Bikin Warga Jantungan, Inilah Momen Wagub Emil Dardak Naik Tanggul Proteksi Banjir di Gresik

Wagub Jatim Emil Dardak  tanggul parapet sepanjang 400 meter di Desa Boboh, Cerme, Gresik pada Selasa, 4 Maret 2025. Foto: IG@emildardak
Wagub Jatim Emil Dardak tanggul parapet sepanjang 400 meter di Desa Boboh, Cerme, Gresik pada Selasa, 4 Maret 2025. Foto: IG@emildardak

GRESIK - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, melakukan peninjauan langsung ke tanggul parapet sepanjang 400 meter di Desa Boboh, Cerme, Gresik pada Selasa, 4 Maret 2025.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat efektivitas tanggul dalam mengurangi risiko banjir akibat meluapnya Kali Lamong.

Wagub Jatim Emil Dardak memantau Kali Lamong dari tanggul parapet di Desa Boboh, Cerme, GresikWagub Jatim Emil Dardak memantau Kali Lamong dari tanggul parapet di Desa Boboh, Cerme, Gresik

Tanggul yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo di atas lahan yang dibebaskan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik tersebut terbukti telah berhasil melindungi warga setempat dari banjir.

"Mau tidak mau harus naik ke atas tanggul untuk melihat efektivitas dalam mengurangi risiko banjir," tulis Emil Dardak di laman Instagranm resminya.

Ia mengakui kesulitannya dalam memanjat tanggul dan meminta maaf kepada tim di lapangan yang mungkin merasa khawatir melihatnya.

"Maaf kepada rekan-rekan di lapangan yang jadi jantungan melihat saya tidak mahir memanjat tanggul," tambahnya.

Keberhasilan tanggul ini menjadi landasan penting bagi perencanaan aksi pengendalian banjir di tahun 2025 dan 2026.

Wagub Jatim Emil Dardak menyapa warga usai melakukan peninjauan langsung ke tanggul parapet sepanjang 400 meter di Desa Boboh, Cerme, GresikWagub Jatim Emil Dardak menyapa warga usai melakukan peninjauan langsung ke tanggul parapet sepanjang 400 meter di Desa Boboh, Cerme, Gresik

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menggunakan data dan pengalaman dari Desa Boboh untuk merancang strategi yang lebih komprehensif dalam mengatasi permasalahan banjir di titik-titik lain yang masih rawan terdampak.

Peninjauan ini juga sekaligus menjadi kesempatan bagi Emil Dardak untuk meninjau lokasi pengungsian di Desa Boboh dan memastikan kesiapannya menghadapi potensi banjir di masa mendatang.

"Ini jadi landasan untuk merancang rencana aksi 2025 dan 2026 di titik-titik yang masih terdampak banjir saat ini," jelas Emil.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan BBWS Bengawan Solo dalam upaya penanggulangan bencana banjir.

Di akhir kunjungannya, Emil Dardak menyampaikan ucapan selamat sahur kepada seluruh tim yang bertugas.

Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana alam dan memastikan keselamatan warga Jawa Timur.

 

Editor : Alim Perdana