JAKARTA - Di tengah persaingan industri transportasi dan pariwisata yang semakin ketat, PT Kereta Api Pariwisata atau KAI Wisata memilih pendekatan berbeda dengan menjual pengalaman, bukan sekadar perjalanan. Salah satu strategi yang kini kian diperkuat adalah menghadirkan fitur kursi berputar 90 derajat di layanan Kereta Panoramic.
Alih-alih hanya memindahkan penumpang dari satu kota ke kota lain, layanan ini mengajak pelanggan menikmati lanskap Indonesia sebagai bagian dari destinasi wisata itu sendiri.
Melalui fitur “90 degrees”, kursi penumpang dapat diputar menghadap jendela, membuka sudut pandang baru terhadap panorama yang sebelumnya hanya bisa dilihat sekilas.
Bagi KAI Wisata, inovasi ini bukan sekadar gimmick. Fitur yang mulai diperkenalkan sejak 2024 tersebut menjadi bagian dari strategi diferensiasi produk di segmen premium, sebuah ceruk pasar yang terus tumbuh seiring meningkatnya minat wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism).
Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, menegaskan bahwa pendekatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan wisatawan modern yang menginginkan perjalanan lebih imersif.
“Kereta Panoramic tidak hanya menawarkan perjalanan antarkota, tetapi menghadirkan pengalaman wisata bergerak yang semakin diminati pelanggan,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Menangkap Tren Wisata Berbasis Pengalaman
Fenomena pengalaman wisata sejalan dengan tren global, di mana wisatawan saat ini, baik domestik maupun mancanegara tidak lagi hanya mencari destinasi, tetapi juga berburu pengalaman unik yang dapat dibagikan, termasuk di media sosial.
Kereta Panoramic memanfaatkan momentum tersebut dengan menghadirkan pengalaman yang “Instagrammable”, tanpa mengorbankan kenyamanan. Fitur 90 derajat bahkan hanya diaktifkan pada titik-titik panorama terbaik, seperti lintas Cikubang–Padalarang atau Cipeundeuy–Cibatu, yang dikenal memiliki lanskap terbuka dan ikonik.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa KAI Wisata tidak sekadar menjual tiket, melainkan mengkurasi momen perjalanan. Setiap rotasi kursi dirancang menjadi “highlight experience” yang dinantikan penumpang.
Nilai Tambah di Segmen Premium
Dalam perspektif ekonomi, fitur ini menjadi nilai tambah (value proposition) yang memperkuat positioning Kereta Panoramic sebagai layanan kereta wisata premium di Indonesia.
Di tengah tekanan harga dan kompetisi moda transportasi lain, diferensiasi berbasis pengalaman dinilai lebih berkelanjutan dibanding sekadar perang tarif. Dengan kata lain, pelanggan tidak hanya membayar untuk jarak tempuh, tetapi juga untuk sensasi dan cerita yang didapat selama perjalanan.
“Fitur ini menjadi salah satu daya tarik utama, terutama bagi pelanggan yang menginginkan sensasi perjalanan berbeda dan lebih dekat dengan keindahan alam Indonesia,” tambah Otnial.
Dari Transportasi ke Destinasi
Transformasi ini mencerminkan pergeseran model bisnis di sektor transportasi pariwisata yang dulunya sekadar layanan mobilitas, namun saat ini telah menjadi bagian dari ekosistem wisata. Kereta tidak lagi hanya alat menuju destinasi, melainkan destinasi itu sendiri.
KAI Wisata pun melihat respons pasar yang positif. Antusiasme terhadap Kereta Panoramic terus meningkat, menandakan bahwa strategi experiential travel memiliki prospek cerah, khususnya di pasar domestik yang kian matang.
Ke depan, inovasi seperti fitur 90 derajat diperkirakan akan menjadi standar baru dalam industri, di mana kenyamanan, personalisasi, dan pengalaman menjadi kunci utama memenangkan hati pelanggan.
Dengan strategi ini, KAI Wisata tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga mengangkat nilai ekonomi perjalanan kereta api dengan menjadikan kereta api lebih dari sekadar transportasi, melainkan pengalaman wisata yang utuh.
Editor : Amal Jaelani