Oleh: Syehifan Praha Sadani, S.Pd. Gr.
Afiliasi: Magister Pedagogi Universitas Muhammadiyah Malang
SMK IPIEMS Surabaya
PENDIDIKAN kejuruan dirancang sebagai jembatan antara sekolah dan dunia kerja. Di SMK IPIEMS Surabaya, peran tersebut dijalankan melalui strategi pembelajaran yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri, salah satunya lewat program Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa kelas XII.
PKL pada fase akhir studi memberi ruang bagi siswa untuk menggabungkan seluruh kompetensi yang telah dipelajari. Mereka membawa keterampilan teknis sekaligus kemampuan nonteknis seperti komunikasi, disiplin, dan etos kerja.
Selama proses tersebut, siswa tidak sekadar menjalani praktik, tetapi mulai berhadapan langsung dengan ritme dan budaya kerja di lapangan.
Dampaknya terlihat nyata. Sekitar 30 persen peserta PKL mendapat peluang bekerja di tempat magang, baik sebagai tenaga freelance maupun melalui kontrak. Sebagian lain memilih melanjutkan pendidikan.
Sekitar 25 persen melanjutkan ke perguruan tinggi melalui jalur SNBP dan UTBK, sementara 15 persen memilih kuliah di perguruan tinggi swasta sambil bekerja. Sisanya langsung masuk dunia kerja sesuai bidang keahlian.
Angka tersebut menunjukkan keterkaitan kuat antara pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan riil di dunia kerja dan pendidikan lanjutan.
Proses belajar tidak berhenti pada teori, melainkan berubah menjadi pengalaman aplikatif yang memberi nilai tambah bagi siswa. Kondisi tersebut juga menandakan kurikulum yang dijalankan telah mengikuti perkembangan industri.
Ke depan, SMK IPIEMS berupaya memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan industri, sekaligus meningkatkan kualitas sarana pembelajaran. Langkah tersebut diarahkan agar lulusan memiliki pilihan yang lebih luas, baik untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan.
Pendidikan kejuruan, dalam konteks tersebut, bukan sekadar jalur alternatif. Ia menjadi strategi penting untuk menyiapkan generasi muda yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi perubahan.
Editor : Alim Perdana