Usung Gagasan Tumbuh Serentak, Nizar Maju Calon Ketua Umum PMII Surabaya

Reporter : Diday Rosadi
Nizar Luthfi Jauhari dari Komisariat PMII Unair resmi mencalonkan diri sebagai Kandidat Ketua Umum PMII Surabaya. foto: ayojatim/fjn.

SURABAYA - Konferensi Pemilihan Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Surabaya tahun 2026 akan dimulai awal bulan Oktober, Nizar Luthfi Jauhari resmi mendaftarkan diri dengan membawa gagasan transformatif.

Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga ini resmi mencalonkan diri dengan mengusung gagasan besar atau visi bertajuk "Tumbuh Serentak". 

Baca juga: Wagub Emil Dardak Ajak Ning Lia Bangun Jawa Timur, Sinyal EMILIA ?

Gagasan ini mengadopsi
kaidah Al-muhafadhotu 'ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah atau memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.

Dengan membawa gagasan ini Nizar bertekad menjadikan PMII Surabaya sebagai mercusuar pergerakan yang transformatif, sekaligus menjadi jaring pengaman sosial (inkubator karir) bagi masa depan kader.

Nizar menjelaskan bahwa gagasan "Tumbuh Serentak" lahir dari kegelisahannya melihat potensi kader yang belum tergarap maksimal. Menurutnya,

Menurutnya, PMII Surabaya memiliki kekayaan intelektual dan jaringan yang luar biasa, namun sering kali
hanya terpusat pada satu atau dua disiplin ilmu tertentu.

"Saya ingin memastikan tidak ada kader yang merasa kecil hanya karena latar belakang pendidikannya berbeda. Semua harus punya ruang untuk tumbuh," kata Nizar dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).

Nizar mengungkapkan, Grand Design "Tumbuh Serentak" setidaknya menawarkan tiga pilar utama.

Pertama, inklusivitas disiplin ilmu, di mana PMII Surabaya akan membuka ruang kolaborasi lintas fakultas,
mulai dari sains, teknologi, seni, hingga kesehatan. 

Baca juga: Senator Idola Gen Z, Santri dan Guru Al Fatimah Berebut Foto Bareng Ning Lia

Kedua, inkubator karir, yang diwujudkan melalui program mentoring, pelatihan keterampilan praktis, dan jejaring alumni untuk mempersiapkan kader menghadapi dunia pasca-kampus.

Ketiga, penguatan tradisi intelektual, dengan menghidupkan kembali diskusi kritis yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Nizar menegaskan bahwa kaidah Al-muhafadhotu 'ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah bukan sekadar slogan.

Ia mencontohkan, tradisi diskusi dan pengkaderan ala PMII yang sudah terbukti baik akan tetap dipertahankan, namun metode dan pendekatannya akan
diperbarui sesuai tantangan zaman. 

Baca juga: Bukan Sekedar Panggung Politik, Ning Lia Istifhama Tokoh Perempuan Jatim yang Konsisten Bawa Aspirasi Masyarakat

"Kita sebagai kader PMII Surabaya harus terus bergerak tumbuh bersama, dan tidak boleh terjebak romantisme masa lalu, tapi juga tidak boleh
tercerabut dari akar tradisi. Inilah yang saya maksud dengan tumbuh serentak," tegasnya.

Dengan pencalonan ini, Nizar berharap kontestasi di PMII Surabaya tidak hanya menjadi ajang perebutan kekuasaan, tetapi juga ruang adu gagasan yang mencerdaskan. 

Kader muda Nahdlatul Ulama ini mengajak seluruh kader untuk bersama-sama membangun PMII Surabaya yang lebih inklusif, adaptif, dan
berdampak nyata bagi masa depan anggotanya.

"Mari tumbuh serentak, karena tidak adausaha yang mudah tanpa adanya kesadaran saling menumbuhkan. Karena, pemimpin yang baik
adalah pemimpin yang bisa mencetak pemimpin selanjutnya yang lebih baik” pungkasnya. 

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru