SITUBONDO - Deru mesin kendaraan tempur baja memecah kesunyian Puslatpurmar 5 Baluran saat Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir (Yontankfib 2 Mar) menggelar latihan Gerakan Maju Untuk Kontak (GMUK).
Latihan taktis yang berlangsung pada Rabu (08/04/2026) ini dirancang untuk mengasah naluri tempur prajurit dalam skenario Operasi Darat (Opsrat) yang dinamis.
Dalam doktrin militer, GMUK menjadi ujian berat bagi kru tank karena dilakukan saat posisi musuh belum terdeteksi secara pasti (vague situation).
Prajurit bergerak dari titik kumpul menuju daerah persiapan dengan misi utama memicu kontak langsung, sekaligus mengidentifikasi kekuatan lawan di medan tugas.
Resimen Kavaleri 2 Marinir sengaja memilih medan berat di Situbondo untuk memastikan personel mampu menghadapi ancaman nyata. Koordinasi antar-satuan kawan menjadi poin krusial agar pergerakan tank tetap terlindungi dan tidak terjebak dalam perangkap lawan.
Komandan Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir, Letkol Marinir Hayat Tegar, memimpin langsung jalannya manuver ini. Ia menyatakan bahwa latihan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan pembuktian penguasaan aspek teknis di lapangan.
"Kemampuan membaca peta, penguasaan medan, hingga ketangkasan mengemudikan tank di jalur ekstrem adalah kunci keberhasilan operasi ini," ujar Letkol Marinir Hayat Tegar saat mengevaluasi pergerakan unitnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa simulasi GMUK memaksa para Komandan Kendaraan (Danran) untuk berpikir cepat di bawah tekanan tinggi.
Keputusan taktis yang diambil saat bertemu musuh secara mendadak akan menentukan hidup-mati kru dan keberhasilan misi pendaratan.
Latihan ini juga menguji sinkronisasi antara keterampilan pengemudi dalam mencari posisi menguntungkan serta ketelitian penembak dalam membidik sasaran secara instan.
Dengan latihan yang konsisten, Yontankfib 2 Mar memastikan armada tank amfibi mereka tetap menjadi pemukul yang mematikan di garis depan pertahanan Indonesia.
Editor : Alim Perdana