JAKARTA — Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam memperkuat program magang dan pelatihan bersertifikat untuk pemuda, sebagai upaya meningkatkan kesiapan kerja dan daya saing generasi muda di tengah perubahan struktur ketenagakerjaan nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan Lia saat melakukan dialog bersama Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Drs. Yohan, M.Si, di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Lia menilai pendekatan magang dan sertifikasi menjadi jawaban konkret atas tantangan pengangguran pemuda yang semakin kompleks.
“Hari ini ijazah saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah keterampilan dan pengalaman kerja yang dibuktikan dengan sertifikat,” Senator Lia Istifhama, dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Menurut Lia, banyak pemuda Indonesia memiliki latar pendidikan tinggi, namun belum sepenuhnya siap memasuki dunia kerja karena minimnya pengalaman praktis.
Oleh karena itu, program magang yang terintegrasi dengan pelatihan bersertifikat dinilai strategis untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Dalam dialog tersebut, Kemenpora memaparkan berbagai program pelatihan kepemudaan yang dirancang tidak hanya menghasilkan sertifikat, tetapi juga memberikan pembekalan keterampilan aplikatif, khususnya di bidang teknologi informasi, komunikasi, dan kewirausahaan.
Pelatihan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga sertifikasi kompetensi agar hasilnya diakui secara luas.
Lia mengapresiasi komitmen Kemenpora yang memastikan sertifikat tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan menjadi modal nyata bagi pemuda untuk mengakses lapangan kerja atau memulai usaha mandiri.
“Sertifikat itu harus benar-benar mencerminkan kemampuan. Dengan begitu, pemuda punya bekal untuk bekerja di mana saja atau membuka usaha sendiri,” katanya.
Selain itu, Lia juga menilai program magang sebagai sarana pembentukan karakter kerja, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi.
Menurutnya, pengalaman magang akan membantu pemuda memahami realitas dunia kerja sejak dini dan mengurangi potensi frustrasi saat memasuki pasar tenaga kerja.
Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Yohan menjelaskan bahwa program magang dan sertifikasi menjadi bagian dari strategi nasional untuk menekan angka pengangguran pemuda.
Kemenpora, kata dia, terus memperluas kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan dunia usaha agar akses pelatihan semakin merata.
Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara DPD RI dan Kemenpora dalam mendorong kebijakan kepemudaan yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Lia berharap program magang dan sertifikasi dapat terus diperluas sehingga semakin banyak pemuda Indonesia memiliki kompetensi yang relevan dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Editor : Diday Rosadi