliner</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://ayojatim.com/news-27624-apkrindo-jatim-manfaatkan-kristainterfood-2026-buka-akses-supplier-dan-teknologi-bagi-pengusaha-kuliner</guid>
                    <pubDate>Fri, 06 Nov 2026 15:19:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Kehadiran Apkrindo Jatim dalam pameran yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group ini bukan sekadar untuk berpartisipasi.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong style="font-size: 1.1rem;">TANGERANG</strong><span style="font-size: 1.1rem;"> &ndash; Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) DPD Jawa Timur memanfaatkan pameran internasional KRISTAInterFOOD 2026 untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus membuka akses kemitraan bagi pelaku usaha food and beverage (F&B).</span></p>
<p>Melalui ajang yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, pada 4-7 November 2026 tersebut, Apkrindo Jatim mempertemukan para pengusaha kuliner dengan berbagai pemasok, vendor, penyedia teknologi, hingga pelaku industri pendukung restoran dan kafe.</p>
<p>Kehadiran Apkrindo Jatim dalam pameran yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group ini bukan sekadar untuk berpartisipasi. Organisasi tersebut mengambil peran sebagai jembatan yang menghubungkan kebutuhan pelaku usaha F&B dengan berbagai peluang bisnis dan inovasi industri kuliner.</p>
<p>Ketua Delegasi Indonesia Barat Apkrindo DPD Jawa Timur, Hamzah Umar, mengatakan KRISTAInterFOOD menjadi momentum strategis bagi anggota untuk mendapatkan informasi perkembangan industri, menemukan calon mitra usaha, serta menjajaki kerja sama dengan supplier.</p>
<p>"Apkrindo ada di sini untuk saling men-support. KRISTAInterFOOD merupakan acara bertaraf internasional yang mampu mendatangkan hampir 100.000 pengunjung selama empat hari, dengan ribuan exhibitor dari dalam dan luar negeri," ujarnya saat ditemui di booth Apkrindo Jawa Timur, Jumat (6/11/2026).</p>
<p>Menurut Hamzah, besarnya skala KRISTAInterFOOD menunjukkan bahwa industri makanan dan minuman Indonesia memiliki daya tarik di pasar internasional.</p>
<p>Hal itu terlihat dari kehadiran pengunjung dan pelaku bisnis dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, hingga China.</p>
<p>Kondisi tersebut membuka peluang bagi pengusaha F&B Indonesia untuk memperluas koneksi bisnis, sekaligus mengenal perkembangan produk, teknologi, dan kebutuhan industri kuliner yang semakin dinamis.</p>
<p>Terlebih, Apkrindo DPD Jawa Timur memiliki lebih dari 500 anggota dengan sekitar 1.500 brand dalam ekosistemnya. Potensi tersebut menjadi modal besar untuk membangun jaringan bisnis yang lebih luas, termasuk mempertemukan anggota dengan exhibitor yang menawarkan produk dan layanan penunjang operasional restoran maupun kafe.</p>
<p>"Rata-rata brand owner dan pengusaha tidak ingin melewatkan kesempatan seperti ini. Mereka bisa bertemu calon supplier, bertukar pikiran, sekaligus melihat perkembangan teknologi food service. Ini kesempatan yang mungkin hanya datang setahun sekali untuk pameran sebesar KRISTAInterFOOD," jelasnya.</p>
<p><strong>Akses Supplier, Teknologi, hingga Solusi Operasional Bisnis</strong></p>
<p>Bagi anggota Apkrindo, keikutsertaan dalam KRISTAInterFOOD 2026 tidak sekadar menjadi kesempatan melihat dan mengenal produk baru. Pameran ini juga menjadi ruang untuk mencari solusi atas berbagai kebutuhan operasional usaha, membandingkan penawaran vendor, hingga menjajaki kemitraan yang berpotensi meningkatkan efisiensi bisnis.</p>
<p>Sejumlah anggota Apkrindo Jatim turut mengambil bagian dalam pameran, baik sebagai exhibitor maupun pengunjung yang mencari peluang kerja sama.</p>
<p>Di antaranya PT Pangan Lestari (Finna) serta sejumlah anggota lain yang menghadirkan produk dan layanan pendukung industri F&B. Selain itu, terdapat pelaku usaha teknologi robot pelayanan untuk hotel dan restoran, sistem point of sales (POS), serta berbagai solusi digital untuk mendukung operasional bisnis kuliner.</p>
<p>Menurut Hamzah, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ekosistem industri F&B tidak hanya bertumpu pada makanan dan minuman. Ada banyak sektor pendukung yang memiliki peran penting, mulai dari teknologi pelayanan, perlengkapan usaha, sistem pembayaran, hingga kebutuhan operasional sehari-hari.</p>
<p>"Anggota kami datang bukan hanya untuk melihat-lihat. Mereka juga mencari vendor dan supplier. Jadi, ada hubungan yang saling menguntungkan. Pengusaha restoran mendapatkan akses terhadap kebutuhan bisnisnya, sementara exhibitor berkesempatan memperluas pasar," katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, hubungan antarpelaku usaha yang terbangun melalui Apkrindo juga memungkinkan pengusaha berpengalaman berbagi pengetahuan dan jaringan dengan anggota yang baru memulai bisnis.</p>
<p>Dengan begitu, pelaku usaha tidak harus menghadapi sendiri berbagai tantangan operasional, termasuk ketika membutuhkan supplier atau solusi tertentu untuk mengembangkan usahanya.</p>
<p><strong>Apkrindo Jadi Wadah Berbagi Informasi dan Mencari Solusi</strong></p>
<p>Lebih jauh, Hamzah menegaskan bahwa salah satu nilai penting bergabung dengan Apkrindo adalah tersedianya wadah bagi pengusaha kafe dan restoran untuk berkomunikasi, berbagi pengalaman, serta mencari solusi atas berbagai persoalan bisnis.</p>
<p>Tantangan yang dihadapi pelaku usaha F&B cukup beragam. Mulai dari kebutuhan pemasok bahan baku, pengelolaan operasional, perizinan, hingga penyesuaian terhadap regulasi pemerintah.</p>
<p>"Apkrindo ini bisa dikatakan sebagai rumah bagi para pengusaha kafe dan restoran. Kenapa perlu rumah? Karena pengusaha membutuhkan tempat untuk bersosialisasi dan bertukar pikiran. Kalau ada permasalahan atau peraturan pemerintah terbaru, informasi bisa dibahas bersama sehingga teman-teman yang sebelumnya belum tahu akhirnya menjadi tahu," paparnya.</p>
<p>Ia mencontohkan, pengusaha restoran yang baru merintis bisnis sering kali menghadapi kesulitan dalam menemukan supplier untuk memenuhi kebutuhan operasional. Mulai dari peralatan makan, bahan baku sayuran, hingga perlengkapan kebersihan.</p>
<p>Melalui jaringan Apkrindo, berbagai kebutuhan tersebut dapat dikomunikasikan dengan anggota lain yang telah memiliki pengalaman dan jaringan pemasok.</p>
