BOGOR - Komandan Resimen Artileri 2 Marinir, Kolonel Marinir Marhabang, merampungkan studi magister di Universitas Pertahanan RI pada 2026. Gelar tersebut mempertebal kapasitas perwira di tengah tuntutan tugas militer yang terus berkembang.
Pendidikan di Universitas Pertahanan RI memberi tambahan perspektif strategis bagi prajurit TNI Angkatan Laut, terutama dalam membaca dinamika ancaman dan merumuskan langkah operasional. Hasil pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dibawa ke satuan untuk memperkuat kesiapan.
Di lingkungan Korps Marinir, peningkatan kualitas SDM menjadi kebutuhan mendesak. Perwira dengan latar akademik yang kuat dinilai lebih adaptif dalam menghadapi perubahan, baik dari sisi teknologi maupun pola konflik.
Marhabang menempuh pendidikan pascasarjana di kawasan Sentul, Bogor, yang menjadi pusat pengembangan kajian pertahanan nasional. Selama masa studi, ia memperdalam analisis strategis dan manajemen pertahanan yang relevan dengan tugas lapangan.
Ia menyebut pendidikan sebagai bagian dari tanggung jawab profesional prajurit. “Pengembangan diri melalui pendidikan penting agar tugas dapat dijalankan dengan lebih optimal dan terukur,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut diharapkan memicu perwira lain untuk mengikuti jalur serupa. Kebutuhan organisasi terhadap SDM unggul kian terasa, seiring meningkatnya kompleksitas operasi militer.
Dengan bekal akademik dan pengalaman lapangan, perwira Marinir dituntut mampu menjembatani strategi dan eksekusi. Kombinasi keduanya menjadi kunci dalam menjaga kesiapan satuan sekaligus memperkuat pertahanan negara.
Editor : Alim Perdana