MALANG — Di tengah aktivitas melayani pasien, seorang bidan muda di Kota Malang memanfaatkan media sosial untuk menjawab keresahan yang kerap dialami perempuan, khususnya terkait perawatan kulit saat hamil dan menyusui.
Sosok tersebut adalah Bidan Afita, tenaga kesehatan yang belakangan dikenal luas publik melalui konten edukasi di akun TikTok @bidanku.afita dan Instagram @bidanku_afita. Namanya viral karena menghadirkan informasi kesehatan dengan pendekatan sederhana dan mudah dipahami.
Di ruang praktiknya, Afita kerap menemui pasien yang ragu merawat diri selama kehamilan karena khawatir salah memilih produk. Kondisi itu mendorongnya untuk berbagi edukasi yang lebih luas melalui media sosial.
“Banyak ibu sebenarnya ingin tetap merawat diri, tapi takut salah pilih produk. Padahal kalau tahu ilmunya, perawatan kulit itu tetap aman dilakukan,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Melalui kontennya, Bidan Afita menyampaikan edukasi dengan bahasa ringan, contoh sehari-hari, serta penjelasan praktis. Ia menekankan bahwa perawatan kulit bagi ibu hamil dan menyusui tidak harus rumit, melainkan berfokus pada pemahaman dasar.
Ia juga rutin membagikan langkah sederhana, seperti membersihkan wajah secara lembut, menggunakan pelembap untuk menjaga keseimbangan kulit, serta memilih kandungan yang relatif aman seperti vitamin C dan niacinamide. Sebaliknya, ia mengingatkan agar menghindari produk yang berpotensi menyebabkan iritasi atau pengelupasan berlebih.
“Yang penting itu aman dan konsisten. Jangan tergoda hasil instan,” tambahnya.
Di tengah maraknya informasi yang belum tentu valid, kehadiran Bidan Afita menjadi rujukan baru bagi para ibu. Berbagai topik yang diangkatnya, mulai dari flek hitam saat hamil, jerawat akibat perubahan hormon, hingga kulit kusam, dinilai dekat dengan pengalaman banyak perempuan.
Fenomena ini sekaligus mencerminkan perubahan pola edukasi kesehatan di era digital. Jika sebelumnya informasi lebih banyak diperoleh melalui konsultasi langsung, kini media sosial membuka akses yang lebih luas dan cepat.
Bagi Bidan Afita, edukasi merupakan kebutuhan utama. Ia menilai minimnya informasi yang tepat membuat sebagian ibu ragu merawat diri, bahkan cenderung mengabaikan kesehatan kulit selama masa kehamilan dan menyusui.
Selain edukasi, ia juga memperkenalkan solusi perawatan yang diklaim dirancang aman untuk berbagai fase kehidupan perempuan. Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa pemahaman menjadi fondasi utama sebelum memilih produk apa pun.
Peran Bidan Afita menunjukkan bahwa tenaga kesehatan kini tidak hanya hadir sebagai praktisi di ruang konsultasi, tetapi juga sebagai komunikator publik di ruang digital.
Dari sebuah klinik di Malang, pesan edukasi itu kini menjangkau lebih banyak perempuan melalui layar ponsel. Memberikan pengetahuan, sekaligus rasa tenang bagi para ibu hamil.
Editor : Amal Jaelani