<p>Hal serupa berlaku ketika pengusaha menghadapi persoalan perizinan maupun kebijakan pemerintah daerah. Anggota dapat memperoleh informasi dan pendampingan melalui komunikasi antarpelaku usaha serta pihak yang memiliki kompetensi di bidang terkait.</p>
<p>Tidak hanya memfasilitasi komunikasi antaranggota, Apkrindo Jatim juga aktif menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyosialisasikan berbagai ketentuan yang berkaitan dengan operasional bisnis kuliner.</p>
<p>Salah satunya mengenai penerapan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) di Surabaya. Dalam hal ini, Apkrindo turut membantu pemerintah menyampaikan informasi dan memberikan edukasi kepada pelaku usaha agar memahami persyaratan yang harus dipenuhi.</p>
<p>"Kami juga sering melakukan penyuluhan bersama pemerintah daerah di Jawa Timur. Kegiatan tersebut gratis dan terbuka untuk anggota. Jadi, ketika ada kebijakan atau persyaratan baru, anggota bisa mendapatkan penjelasan dan mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan," ungkap Hamzah.</p>
<p>Melalui partisipasi dalam KRISTAInterFOOD 2026, Apkrindo Jatim berharap semakin banyak anggota yang memperoleh akses terhadap peluang kemitraan, teknologi, serta jaringan pemasok untuk memperkuat daya saing bisnis kuliner.</p>
<p>Bagi Apkrindo, penguatan ekosistem F&B tidak hanya dilakukan melalui pertemuan bisnis, tetapi juga dengan membangun kolaborasi dan berbagi pengetahuan agar para pengusaha kafe dan restoran dapat berkembang bersama.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.ayojatim.com/po-content/uploads/2026/11/dpd-apkrindo-jatim-kristainterfood-2026.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Ketua Delegasi Indonesia Barat Apkrindo DPD Jatim, Hamzah Umar (tengah), saat hadir di booth KRISTAInterFOOD 2026, Jumat (6/11/2026). Foto: AML/Ayojatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Amal Jaelani]]></dc:creator><category><![CDATA[Ekonomi & Bisnis]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[ASENSI dan Kemendag Dorong Merek Lokal Tembus Pasar Lebih Luas Lewat Lisensi dan Waralaba]]></title>
                    <link>https://ayojatim.com/news-27623-asensi-dan-kemendag-dorong-merek-lokal-tembus-pasar-lebih-luas-lewat-lisensi-dan-waralaba</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://ayojatim.com/news-27623-asensi-dan-kemendag-dorong-merek-lokal-tembus-pasar-lebih-luas-lewat-lisensi-dan-waralaba</guid>
                    <pubDate>Fri, 06 Nov 2026 09:03:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) dinilai menjadi fondasi penting agar produk lokal ..]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong style="font-size: 1.1rem;">TANGERANG</strong><span style="font-size: 1.1rem;"> &ndash; Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI) berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mendorong pengembangan merek lokal melalui sistem lisensi dan waralaba.</span></p>
<p>Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam partisipasi sejumlah merek binaan dan anggota ASENSI pada pameran KRISTA InterFOOD 2026 yang berlangsung pada 4&ndash;7 November 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang.</p>
<p>Dalam ajang tersebut, Kemendag menghadirkan sejumlah merek lokal binaan yang telah melalui proses kurasi untuk dikembangkan melalui skema lisensi dan waralaba. Merek tersebut meliputi Pisang Goreng Sultan, Egio Wafel, Street Sushi, dan Kebab Yaman.</p>
<p>Sementara itu, ASENSI turut memperkenalkan merek waralaba lokal, seperti Bakmi Naga Resto, serta sejumlah merek dan produk lokal berbasis lisensi, di antaranya Lotus Root & Frozen dan Sadetex.</p>
<p>Kehadiran merek-merek tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi bisnis sekaligus membuka peluang kemitraan dengan calon mitra usaha dan investor.</p>
<p>Ketua Umum ASENSI Susanty Widjaya mengatakan, lisensi dan waralaba merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai ekonomi merek serta kekayaan intelektual (HKI) Indonesia.</p>
<p>Pengembangan usaha melalui kedua skema tersebut dapat mendorong UMKM tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga membangun identitas merek yang kuat, mengembangkan sistem bisnis, memperluas jaringan kemitraan, hingga membuka peluang ekspansi usaha.</p>
<p>Padahal, menurut Susanty Widjaya, keterlambatan mendaftarkan merek berpotensi menimbulkan persoalan apabila identitas usaha tersebut lebih dahulu didaftarkan pihak lain.</p>
<p>"Bagaimana caranya merek itu dapat dikomersialisasikan?, tugas kami sebagai asosiasi lebih banyak memperkenalkan apa itu HKI. Karena banyak pengusaha, khususnya UMKM, yang belum terlalu paham mengenai hak kekayaan intelektual dan bagaimana melindunginya," ujar Susanty saat ditemui dalam ajang KRISTAInterFOOD 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang.</p>
<p>ASENSI berharap partisipasi dalam KRISTA InterFOOD 2026 memberikan manfaat nyata bagi para peserta. Mulai dari peningkatan eksposur dan pengenalan produk, terbukanya peluang kerja sama bisnis, bertambahnya calon mitra dan investor, hingga perluasan jaringan distribusi serta pasar.</p>
<p>Sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan UMKM, memperkuat daya saing merek lokal, serta menjadikan kekayaan intelektual sebagai aset ekonomi yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.</p>
<p>Melalui rilis resminya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, M.Si., mengatakan penguatan perdagangan dalam negeri perlu didukung perluasan akses pasar dan ekosistem usaha yang menghubungkan UMKM dengan jaringan bisnis lebih luas.</p>
<p>&ldquo;Penguatan perdagangan dalam negeri tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, tetapi juga dengan memperluas akses pasar dan menciptakan ekosistem usaha yang mampu menghubungkan pelaku UMKM dengan jaringan bisnis yang lebih luas. Lisensi dan waralaba menjadi salah satu instrumen strategis untuk mempercepat pertumbuhan usaha, memperkuat kemitraan, serta mendorong merek lokal berkembang secara profesional dan berkelanjutan,&rdquo; terangnya.</p>
<p>Ia juga menyambut baik kolaborasi Kemendag dan ASENSI dalam KRISTA InterFOOD 2026. Menurutnya, pameran tersebut menjadi wadah bagi merek lokal untuk memperkenalkan potensi bisnis sekaligus menjalin kemitraan strategis.</p>
