ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Ulama dan Akademisi Probolinggo KH Mohammad Ramli Syahir Tutup Usia

avatar AM Lukman J
  • URL berhasil dicopy
KH. Dr. M. Ramli Syahir, Lc., M.Si., semasa hidup. Foto: Dok-keluarga/Ayojatim
KH. Dr. M. Ramli Syahir, Lc., M.Si., semasa hidup. Foto: Dok-keluarga/Ayojatim

PROBOLINGGO — Kabar duka menyelimuti dunia pesantren dan pendidikan Islam di Kabupaten Probolinggo. Pengasuh Pondok Pesantren Ulil Albab yang berlokasi di Jalan Raya Gending, Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, KH. Dr. M. Ramli Syahir, Lc., M.Si., wafat pada Jumat (27/2/2026).

Kepergian ulama kharismatik tersebut meninggalkan duka mendalam bagi para santri, kolega akademik, serta masyarakat luas yang mengenalnya sebagai figur pendidik, pemikir, sekaligus pembimbing umat.

KH. Dr. M. Ramli Syahir, Lc., M.Si., dikenal sebagai dosen dan pembimbing yang mampu menjembatani tradisi keilmuan klasik dengan pendekatan ilmiah modern. Ia merupakan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton serta alumnus Universitas Saddam Hussein, Irak.

Semasa hidupnya, ia mendedikasikan diri untuk membina generasi muda dalam tradisi Ahlussunnah wal Jamaah dengan penekanan pada penguasaan ilmu agama yang mendalam dan pembentukan akhlak.

Pesantren yang dipimpinnya berkembang tidak hanya sebagai pusat pengkajian kitab kuning, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial.

Di bawah kepemimpinannya, lahir santri-santri yang tidak hanya kuat dalam keilmuan, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial. Di mata rekan sejawat dan para santri, ia dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, santun dalam berdialog, namun tegas dalam prinsip. Dakwahnya tidak semata melalui ceramah, melainkan juga melalui keteladanan hidup, kesederhanaan, kedisiplinan, serta komitmen terhadap pendidikan umat.

Selain aktif di lingkungan pesantren, almarhum juga berkiprah sebagai akademisi dengan latar belakang pendidikan tinggi. Dalam berbagai forum ilmiah dan keagamaan, ia kerap menekankan pentingnya etika dalam kehidupan publik serta tanggung jawab sosial kaum terdidik. Pemikirannya memberi warna dalam diskursus keislaman dan sosial kemasyarakatan di daerahnya.

Di lingkungan Nahdlatul Ulama, almarhum dikenal sebagai figur rujukan dalam berbagai persoalan keagamaan dan sosial.

KH. Dr. M. Ramli Syahir, Lc., M.Si., juga pernah tercatat sebagai Wakil Mudir Idaroh Syu’biyah Jatman Kota Kraksaan Probolinggo.

Dalam tradisi Islam, Jumat dikenal sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari, sementara Ramadan merupakan bulan penuh rahmat dan ampunan. Wafatnya seorang alim pada momentum tersebut dipandang banyak kalangan sebagai pertanda husnul khatimah.

Kepergiannya pada Jumat di bulan Ramadan menghadirkan kesedihan sekaligus doa terbaik dari umat yang ditinggalkannya. Dunia pesantren kehilangan pembimbing, dunia akademik kehilangan intelektual, dan masyarakat kehilangan figur peneduh.

Meski demikian, warisan ilmu, nilai, dan gagasan yang telah ia tanamkan diyakini akan terus hidup melalui generasi yang pernah ia didik.

Editor :