Ayojatim.com - Pembangunan jembatan tanggap bencana di Desa Gejagan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk akhirnya tuntas.
Jembatan rangka besi tersebut kini sudah bisa dimanfaatkan warga dan langsung berdampak pada aktivitas sehari-hari, terutama sektor pertanian.
Pembangunan jembatan ini merupakan instruksi Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang kemudian dikerjakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk.
Infrastruktur baru itu menggantikan jembatan lama yang telah rusak parah dan putus, setelah berdiri sejak 1980.
Kepala Desa Gejagan, Dedy Nawan, mengatakan keberadaan jembatan baru sangat membantu mobilitas warga. Pasalnya, hampir 50 persen lahan pertanian desa berada di sisi timur jembatan.
“Selama ini itu akses utama ke sawah. Sekarang jauh lebih lancar,” katanya, Selasa (3/3/2026).
Tak hanya memperlancar akses, jembatan baru ini juga menjadi solusi atas persoalan banjir yang selama bertahun-tahun menghantui warga.
Sebelumnya, setiap hujan deras, aliran Sungai Kuncir Kanan kerap meluap. Penyebabnya, tumpukan bambu yang hanyut tersangkut di pilar jembatan lama hingga menyumbat aliran air. Akibatnya, air meluber dan merendam permukiman serta area persawahan.
“Di sisi timur jembatan ada kompleks perumnas, itu selalu kebanjiran sampai setinggi perut,” jelas Dedy.
Banjir terparah terjadi pada 2023. Sejak jembatan baru dibangun dengan konstruksi yang lebih terbuka, aliran sungai kini lebih lancar dan tidak lagi tersumbat. Warga pun merasakan perubahan signifikan.
Aminudin, yang tinggal di sekitar jembatan, mengaku bersyukur kini terbebas dari banjir.
Hal serupa disampaikan Yunarti, warga di seberang jembatan. Ia tampak semringah saat melintasi jembatan yang kini kokoh.
“Matur nuwun Bapak Marhaen sudah membangun jembatan ini. Akses lebih lancar dan sekarang bebas banjir,” ungkapnya.
Editor : Zain Ahmad