<p>&ldquo;Kami menyambut baik kolaborasi Kementerian Perdagangan bersama ASENSI dalam Krista Interfood 2026 sebagai wadah bagi merek-merek lokal untuk memperkenalkan potensi bisnis dan menjalin kemitraan strategis. Harapannya, semakin banyak produk dan merek Indonesia yang mampu memperkuat pasar domestik, memperluas jaringan perdagangan, serta menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat,&rdquo; katanya.</p>
<p>Iqbal menambahkan, Kemendag berkomitmen mendorong merek lokal agar mampu berkembang di pasar domestik sekaligus bersaing di tingkat internasional.</p>
<p>&ldquo;Kementerian Perdagangan berkomitmen mendorong merek lokal agar tidak hanya unggul di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global," tambahnya.</p>
<p>Melalui pengembangan lisensi dan waralaba, UMKM memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah merek, memperluas jaringan usaha, serta menarik investasi dan kemitraan strategis.</p>
<p>Kolaborasi Kementerian Perdagangan dan ASENSI dalam Krista Interfood 2026 menjadi langkah nyata untuk membuka akses pasar dan mempercepat ekspansi merek lokal. <span style="font-size: 1.1rem;">Kami juga berharap semakin banyak merek Indonesia tumbuh menjadi kekuatan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, dan mampu menjadi kebanggaan Indonesia di pasar internasional,&rdquo; pungkasnya.</span></p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.ayojatim.com/po-content/uploads/2026/11/asosiasi-lisensi-indonesia.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Ketua Umum ASENSI Susanty Widjaya memaparkan pentingnya perlindungan merek UMKM dalam KRISTAInterFOOD 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Rabu (5/11/2026). Foto: AML/Ayojatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Amal Jaelani]]></dc:creator><category><![CDATA[Ekonomi & Bisnis]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Lewat DPD RI Goes to School 2026, Senator Lia Istifhama Comeback ke Almamater]]></title>
                    <link>https://ayojatim.com/news-27621-lewat-dpd-ri-goes-to-school-2026-senator-lia-istifhama-comeback-ke-almamater</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://ayojatim.com/news-27621-lewat-dpd-ri-goes-to-school-2026-senator-lia-istifhama-comeback-ke-almamater</guid>
                    <pubDate>Fri, 06 Nov 2026 02:36:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Sekolah yang dahulu menjadi tempatnya belajar dan merajut mimpi, kini menyambutnya kembali sebagai seorang Senator.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA</strong> &ndash; Ada rasa haru dan kebanggaan tersendiri bagi Anggota DPD RI Jawa Timur, Lia Istifhama, saat kembali menginjakkan kaki di SMA Negeri 16 Surabaya, Rabu (4/11/2026).</p>
<p>Sekolah yang dahulu menjadi tempatnya belajar dan merajut mimpi, kini menyambutnya kembali sebagai seorang Senator.</p>
<p>Kehadiran perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu bukan sekadar melepas rindu dengan almamater.</p>
<p>Ia datang membawa pesan untuk adik-adik kelasnya agar berani bermimpi, percaya pada kemampuan diri, dan tidak menjauh dari dunia politik.</p>
<p>Momen tersebut berlangsung dalam kegiatan DPD RI Goes to School 2026, bagian dari peringatan HUT ke-22 DPD RI, yang mengangkat tema &ldquo;Generasi Muda Melek Konstitusi, Cerdas Digital dan Berani Menyuarakan Aspirasi Daerah untuk Indonesia Maju&rdquo;.</p>
<p>Di hadapan para pelajar, Ning Lia mengingatkan bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh mereka yang duduk di pemerintahan, tetapi juga oleh anak-anak muda yang hari ini masih mengenakan seragam sekolah.</p>
<p>&ldquo;Generasi muda harus memiliki optimisme yang kuat terhadap politik. Jangan sampai muncul sikap apatis. Mereka perlu memahami bahwa dirinya merupakan bagian penting dalam kebangkitan demokrasi Indonesia,&rdquo; ujar senator cantik itu.&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, politik bukan sesuatu yang harus dijauhi atau ditakuti. Justru melalui pemahaman politik dan konstitusi, generasi muda dapat belajar menyuarakan pendapat, memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta ikut menentukan arah pembangunan bangsa.</p>
<p>&ldquo;Anak-anak muda harus mampu berpikir kritis terhadap kebijakan yang ada, sekaligus memahami bagaimana peran mereka dalam memperkuat Indonesia. Aspirasi daerah juga menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional,&rdquo; tegas politisi alumni universitas Airlangga.&nbsp;</p>
<p>Bagi Ning Lia, kembali ke SMA Negeri 16 Surabaya juga menjadi kesempatan mengenang perjalanan hidupnya.</p>
<p>Dari bangku sekolah inilah ia pernah belajar, membangun persahabatan, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.</p>
<p>Ia pun berpesan agar para siswa tidak pernah berhenti belajar dan mengembangkan potensi diri. Sebab, setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita, apa pun latar belakangnya.</p>
<p>&ldquo;Terima kasih kepada SMA Negeri 16 Surabaya. Sekolah ini merupakan salah satu proses penting dalam kehidupan saya. Di sini kita belajar membangun semangat untuk berkarya, terus belajar, dan mengasah diri agar memiliki keterampilan yang baik,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Kepala SMA Negeri 16 Surabaya, Sunawan Hadi Santoso, menyambut hangat kehadiran Ning Lia.</p>
<p>Ia mengapresiasi program DPD RI Goes to School karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal lebih dekat lembaga perwakilan daerah.</p>
<p>&ldquo;Kami merasa bangga sekaligus terpacu untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai posisi dan peran DPD RI. Selama ini mungkin mereka lebih mengenal DPR RI, sementara DPD RI masih belum banyak dipahami,&rdquo; ungkap Sunawan.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kantor DPD RI Provinsi Jawa Timur, M. Hidayat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya mendekatkan lembaga negara dengan generasi muda, sekaligus menyiapkan pelajar menjadi pemilih yang cerdas pada Pemilu 2029.</p>
<p>&ldquo;Anak-anak SMA Negeri 16 Surabaya ini nantinya akan menjadi bagian dari pemilih pada Pemilu 2029. Mereka harus melek politik, khususnya memahami DPD RI dan para senator yang mewakili Provinsi Jawa Timur,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, DPD RI berharap para pelajar tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik dan digital, tetapi juga peduli terhadap persoalan masyarakat serta berani menyuarakan aspirasi.</p>
