SURABAYA - Ada banyak momentum sejarah yang terjadi dari berbagai peristiwa penting yang telah terjadi. Dan, beberapa peristiwa menjadi sebuah momentum yang pada akhirnya terus diperingati sebagai sebuah simbol atau tanda sebagai pengingat pada nilai-nilai sejarahnya, termasuk juga di Indonesia. Setiap peringatan ini memiliki makna dan tujuan yang mendalam, mencerminkan komitmen negara terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Di Indonesia sendiri, pada bulan Juli juga dipenuhi dengan berbagai momentum dan peringatan penting yang mencakup berbagai aspek mulai dari keamanan, ekonomi, pendidikan, dan hak anak.
Berikut 5 momentum perayaan yang selalu diperingati setiap bukan Juli di Indonesia.
1. Hari Bhayangkara
Hari Bhayangkara selalu diperingati pada bulan Juli setiap tahunnya, Tepatnya setiap tanggal 1 Juli. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghormati momentum berdirinya Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Namun tanggal 1 Juli sendiri sebenarnya bukanlah Hari Lahir korps Bhayangkara. Namun Momentum Hari Bhayangkara dipilih pada tanggal ini, karena bertepatan dengan turunnya Penetapan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 1946.
Peraturan yang terbit pada 1 Juli 1946 tersebut mengubah kepolisian yang semula terpisah sebagai kepolisian daerah, menjadi satu kesatuan nasional. Sebelumnya, kepolisian berada di bawah Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara. Tanggung jawabnya semula hanya pada masalah administrasi. Sedangkan masalah operasional diserahkan kepada Jaksa Agung.
2. Hari Bank Indonesia
Hari Bank Indonesia merupakan peringatan tahunan yang diperingati setiap tanggal 5 Juli setiap tahunnya. Peringatan ini ditetapkan sebagai Hari Bank Indonesia, karena sesuai dengan riwayat dan sejarahnya. Berdasarkan Undang-Undang Darurat 5 Juli 1946, BNI adalah bank pertama yang didirikan pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan.
Karena pasca pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia kala itu, penjajah Belanda saat itu masih terus berusaha untuk menguasai Indonesia. Pada masa ini, melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA), penjajah Belanda kembali mendirikan DJB untuk mencetak dan mengedarkan uang NICA. Hal tersebut dimaksudkan dan bertujuan untuk mengacaukan ekonomi Indonesia. Maka mersepon hal tersebut, Pemerintah Republik Indonesia kala itu akhirnya membentuk bank sirkulasi bernama Bank Negara Indonesia (BNI). Selanjutnya, BNI menerbitkan uang dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI).
Meskipun berbeda dengan hari ulang tahun Bank Indonesia yaitu pada tanggal 1 Juli 1953. Hal ini bertepatan dengan terbitnya UU No.11 Tahun 1953 tentang Pokok Bank Indonesia, yang menggantikan DJB Wet Tahun 1922 dan resmi berdiri sebagai Bank Sentral Republik Indonesia
3. Hari Pustakawan
Hari Pustakawan diperingati sebagai momen penting bagi para pustakawan di seluruh Indonesia yang telah mengelola perpustakaan dan memberikan layanan kepada pemustaka.Pemilihan tanggal 7 Juli sendiri dimaksudkan sebagai Hari Pustakawan karena pada tanggal tersebut lahir Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) yang merupakan wadah Pustakawan untuk pengembangan literasi di Indonesia.
Peringatan ini ditetapkan oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI pada tahun 1990. Hari Pustakawan dicetuskan untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para pustakawan yang telah melakukan tugas dan tanggung jawabnya mereka
4. Hari Koperasi Indonesia
Hari Koperasi Indonesia atau Harkopnas diperingati sebagai bentuk penghormatan terhadap peran koperasi dalam membangun ekonomi Indonesia. Peringatan ini telah ditetapkan sejak tahun 1947 dan menjadi momen penting dalam sejarah ekonomi nasional. Koperasi Indonesia didirikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Drs. Moh. Hatta pada tanggal 12 Juli 1960. Sebagai tokoh dan ahli ekonomi, menurut Drs. Moh. Hatta adalah ekonomi kerakyatanlah yang bisa mensejahterakan rakyat Indonesia.
Penetapan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi Indonesia merupakan salah satu keputusan dari penyelenggaraan Kongres Koperasi I yang pertama kali diadakan di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 12 Juli 1947. Kongres ini juga menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi dan mendirikan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI).
Sedangkan Sejarah koperasi sendiri di Indonesia berawal pada tahun 1886. Kala itu, R. Aria Wiria Atmaja yang merupakan seorang Pamong Praja Patih telah mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri di Purwokerto. Tujuannya adalah untuk menolong para pegawai yang menderita karena terjerat lintah darat dengan bunga tinggi pada pinjaman.
5. Hari Anak Nasional
Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghormati hak-hak anak- anak Indonesia. Tanggal peringatan Hari Anak Nasional sebenarnya mengalami beberapa kali perubahan. Berdasarkan Sidang Kowani yang diadakan di Bandung pada tahun 1953
menetapkan setiap minggu kedua bulan Juli, tepat pada saat liburan kenaikan kelas untuk dilaksanakan secara rutin. Namun keputusan dianggap tidak memiliki nilai historis karena Pekan Kanak-Kanak tidak dilaksanakan pada tanggal tetap.
Pada era Presiden Soekarno, tepatnya tahun 1959, pemerintah Indonesia pernah menetapkan tanggal 1-3 Juni untuk merayakan hari anak di Indonesia. Tanggal terebut dipilih karena berdekatan dengan hari ulang tahun Presiden Soekarno, dan perayaan Hari Anak Internasional.
Saat Orde Baru, Presiden Soeharto mengubah tanggal peringatan Hari Kanak-Kanak Indonesia menjadi 23 Juli, Hal tersebut bertepatan dengan pengesahan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak pada tanggal 23 Juli 1979. Perubahan tersebut ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 44 Tahun 1984.
Editor : Amal Jaelani