SURABAYA – Kesadaran menjaga bumi dari ancaman perubahan iklim kini masuk ke ruang-ruang santai anak muda. Hanaka Social Space, salah satu tempat nongkrong Surabaya yang berlokasi di Jl. Flores No.18, Ngagel, Wonokromo, menginisiasi gerakan pelestarian lingkungan lewat aksi nyata daur ulang dan penghijauan.
Langkah tersebut menyasar langsung generasi Z dan komunitas lokal agar lebih peduli terhadap isu polusi serta pengurangan sampah plastik di kota pahlawan.
Sebagai bentuk komitmen, kafe di Surabaya tersebut menggandeng inisiatif pengolah limbah lokal yang fokus mengubah sampah plastik menjadi produk furnitur daur ulang bernilai guna tinggi. Kolaborasi tersebut sekaligus menandai pembukaan agenda rutin bulanan bertajuk Pop Up Market Hanaka Social Space.
Owner Hanaka Social Space, Prasetyo Hadi Susanto menjelaskan bahwa bumi saat ini sedang menghadapi tekanan berat akibat kenaikan suhu global dan penyusutan ruang terbuka hijau.
Alumnus S1 Unitomo Surabaya sekaligus lulusan Magister Ilmu Ekonomi FEB Universitas Trisakti yang akrab disapa Bang Yok tersebut memandang pelaku usaha harus mengambil peran aktif dalam pemulihan ekosistem.
"Kegiatan hari ini bukan seremonial belaka. Kita menanam tanaman di dalam pot sebagai langkah awal membangun kebiasaan baik demi masa depan lingkungan yang lebih sehat dan sejuk," ujar Bang Yok saat membuka acara di kawasan Ngagel tersebut.
Menurutnya, aksi menanam bersama memiliki kekuatan untuk berubah menjadi gerakan sosial yang masif. Kemitraan dengan produsen furnitur berbahan dasar sampah plastik juga sengaja dihadirkan guna memberi contoh konkret pengelolaan limbah di lingkungan sekitar.
"Sesuatu yang selama ini dianggap limbah terbukti bisa berumur panjang dan punya nilai baru jika disentuh dengan kepedulian serta kreativitas. Alam merupakan titipan untuk generasi masa depan, bukan warisan masa lalu," lanjutnya.
Melalui program Pop Up Market, Hanaka Social Space memproyeksikan area kafe menjadi wadah edukasi, hiburan, sekaligus ruang tumbuh bagi pelaku UMKM. Sektor kreatif, isu sosial, seni, hingga budaya akan dikemas lewat pendekatan yang santai agar lebih mudah diterima oleh anak muda.
Editor : Amal Jaelani