<p>Bagi Ning Lia, kunjungan ke almamaternya menjadi pengingat bahwa perjalanan besar bisa berawal dari ruang kelas yang sederhana.</p>
<p>Tempat anak-anak muda belajar, menyimpan harapan, dan perlahan membangun jalan menuju cita-cita.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.ayojatim.com/po-content/uploads/2026/11/1002350500.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Senator DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama kembali ke almamaternya SMAN 16 Surabaya lewat acara DPD RI Goes to School 2026]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Diday Rosadi]]></dc:creator><category><![CDATA[News]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Gubernur Khofifah Lepas Pesepeda Ride for Palestine, Solidaritas Kemanusiaan dari Surabaya ke Jakarta]]></title>
                    <link>https://ayojatim.com/news-27620-gubernur-khofifah-lepas-pesepeda-ride-for-palestine-solidaritas-kemanusiaan-dari-surabaya-ke-jakarta</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://ayojatim.com/news-27620-gubernur-khofifah-lepas-pesepeda-ride-for-palestine-solidaritas-kemanusiaan-dari-surabaya-ke-jakarta</guid>
                    <pubDate>Fri, 06 Nov 2026 01:52:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Melalui sepeda, para peserta ingin menyuarakan pesan kemanusiaan sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak berhenti peduli dan menolak penjajahan dan genosida.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA</strong> - Sebanyak 30 pesepeda peserta Ride for Palestine 2026 akan menempuh perjalanan sekitar 1.000 kilometer dari Surabaya menuju Jakarta, Kamis (5/11/2026).</p>
<p>Keberangkatan rombongan ini dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.</p>
<p>"Kami yang warga Jatim bangga bisa dilepas Ibu kami, Bu Khofifah. Ini akan jadi penyemangat tersendiri untuk para pesepeda Ride for Palestine," kata Humas Ride for Palestine 2026, Wirawan Dwi.</p>
<p>Ia menjelaskan, aksi kemanusiaan yang memasuki tahun ketiga ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap rakyat Palestina yang masih menghadapi penjajahan, kekerasan, dan genosida.</p>
<p>Melalui sepeda, para peserta ingin menyuarakan pesan kemanusiaan sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak berhenti peduli dan menolak penjajahan dan genosida.</p>
<p>"Bagi kami, sepeda bukan hanya untuk gaya hidup atau alat agar bisa terus sehat, namun juga alat perjuangan," tegas Wirawan.</p>
<p>Ia mengatakan peserta tahun ini datang dari berbagai daerah, di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Jakarta, Bandung, Malang, dan Pasuruan. Mereka berkumpul di Surabaya untuk mengikuti perjalanan penuh hingga Jakarta.</p>
<p>&ldquo;Jumlah peserta terus bertambah. Pada 2024 kami berangkat hanya bertujuh, kemudian menjadi 16 orang pada 2025, dan tahun ini ada 30 pesepeda. Dan tidak hanya 30 pesepeda, kita akan ketemu ribuan pesepeda di seluruh kabupaten kota yang kita lewati," katanya.</p>
<p>Hal ini, kata Wirawan, karena kegiatan ini berkolaborasi dengan banyak komunitas sepeda di seluruh Indonesia.</p>
<p>"Ini menunjukkan bahwa kepedulian semakin meluas dan sepeda mampu menyatukan orang-orang dari berbagai daerah,&rdquo; ujar Wirawan.</p>
<p>Menurutnya, dukungan terhadap gerakan ini juga semakin besar. Komunitas sepeda dan relawan kemanusiaan di sepanjang jalur perjalanan turut menyambut, mengawal, serta menyediakan kebutuhan peserta.&nbsp;</p>
<p>Gerakan ini juga melibatkan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) sebagai mitra kemanusiaan untuk menghubungkan kepedulian masyarakat dengan dukungan bagi Palestina.</p>
<p>"LMI itu lembaga yang kredibel, transparan dan punya jaringan penyaluran sampai ke Palestina. Untuk pengumpulan donasi, kami harus menggandeng lembaga yang terpercaya," tegasnya.</p>
<p>Perjalanan akan melintasi sejumlah wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah sebelum mencapai Jakarta. Pesepeda di daerah yang dilalui juga berkesempatan bergabung pada etape tertentu.</p>
<p>Dari Surabaya rombongan menuju Ngawi. Lalu menuju Jogja, Semarang, Cirebon, Bandung Bekasi dan Jakarta. Finish di kantor DPR RI, dan akan melakukan audiensi di Badan Kehormatan Antar Parlemen. Setelah itu, rombongan akan ke Kedutaan Besar Palestina di Jakarta.</p>
<p>&ldquo;Bagi kami, Ride for Palestine bukan sekadar bersepeda 1.000 kilometer. Ini adalah cara kami menyuarakan bahwa rakyat Palestina tidak sendiri. Mungkin kayuhan kami kecil, tetapi kami tidak ingin diam ketika kemanusiaan terluka. Kami ingin terus berada di pihak kemanusiaan dan menyuarakan kemerdekaan Palestina,&rdquo; pungkas Wirawan.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.ayojatim.com/po-content/uploads/2026/11/1002350447.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Gubernur Khofifah melepas sebanyak 30 pesepeda peserta Ride for Palestine 2026 di Gedung Negara Grahadi. Mereka akan menempuh perjalanan sekitar 1.000 kilometer dari Surabaya menuju Jakarta. foto: ist]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Diday Rosadi]]></dc:creator><category><![CDATA[Olahraga]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar ke-35 NU ke KPK]]></title>
                    <link>https://ayojatim.com/news-27619-gus-lilur-resmi-laporkan-dugaan-jual-beli-suara-muktamar-ke-35-nu-ke-kpk</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://ayojatim.com/news-27619-gus-lilur-resmi-laporkan-dugaan-jual-beli-suara-muktamar-ke-35-nu-ke-kpk</guid>
                    <pubDate>Thu, 05 Nov 2026 20:53:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Pada Kamis, 5 November 2026, Gus Lilur kembali mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> - HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Gus Lilur, secara resmi telah menyampaikan laporan dugaan tindak pidana korupsi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.&nbsp;</p>
<p>Laporan itu berkenaan dengan dugaan suap, gratifikasi, dan pemufakatan jahat dalam pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, 27&ndash;31 Agustus 2026.</p>
<p>Laporan pertama disampaikan pada Senin, 12 Oktober 2026, melalui jalur pengaduan langsung.</p>
