ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Lawan Abrasi, Pertagas Tanam 4.300 Pohon di Enam Wilayah Operasi

avatar Ali Masduki
  • URL berhasil dicopy
Pertagas tanam 4.300 pohon di 6 wilayah untuk amankan ekosistem pesisir dan dukung target Net Zero Emission Indonesia. Foto/Pertagas
Pertagas tanam 4.300 pohon di 6 wilayah untuk amankan ekosistem pesisir dan dukung target Net Zero Emission Indonesia. Foto/Pertagas

SURABAYA - Kerusakan pesisir akibat abrasi menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat pantai. Menyadari risiko tersebut, PT Pertamina Gas (Pertagas) mengambil langkah konkret dengan memfungsikan kembali benteng alami lewat penanaman 4.300 bibit pohon di enam wilayah operasionalnya.

Langkah ini bukan sekadar perayaan seremonial ulang tahun perusahaan ke-19, melainkan investasi jangka panjang pada lingkungan dan mitigasi perubahan iklim. Pusat aksi kali ini menyasar Kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya, di mana para pekerja Pertagas menyumbangkan 1.900 bibit mangrove.

Secara serentak, aksi hijau ini menjalar ke wilayah operasional lainnya, mulai dari Dumai, Kutai Timur, Indramayu, Palembang, hingga Pangkalan Brandan. Selain mangrove, perusahaan menyebar berbagai jenis pohon kayu dan tanaman endemik yang disesuaikan dengan karakteristik ekosistem setempat.

Pilihan menanam mangrove di Surabaya bukan tanpa alasan teknis. Secara biologis, satu pohon mangrove mampu menyerap emisi karbon dioksida ($CO_2$) hingga 4,7 kilogram per tahun. Jika dikalikan dengan ribuan bibit yang tertanam, Pertagas tengah membangun aset penyerap karbon yang masif guna mengejar target net zero emission.

Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai agenda rutin yang memiliki dampak berantai.

"Kegiatan ini kami pastikan berjalan berkesinambungan, bukan sekadar seremoni singkat. Penanaman mangrove adalah upaya nyata dalam menjaga ekosistem pesisir yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat dalam jangka panjang," ujar Indra saat memberikan keterangan di Surabaya, Selasa (7/4).

Indra menambahkan, keberhasilan menjaga alam tidak bisa dikerjakan sendirian oleh korporasi. Sinergi dengan pemerintah daerah dan warga lokal menjadi kunci agar bibit yang ditanam tidak mati sia-sia dan benar-benar tumbuh menjadi hutan pelindung.

Upaya ini mendapat respons positif dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jatim, Nurkholis, menyebut kontribusi sektor swasta seperti Pertagas sangat membantu pemerintah dalam memulihkan tutupan lahan hijau di wilayah pesisir.

"Kami mengapresiasi langkah Pertagas yang menjadikan momen ulang tahunnya sebagai ajang kontribusi bagi kelestarian alam melalui penanaman mangrove ini," kata Nurkholis.

Seiring bertambahnya usia, unit usaha Subholding Gas Pertamina ini tampaknya ingin membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis energi harus berjalan beriringan dengan pemulihan alam.

Melalui payung Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan berkomitmen menjadikan program penghijauan sebagai bagian tetap dari strategi operasional di masa depan.

Bagi Pertagas, menjaga garis pantai berarti mengamankan ruang hidup masyarakat sekaligus memastikan infrastruktur energi di sekitarnya tetap terlindungi dari dampak buruk perubahan iklim.

Editor :