SURABAYA – Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2025 resmi di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (27/8/2025).
Sebagai ajang pameran otomotif tahunan, GIIAS Surabaya 2025 menghadirkan berbagai merek kendaraan global. Salah satunya adalah Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, yang secara resmi meluncurkan model terbaru mereka, VF 7.
VinFast (NASDAQ: VFS) merupakan anak perusahaan Vingroup JSC, salah satu konglomerasi terbesar di Vietnam. Fokus sebagai produsen kendaraan listrik murni, VinFast memiliki misi menjadikan EV lebih mudah diakses oleh semua kalangan. Produk VinFast mencakup SUV listrik, skuter listrik, hingga bus listrik, dengan pasar utama Amerika Utara, Eropa, dan Asia.
Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, menjelaskan bahwa kehadiran VF 7 GIIAS Surabaya 2025 juga menjadi langkah strategis VinFast dalam memperluas pasar kendaraan listrik di Jawa Timur yang dikenal potensial. Ini juga menjadi debut perdana VF 7 di Jawa Timur.
"VinFast menghadirkan dua model VF 7 pada GIIAS Surabaya 2025, yakni VF 7 ECO yang dibanderol dengan harga mulai Rp511 juta, dan VF 7 PLUS yang dibanderol dengan harga Rp611 juta (OTR Jawa Timur)," jelasnya.
Mengusung konsep desain “Asymmetric Aerospace” hasil kolaborasi dengan Torino Design (Italia), VF 7 tampil modern dengan dimensi ideal: panjang 4.545 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.635 mm, wheelbase 2.840 mm, serta ground clearance 190 mm.
Interiornya dilengkapi kursi kulit premium, layar sentuh 12,9 inci, head-up display (HUD), kemudi D-cut, dan tombol transmisi bergaya piano.
Dari sisi performa, VF 7 Plus, memiliki motor ganda 260 kW (349 hp), torsi 500 Nm, baterai 70,8 kWh, jarak tempuh hingga 471 km (NEDC). Sedangkan untuk VF 7 Eco, dilengkapi motor tunggal 130 kW (174 hp), torsi 250 Nm, baterai 59,6 kWh, jarak tempuh hingga 430 km (NEDC).
Selain VF 7, VinFast sebelumnya juga telah memperkenalkan lini kendaraan listrik lain seperti VF 3, VF 5, VF 6, dan VF e34. Perusahaan juga menggandeng dealer, bengkel resmi, hingga mitra perbankan untuk memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Dan, bagi konsumen yang memilih skema berlangganan baterai, harga menjadi lebih kompetitif, yaitu Rp461 juta untuk Eco dan Rp551 juta untuk Plus. Konsumen juga dapat menikmati biaya berlangganan baterai bulanan yang terjangkau, yakni Rp905 ribu untuk VF 7 Eco dan Rp1,031 juta untuk VF 7 Plus.
Bahkan, VinFast memberikan harga spesial early bird bagi 200 pelanggan pertama dengan banderol mulai Rp430 juta untuk varian Eco dan Rp520 juta untuk varian Plus.
Selain potongan harga, VinFast menawarkan skema pembiayaan ringan. VF 7 Eco dapat dimiliki dengan uang muka sekitar Rp86,8 juta dan cicilan Rp11 juta per bulan. Varian Plus tersedia dengan DP Rp101,8 juta dan cicilan Rp12,9 juta per bulan.
VinFast juga memberikan fasilitas gratis pengisian daya hingga 1 Maret 2028 di jaringan stasiun V-GREEN, sebuah nilai tambah yang memperkuat ekosistem mobil listrik di Indonesia
VinFast juga memberikan jaminan purna jual dan keamanan bagi para konsumennya. Hal tersebut menurut Kariyanto, untuk memberikan kepastian investasi, VinFast menghadirkan jaminan buyback hingga 90% setelah 6 bulan penggunaan, dan 70% setelah 3 tahun. Selain juga, garansi bagi konsumen kendaraan 10 tahun atau 200.000 km.
Soal keselamatan, VF 7 dilengkapi 7 airbag serta teknologi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) dengan 17 fitur modern, termasuk Highway Assist, Auto Lane Changing Assist, Emergency Braking, hingga 360 Surround View Monitoring.
Tahun ini, fokus utama pameran GIIAS Surabaya 2025 adalah mobilitas ramah lingkungan dan elektrifikasi, sejalan dengan tren global dan roadmap pemerintah menuju transisi energi bersih.
Kariyanto juga menambahkan, bahwa peluncuran tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaannya di Indonesia.
“Melalui VF 7 dan portofolio kendaraan listrik lainnya, kami ingin mendukung transisi menuju mobilitas hijau nasional. Program For a Green Future kami hadirkan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga untuk membangun warisan keberlanjutan bagi generasi mendatang,” pungkas Kariyanto.
Editor : Amal Jaelani