<p>Laporan itu tercatat dalam Tanda Bukti Penerimaan Laporan/Informasi Pengaduan Masyarakat dengan Nomor Informasi 2026-A-04097 atas nama pelapor Khalilur Rahman Abdullah Sahlawy, dengan pokok aduan yang tertulis jelas pada tanda bukti tersebut: Laporan Suap Muktamar demi Rais Aam Miftachul Akhyar.</p>
<p>Pada Kamis, 5 November 2026, Gus Lilur kembali mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, untuk melengkapi laporan tersebut dengan bukti dan dokumen baru.&nbsp;</p>
<p>Pada kesempatan itu diserahkan tiga berkas surat laporan yang ditujukan kepada tiga alamat berbeda di lingkungan KPK:</p>
<p>1. &nbsp;Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi &mdash; diterima pukul 13.41 WIB;<br />2. &nbsp;Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi &mdash; diterima pukul 13.43 WIB;<br />3. &nbsp;Direktur Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat (PLPM) Komisi Pemberantasan Korupsi &mdash; diterima pukul 13.47 WIB.</p>
<p>Ketiga penyerahan itu tercatat dalam Tanda Terima Surat/Dokumen Komisi Pemberantasan Korupsi tertanggal 5 November 2026.</p>
<p>&ldquo;Laporan ini bukan laporan yang dibuat dalam semalam, dan bukan pula laporan yang berdiri sendiri,&rdquo; kata Gus Lilur.</p>
<p>&ldquo;Pada 12 Oktober saya sudah datang. Hari ini saya datang lagi, membawa yang lebih lengkap," tambahnya.</p>
<p><strong>Status laporan: diterima dan masuk tahap penelaahan</strong></p>
<p>Dengan diterimanya berkas tersebut, laporan Gus Lilur kini berstatus laporan yang telah diterima dan tercatat di Komisi Pemberantasan Korupsi.&nbsp;</p>
<p>Sesuai prosedur penanganan pengaduan masyarakat yang berlaku di KPK, laporan yang sudah diterima dan tercatat selanjutnya masuk ke tahap verifikasi dan penelaahan.</p>
<p>Karena itulah satu dari tiga berkas hari ini ditujukan langsung kepada Direktur PLPM, yakni unit yang menangani tahap tersebut, sementara dua berkas lainnya ditujukan kepada Pimpinan KPK dan Dewan Pengawas KPK.</p>
<p><strong>Empat nama yang dilaporkan</strong></p>
<p>Surat laporan itu menyebut empat nama sebagai pihak yang diduga melakukan pemufakatan jahat melakukan tindak pidana korupsi:</p>
<p>Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU; Saifullah Yusuf, Menteri Sosial; Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional; dan Sulaiman Tanjung, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU yang juga menjabat komisaris independen di dua badan usaha milik negara.</p>
<p>Gus Lilur menegaskan bahwa tiga dari empat nama itu adalah penyelenggara negara.</p>
<p>&ldquo;Justru karena mereka penyelenggara negara, perkara ini berada persis di tengah kewenangan KPK,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Laporan itu berangkat dari satu hal yang terjadi secara terbuka di arena Muktamar.&nbsp;</p>
<p>Sebelum siapa pun dipilih, muktamirin lebih dahulu diminta menentukan dengan cara apa Ketua Umum PBNU akan dipilih: secara langsung oleh muktamirin, atau melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi dengan restu Rais Aam.</p>
<p>Hasil voting itu diumumkan terbuka: 401 suara memilih jalur Ahlul Halli wal Aqdi, 150 suara menghendaki pemilihan langsung.</p>
<p>Dengan hasil itu, sembilan kiai yang terpilih sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi menjadi penentu, dan peraih suara tertinggi di antara mereka berada pada kedudukan paling kuat untuk menjadi Rais Aam, sementara Rais Aam sendiri adalah pemegang restu bagi Ketua Umum.</p>
<p>Di sinilah, menurut laporan Gus Lilur, ratusan pengurus cabang dan wilayah Nahdlatul Ulama dari seluruh Indonesia diduga dikondisikan agar mengusulkan sembilan nama yang sudah dipesankan lebih dahulu, dengan satu nama yang ditargetkan berada di puncak.</p>
<p>Namun tabulasi resmi pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi menunjukkan hasil yang berbeda dari target itu. Miftachul Akhyar hanya menempati urutan keempat dengan 350 suara, kalah jauh dari peraih suara tertinggi, KH Nurul Huda Djazuli, dengan 485 suara. Meski demikian, Miftachul Akhyar tetap jadi sebagai Rais Aam.</p>
<p>&ldquo;Satu angka itu saja sudah cukup menjadi pertanyaan,&rdquo; tulis Gus Lilur dalam laporannya.</p>
<p>&ldquo;Bagaimana peraih suara keempat berakhir di kursi pertama?," ujarnya.</p>
<p>Laporan itu juga menarik satu garis ke perkara yang sudah lebih dahulu ditangani KPK sendiri: operasi tangkap tangan di lingkungan Kementerian ATR/BPN pada 14 September 2026, dengan sitaan uang tunai dalam rupiah dan valuta asing senilai Rp106,3 miliar.</p>
<p>Gus Lilur memohon KPK memeriksa apakah ada hubungan antara perkara itu dan pembiayaan pengerahan di arena Muktamar.</p>
<p>&ldquo;Perkara itu bukan temuan saya, itu temuan KPK sendiri,&rdquo; tulisnya.</p>
<p>&ldquo;Saya hanya meminta agar KPK berkenan menarik satu garis dari koper-koper itu ke arena Muktamar &mdash; dan memeriksa apakah garis itu benar-benar tersambung," ungkapnya.</p>
<p><strong>Gambaran umum isi laporan</strong></p>
<p>Surat laporan setebal 25 halaman yang disertai berkas lampiran itu disusun dalam sepuluh bab.&nbsp;</p>
<p>Bab-bab awal menguraikan latar belakang dan niat jahat yang mendasari perbuatan; bab-bab tengah memuat uraian dugaan tindak pidana, pemufakatan jahat, serta kronologi yang dilaporkan oleh pengurus cabang Nahdlatul Ulama dari dua klaster provinsi yang berjarak ribuan kilometer; bab-bab akhir memuat daftar pihak yang mohon dipanggil dan diperiksa, daftar barang bukti yang mohon disita lebih dahulu, dan permohonan perlindungan hukum bagi para pelapor dan saksi.</p>
<p>Gus Lilur menyebut bagian paling menentukan dalam laporannya ada pada bab kedua, yang membahas mens rea atau niat jahat. Dalam surat laporannya ia menulis:</p>
<p>&ldquo;Kejahatan yang berhasil sekali jarang berhenti pada kali pertama. Ia menjadi kebiasaan, lalu menjadi metode, lalu dianggap sebagai cara kerja yang wajar.&rdquo;</p>
<p>&ldquo;Berlandaskan pada keberhasilan yang sudah mereka alami sendiri &mdash; menunggangi Nahdlatul Ulama lewat Muktamar ke-34 Lampung hingga mengantar mereka menjadi menteri &mdash; Nusron Wahid dan Saifullah Yusuf ingin mengulanginya lagi pada Muktamar ke-35 yang dilaksanakan di Jombang.&rdquo;</p>
<p>&ldquo;Guna melaksanakan niat jahat ini, mereka melakukan mobilisasi cabang Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia untuk memilih sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi, dan menempatkan Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam.&rdquo;</p>
