SURABAYA - Akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas mendapat suntikan tenaga baru. Universitas Airlangga (UNAIR) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang guna mempercepat peningkatan mutu pelayanan sekaligus kualitas pendidikan tenaga medis.
Langkah ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan, dan Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran MKP, di Gedung Kantor Manajemen Kampus MERR-C, Rabu (1/4/2026).
Kerja sama ini tidak hanya melibatkan universitas secara makro, tetapi juga menyentuh unit teknis seperti Fakultas Kedokteran (FK) dan Rumah Sakit UNAIR (RSUA).
Prof Madyan menyatakan bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan fasilitas kesehatan merupakan langkah nyata untuk menjawab tantangan kebutuhan medis di lapangan. Menurutnya, sinergi ini akan memberikan dampak langsung pada kualitas penanganan pasien di daerah.
"Kami ingin memastikan kolaborasi ini menghasilkan dampak nyata. Kehadiran para pimpinan fakultas kesehatan di sini menunjukkan kesiapan kami untuk mengintegrasikan riset dan praktik lapangan demi kepentingan masyarakat luas," kata Prof Madyan.
Ia juga mewanti-wanti agar kesepakatan ini segera bergerak ke ranah operasional. Ia ingin program yang lahir dari kerja sama ini bersifat adaptif dan berkelanjutan, bukan sekadar seremoni di atas kertas.
Gayung bersambut, Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, melihat kemitraan ini sebagai peluang besar untuk meningkatkan standar rumah sakit yang dipimpinnya.
Sebagai alumni UNAIR, ia bertekad menjadikan RSUD Jombang sebagai wadah pendidikan medis yang mumpuni sekaligus pusat layanan yang lebih modern.
"Menjadi bagian dari jejaring UNAIR adalah kehormatan bagi kami. Fokus kami adalah menjalankan fungsi pendidikan dengan optimal tanpa mengesampingkan misi utama, yaitu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi warga," tutur dr Pudji.
Dalam teknis pelaksanaannya, kerja sama ini mencakup beberapa poin strategis yang saling berkesinambungan.
Pertama, dalam aspek pendidikan dan praktik, RSUD Jombang berperan sebagai pusat pengembangan kompetensi sekaligus tempat pengasahan skill bagi para calon dokter dan tenaga kesehatan.
Selain itu, kolaborasi ini juga menyasar sektor penelitian medis melalui pengembangan riset kesehatan yang berbasis langsung pada kasus lapangan di masyarakat.
Terakhir, sinergi ini difokuskan pada penguatan SDM yang diwujudkan melalui pertukaran keahlian guna mendorong peningkatan integritas serta kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) spesifik juga dilakukan oleh Dekan FK UNAIR, Prof Dr dr Eighty Mardiyan Kurniawati, serta Direktur RSUA, Dr dr Muhammad Ardian Chaya Laksana.
Melalui keterlibatan banyak pihak, kedua institusi optimistis standar kesehatan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Jombang dan sekitarnya, akan mengalami lompatan kualitas yang signifikan.
Editor : Alim Perdana