TANGERANG – Sebanyak 10 peserta dari berbagai negara Asia beradu kemampuan meracik gelato dalam Gelato World Cup Asian Gelatiere Individual Competition yang digelar di ajang KRISTAInterFOOD 2026, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang.
Dalam kompetisi tersebut, setiap peserta ditantang membuat dua jenis gelato, yakni milk base dan water base, dengan waktu pengerjaan hanya satu jam. Ajang ini menguji keterampilan teknik, kreativitas, serta kemampuan peserta menghasilkan perpaduan rasa yang seimbang.
Captain Floor Gelato World Cup di KRISTAInterFOOD 2026, Caesar Andri, menjelaskan setiap negara mengirimkan satu peserta yang didampingi seorang asisten selama proses pengerjaan.
Pada kategori milk base, peserta harus menyajikan gelato dengan cita rasa autentik yang merepresentasikan karakter negara masing-masing. Sementara pada kategori water base, peserta menghadapi tantangan meracik gelato menggunakan puree buah yang ditentukan melalui undian atau sistem black box.
“Jadi, begitu peserta naik, baru kami lakukan undian. Masing-masing negara akan mendapatkan buah apa. Nah, di situlah kemampuan peserta akan diuji karena resepnya langsung dibuat dalam waktu satu jam,” ujar Caesar, Kamis (5/11).
Untuk memperkaya cita rasa, peserta diperbolehkan menambahkan rempah-rempah dan fresh herbs. Panitia menyediakan berbagai bahan tambahan, mulai dari kayu manis (cinnamon), cengkih (clove), thyme, rosemary, basil, hingga pandan.
Peserta dituntut mampu memadukan bahan-bahan tersebut secara tepat agar menghasilkan cita rasa harmonis tanpa menghilangkan karakter utama buah yang digunakan.
Menurut Caesar, penilaian kompetisi mencakup sejumlah aspek, antara lain suhu penyajian (serving temperature), tampilan gelato, komposisi bahan, serta keseimbangan rasa.
“Apakah rasa buahnya bisa keluar semuanya atau justru tertutup rasa manis, kemudian apakah kombinasi rasanya cocok atau tidak. Itu menjadi bagian yang dinilai,” jelasnya.
Indonesia diwakili Alvin Tanudjaya, pemilik Latteria Gelato and Dessert Bar. Alvin dijadwalkan bertanding pada hari kedua bersama peserta dari Korea Selatan, Thailand, Taiwan, dan China.
Sementara itu, lima negara yang tampil pada hari pertama adalah Singapura, Malaysia, Hong Kong, Vietnam, dan Jepang.
Kompetisi ini menghadirkan lima juri, yakni Chef Jason Tan Yirong dari Singapura, Chef Yoo Siyeon yang merupakan runner-up kompetisi gelato pada 2024, serta Rizki Pradana, Edwin Pangestu, dan Talita Setyadi.
Caesar memperkirakan persaingan tahun ini berlangsung ketat. Sejumlah peserta dinilai memiliki kemampuan dan pengalaman dalam mengikuti kompetisi gelato tingkat internasional.
“Persaingannya pasti ketat. Tim Jepang juga turun, sebelumnya pernah bersama saya berkompetisi di World Gelato Cup. Tim Malaysia pun kuat, dan negara-negara lain juga punya kelebihan masing-masing,” ungkapnya.
Pemenang Asian Gelatiere Individual Competition akan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat internasional di Italia pada 2027.
Caesar mengatakan KRISTAInterFOOD 2026 menjadi penyelenggaraan perdana kompetisi gelato individual tersebut di Indonesia. Dia berharap ajang ini dapat menjadi ruang bagi para profesional gelato di Asia untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mendorong kreativitas dan peningkatan kualitas industri gelato.
“Untuk kompetisi individual ini menjadi yang pertama. Kalau Asian Gelato atau World Gelato Cup sendiri sudah diselenggarakan secara berkala, kurang lebih setiap dua tahun sekali,” pungkasnya.
Editor : Amal Jaelani