<p>Dalam laporan itu Gus Lilur menggarisbawahi satu kata: mobilisasi.</p>
<p>&ldquo;Yang terjadi bukan ajakan, bukan silaturahmi, bukan sosialisasi gagasan,&rdquo; tulisnya.</p>
<p>&ldquo;Yang terjadi adalah pengerahan &mdash; dengan tiket, dengan kamar hotel, dengan jadwal, dengan absensi, dan dengan amplop," imbuhnya.</p>
<p>Ia juga menyoroti urutan yang menurutnya tidak boleh dibalik. Jabatan negara yang dipegang para terlapor, kata dia, bersumber dari jabatan mereka di Nahdlatul Ulama, bukan sebaliknya. &ldquo;Nahdlatul Ulama adalah tangganya,&rdquo; tulis Gus Lilur dalam suratnya. &ldquo;Dan tangga yang sudah terbukti kuat sekali, pasti akan dinaiki untuk kedua kalinya.&rdquo;</p>
<p>Gus Lilur menyatakan laporannya sengaja disusun agar dapat diuji, bukan agar dipercaya. Menurutnya, kekuatan berkas ini terletak pada tiga hal.</p>
<p>Pertama, dua keterangan yang bertemu tanpa pernah bersepakat. Laporan ini bertumpu pada laporan tertulis pengurus cabang Nahdlatul Ulama dari dua provinsi yang terpisah lebih dari dua ribu kilometer. Para pelapornya tidak saling mengenal dan tidak menyusun keterangan bersama-sama. Namun keterangan keduanya bertemu pada pola yang sama, pada hotel yang sama, bahkan pada pecahan uang yang sama.</p>
<p>&ldquo;Kebetulan tidak bekerja serapi itu," ujarnya.</p>
<p>Kedua, perbuatan itu meninggalkan kertas. Dalam laporannya, Gus Lilur menyatakan perbuatan yang dilaporkan tidak berlangsung diam-diam, melainkan di hotel-hotel berbintang, dengan daftar hadir, tanda terima, dan kontrak bermaterai.&nbsp;</p>
<p>Berkas lampiran yang ia serahkan antara lain memuat laporan tertulis kedua klaster, dokumentasi foto di lokasi penyerahan, daftar lengkap pengurus beserta penandaan siapa yang disebut menerima dan siapa yang disebut tidak menerima, salinan tabulasi resmi pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi, serta identitas para saksi yang bersedia diperiksa.</p>
<p>Penandaan terhadap mereka yang tidak menerima, kata Gus Lilur, justru menunjukkan kejujuran para pelapornya. Ia memohon nama-nama yang ditandai sebagai bukan penerima dilindungi sejak awal, bukan setelah terlanjur ikut tercoreng.</p>
<p>Ketiga, sebagian besar bukti masih berada di tangan pihak ketiga yang netral. Laporan itu memohon KPK mengamankan rekaman kamera pengawas, daftar tamu dan bukti pembayaran tagihan hotel, manifes penerbangan, serta kotak suara dan surat suara pemilihan &mdash; benda-benda yang tidak berada di tangan pelapor maupun terlapor, sehingga dapat berbicara sendiri.</p>
<p>Gus Lilur juga mencatat bahwa laporannya bukan yang pertama. Sebelum suratnya disusun, sudah ada laporan dugaan tindak pidana korupsi mengenai pemberian uang pada saat Muktamar NU yang lebih dahulu masuk dan bernomor di KPK.</p>
<p>&ldquo;Mereka mengira sedang membeli suara. Yang sesungguhnya mereka lakukan adalah mencetak ribuan orang saksi," tuturnya.</p>
<p>&ldquo;Kejahatan sebesar ini tidak mungkin dirahasiakan. Ia hanya mungkin didiamkan,&rdquo; tulisnya. &ldquo;Dan diam itu akan pecah pada orang pertama yang berbicara," tandasnya.</p>
<p><strong>Yang dimohonkan kepada KPK</strong></p>
<p>Melalui laporannya, Gus Lilur memohon KPK memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang namanya disebut dalam berkas, baik para terlapor, para pelaksana lapangan, maupun mereka yang berstatus saksi.&nbsp;</p>
<p>Ia juga memohon agar sejumlah barang bukti diamankan lebih dahulu sebelum hilang, serta memohon perlindungan hukum bagi para pelapor dan saksi sebagaimana dijamin Pasal 41 ayat (2) huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.</p>
<p>Ia menekankan bahwa pemanggilan bukanlah penghukuman.</p>
<p>&ldquo;Justru pemeriksaanlah yang akan memisahkan nama yang bersih dari nama yang tidak,&rdquo; katanya.</p>
<p>&ldquo;Dan itu adalah hak mereka yang bersih," lanjut Gus Lilur.</p>
<p>Gus Lilur menyatakan laporan ini tidak ia tujukan untuk menyerang Nahdlatul Ulama, melainkan untuk menjaganya.</p>
<p>&ldquo;Saya ini warga NU, kiai kampung, bukan siapa-siapa,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&ldquo;Yang saya jaga bukan kursi seseorang, melainkan apakah organisasi yang ikut mendirikan republik ini masih boleh dimiliki oleh warganya sendiri, atau sudah berpindah tangan kepada siapa pun yang sanggup membayar," pungkasnya.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.ayojatim.com/po-content/uploads/2026/11/1002349213.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar ke-35 NU ke KPK. foto: dok.guslilur]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Diday Rosadi]]></dc:creator><category><![CDATA[News]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Perempuan Cantik Pelaku Penipuan Arisan Meow Rp4 Miliar Ditetapkan Tersangka]]></title>
                    <link>https://ayojatim.com/news-27618-perempuan-cantik-pelaku-penipuan-arisan-meow-rp4-miliar-ditetapkan-tersangka</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://ayojatim.com/news-27618-perempuan-cantik-pelaku-penipuan-arisan-meow-rp4-miliar-ditetapkan-tersangka</guid>
                    <pubDate>Thu, 05 Nov 2026 19:10:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Penyidik Polda Jatim menegaskan bahwasanya penanganan perkara ini tetap berjalan profesional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ayojatim.com</strong> - Polda Jawa Timur resmi menetapkan seorang perempuan cantik berinisial MCL, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana berkedok Arisan Meow.</p>
<p>Pihak kepolisian juga langsung melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka pada hari ini, Kamis (5/11/2026). Saat ini, MCL telah dijebloskan ke sel tahanan Rutan Polda Jawa Timur.</p>
<p>Penetapan tersangka tersebut dilakukan usai penyidik menggelar perkara serta serangkaian pemeriksaan intensif.</p>
<p>Kasus ini resmi ditangani setelah diterimanya laporan polisi nomor LP/B/1080/VIII/2026/SPKT/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 11 Agustus 2026 atas nama pelapor Ara Herawati.</p>
<p>"Saat ini dapat saya sampaikan bahwa penyidik telah menetapkan satu orang tersangka yang diduga berkaitan dengan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan berkedok Arisan Meow. Terhadap yang bersangkutan telah dilakukan penangkapan dan penahanan pada hari ini," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast.</p>
<p>Berdasarkan data laporan yang masuk ke kepolisian, tercatat sedikitnya ada enam orang korban yang melapor dengan total kerugian yang fantastis, mencapai Rp4,075 miliar.</p>
<p>Selain Ara Herawati selaku pelapor, nama-nama korban lain yang tercatat yakni Netty Hariati, Siti Aminah, Dinda, Lie Silviana, dan Chester Jeveline.</p>
<p>Dalam praktiknya, Arisan Meow menggaet para korbannya dengan menawarkan berbagai macam skema transaksi, seperti arisan menurun, take over, overload, hingga dana pinjaman. Seluruh dana dari para peserta diminta disetorkan ke rekening tertentu yang dikuasai tersangka.</p>
<p>Selama proses penyelidikan, penyidik Polda Jatim telah memeriksa delapan orang saksi serta tersangka. Polisi juga mengamankan dokumen berupa rekening koran untuk kepentingan pendalaman materi perkara.</p>
<p>"Kami juga terus menelusuri aliran dana dan aset yang diduga terkait dengan perkara tersebut," kata Abast.</p>
<p>Atas kejadian ini, Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah tergiur dengan berbagai tawaran investasi atau arisan yang mengiming-imingi keuntungan tidak wajar.</p>
<p>Bagi warga yang merasa turut menjadi korban namun belum melapor, diimbau untuk segera mendatangi Mapolda Jatim guna melengkapi data laporan.</p>
<p>Penyidik menegaskan bahwasanya penanganan perkara ini tetap berjalan profesional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.ayojatim.com/po-content/uploads/2026/11/penipuan-arisan-meow.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Dok. Humas Polda Jatim).]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Zain Ahmad]]></dc:creator><category><![CDATA[News]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Adu Kreativitas Meracik Gelato, Peserta Asia Berebut Tiket ke Italia]]></title>
                    <link>https://ayojatim.com/news-27622-adu-kreativitas-meracik-gelato-peserta-asia-berebut-tiket-ke-italia</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://ayojatim.com/news-27622-adu-kreativitas-meracik-gelato-peserta-asia-berebut-tiket-ke-italia</guid>
                    <pubDate>Thu, 05 Nov 2026 18:25:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Gelato World Cup Asian Gelatiere Individual Competition yang digelar di ajang KRISTAInterFOOD 2026..]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong style="font-size: 1.1rem;">TANGERANG</strong><span style="font-size: 1.1rem;"> &ndash; Sebanyak 10 peserta dari berbagai negara Asia beradu kemampuan meracik gelato dalam Gelato World Cup Asian Gelatiere Individual Competition yang digelar di ajang KRISTAInterFOOD 2026, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang.</span></p>
<p>Dalam kompetisi tersebut, setiap peserta ditantang membuat dua jenis gelato, yakni milk base dan water base, dengan waktu pengerjaan hanya satu jam. Ajang ini menguji keterampilan teknik, kreativitas, serta kemampuan peserta menghasilkan perpaduan rasa yang seimbang.</p>
<p>Captain Floor Gelato World Cup di KRISTAInterFOOD 2026, Caesar Andri, menjelaskan setiap negara mengirimkan satu peserta yang didampingi seorang asisten selama proses pengerjaan.</p>
<p>Pada kategori milk base, peserta harus menyajikan gelato dengan cita rasa autentik yang merepresentasikan karakter negara masing-masing. Sementara pada kategori water base, peserta menghadapi tantangan meracik gelato menggunakan puree buah yang ditentukan melalui undian atau sistem black box.</p>
<p>&ldquo;Jadi, begitu peserta naik, baru kami lakukan undian. Masing-masing negara akan mendapatkan buah apa. Nah, di situlah kemampuan peserta akan diuji karena resepnya langsung dibuat dalam waktu satu jam,&rdquo; ujar Caesar, Kamis (5/11).</p>
<p>Untuk memperkaya cita rasa, peserta diperbolehkan menambahkan rempah-rempah dan fresh herbs. Panitia menyediakan berbagai bahan tambahan, mulai dari kayu manis (cinnamon), cengkih (clove), thyme, rosemary, basil, hingga pandan.</p>
<p>Peserta dituntut mampu memadukan bahan-bahan tersebut secara tepat agar menghasilkan cita rasa harmonis tanpa menghilangkan karakter utama buah yang digunakan.</p>
<p>Menurut Caesar, penilaian kompetisi mencakup sejumlah aspek, antara lain suhu penyajian (serving temperature), tampilan gelato, komposisi bahan, serta keseimbangan rasa.</p>
<p>&ldquo;Apakah rasa buahnya bisa keluar semuanya atau justru tertutup rasa manis, kemudian apakah kombinasi rasanya cocok atau tidak. Itu menjadi bagian yang dinilai,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Indonesia diwakili Alvin Tanudjaya, pemilik Latteria Gelato and Dessert Bar. Alvin dijadwalkan bertanding pada hari kedua bersama peserta dari Korea Selatan, Thailand, Taiwan, dan China.</p>
<p>Sementara itu, lima negara yang tampil pada hari pertama adalah Singapura, Malaysia, Hong Kong, Vietnam, dan Jepang.</p>
<p>Kompetisi ini menghadirkan lima juri, yakni Chef Jason Tan Yirong dari Singapura, Chef Yoo Siyeon yang merupakan runner-up kompetisi gelato pada 2024, serta Rizki Pradana, Edwin Pangestu, dan Talita Setyadi.</p>
<p>Caesar memperkirakan persaingan tahun ini berlangsung ketat. Sejumlah peserta dinilai memiliki kemampuan dan pengalaman dalam mengikuti kompetisi gelato tingkat internasional.</p>
<p>&ldquo;Persaingannya pasti ketat. Tim Jepang juga turun, sebelumnya pernah bersama saya berkompetisi di World Gelato Cup. Tim Malaysia pun kuat, dan negara-negara lain juga punya kelebihan masing-masing,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Pemenang Asian Gelatiere Individual Competition akan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat internasional di Italia pada 2027.</p>
<p>Caesar mengatakan KRISTAInterFOOD 2026 menjadi penyelenggaraan perdana kompetisi gelato individual tersebut di Indonesia. Dia berharap ajang ini dapat menjadi ruang bagi para profesional gelato di Asia untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mendorong kreativitas dan peningkatan kualitas industri gelato.</p>
<p>&ldquo;Untuk kompetisi individual ini menjadi yang pertama. Kalau Asian Gelato atau World Gelato Cup sendiri sudah diselenggarakan secara berkala, kurang lebih setiap dua tahun sekali,&rdquo; pungkasnya.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.ayojatim.com/po-content/uploads/2026/11/kristainterfood-2026-jakarta.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Gelato World Cup Asian Gelatiere Individual Competition yang digelar di ajang KRISTAInterFOOD 2026, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang. Foto: Julian/Ayojatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Amal Jaelani]]></dc:creator><category><![CDATA[Wisata & Kuliner]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Berawal dari Jual Pulsa, Rahmansya Kembangkan Usaha Agen BRILink di Gresik]]></title>
                    <link>https://ayojatim.com/news-27616-berawal-dari-jual-pulsa-rahmansya-kembangkan-usaha-agen-brilink-di-gresik</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://ayojatim.com/news-27616-berawal-dari-jual-pulsa-rahmansya-kembangkan-usaha-agen-brilink-di-gresik</guid>
                    <pubDate>Thu, 05 Nov 2026 13:18:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Muhammad Rahmansya Al Fany mengembangkan Agen BRILink di Gresik dengan dukungan KUR BRI dan tiga karyawan.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong style="font-size: 1.1rem;">GRESIK</strong><span style="font-size: 1.1rem;"> - Berawal dari usaha kecil berjualan pulsa dan aksesori telepon seluler, Muhammad Rahmansya Al Fany berhasil mengembangkan bisnisnya menjadi Agen BRILink.</span></p>
<p><span style="font-size: 1.1rem;">Usaha seorang Muhammad Rahmansya Al Fany melayani beragam kebutuhan transaksi keuangan masyarakat di Kelurahan Domas, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.</span></p>
<p>Perkembangan usaha tersebut tidak hanya memperluas layanan keuangan bagi warga sekitar, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi tiga orang karyawan yang berasal dari lingkungan tempat tinggalnya.</p>
<p>Sebelum menjadi Agen BRILink, Rahmansya lebih dulu menjalankan usaha konter pulsa dan aksesori ponsel. Usahanya cukup ramai dikunjungi pelanggan. Namun, ada satu kebutuhan konsumen yang belum bisa ia layani, yakni transaksi tarik tunai dan berbagai pembayaran perbankan.</p>
<p>Kesempatan mengembangkan usaha datang ketika seorang tenaga pemasaran BRILink BRI Domas berkunjung ke tokonya dan menawarkan kemitraan sebagai Agen BRILink.</p>
<p>Rahmansya sempat ragu menerima tawaran tersebut karena keterbatasan modal. Setelah berdiskusi dengan petugas BRI, ia mendapat informasi mengenai fasilitas pinjaman yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perputaran dana operasional agen.</p>
<p>"Awalnya saya hanya berjualan pulsa dan beberapa aksesori HP. Usaha sudah cukup ramai, tetapi banyak pelanggan yang bertanya apakah bisa tarik tunai atau melakukan pembayaran lainnya. Saat itu saya hanya bisa menjawab belum bisa," ujar Rahmansya.</p>
<p>Ia kemudian memutuskan mengambil peluang menjadi Agen BRILink. Meski pada masa awal operasional jumlah transaksi masih terbatas karena belum banyak masyarakat yang mengenal layanannya, Rahmansya terus memperkenalkan usaha tersebut kepada warga.</p>
<p>Perlahan, kepercayaan pelanggan tumbuh. Toko yang semula dikenal sebagai konter pulsa kini juga menjadi salah satu tempat masyarakat melakukan berbagai transaksi perbankan.</p>
<p>Dalam mengembangkan bisnisnya, Rahmansya memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Dana pinjaman pertama digunakan untuk memperkuat modal kerja, terutama memenuhi kebutuhan perputaran uang dalam transaksi Agen BRILink.</p>
<p>Ketersediaan modal menjadi aspek penting dalam menjalankan bisnis keagenan perbankan. Pasalnya, agen perlu memiliki likuiditas yang memadai agar dapat melayani kebutuhan transaksi pelanggan, termasuk penarikan tunai.</p>
<p>Selain dukungan permodalan, Rahmansya juga memanfaatkan sejumlah layanan digital BRI untuk meningkatkan kemudahan operasional.</p>
<p>Ia menggunakan QRIS BRI untuk menerima pembayaran digital, BRImo untuk membantu proses transfer dan pengecekan transaksi, serta mesin EDC BRILINK bagi pelanggan yang ingin bertransaksi menggunakan kartu.</p>
<p>Pemanfaatan layanan tersebut membuat proses transaksi lebih praktis dan cepat. Pelanggan juga memiliki lebih banyak pilihan metode pembayaran sehingga tidak selalu bergantung pada uang tunai.</p>
<p>Pertumbuhan Agen BRILink Rahmansya turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Saat ini, ia telah mempekerjakan tiga orang karyawan yang berasal dari lingkungan tempat tinggalnya.</p>
<p>Keberadaan karyawan membantu menjaga kelancaran pelayanan, terutama ketika kebutuhan transaksi masyarakat meningkat atau saat kantor bank tidak beroperasi pada hari libur.</p>
<p>"Cukup lumayan, sekarang saya memiliki tiga karyawan dari tetangga terdekat. Mereka membantu melayani transaksi masyarakat, terutama pada hari-hari ketika bank libur," katanya.</p>
<p>Bagi Rahmansya, keberadaan Agen BRILink bukan sekadar peluang untuk memperbesar bisnis pribadi. Lebih dari itu, usaha tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses transaksi keuangan yang lebih mudah tanpa harus selalu datang ke kantor bank.</p>
<p>Ke depan, Rahmansya memiliki ambisi untuk memperluas jangkauan usahanya dengan membuka cabang Agen BRILink di sejumlah daerah.</p>
<p>Ia ingin menghadirkan layanan transaksi perbankan di wilayah yang lokasinya relatif jauh dari kantor bank. Dengan begitu, masyarakat dapat melakukan berbagai kebutuhan transaksi secara lebih dekat, aman, dan cepat.</p>
<p>"Untuk langkah ke depan, saya ingin membuka cabang di berbagai daerah yang jauh dari kantor bank. Harapannya, saya bisa membantu orang-orang di sekitar untuk melakukan transaksi dengan aman dan cepat," tutur Rahmansya.</p>
<p>Perjalanan Rahmansya menunjukkan bagaimana peluang usaha dapat tumbuh dari kebutuhan sederhana masyarakat. Berangkat dari konter pulsa, ia kini mengembangkan layanan keuangan berbasis keagenan yang tidak hanya memperluas usahanya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://static.ayojatim.com/po-content/uploads/2026/11/muhammad-rahmansya-al-fany.webp" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Muhammad Rahmansya Al Fany, berjualan pulsa dan aksesori telepon seluler di Kelurahan Domas, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Foto: Ist/Ayojatim]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Amal Jaelani]]></dc:creator><category><![CDATA[Ekonomi & Bisnis]]></category></item></channel></rss>