SIDOARJO - Prajurit Marinir yang tergabung dalam Satgas Pamtas Mobile RI–PNG Gobang III kembali ke satuan setelah satu tahun bertugas menjaga wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini.
Kepulangan pasukan Yonif 1 Marinir ini menandai berakhirnya operasi pengamanan yang bersentuhan langsung dengan keamanan warga di kawasan rawan dan terpencil.
Rombongan prajurit “Buaya Petarung” dipimpin Komandan Yonif 1 Marinir Letkol Marinir Siswanto dan diterima secara resmi oleh Komandan Brigade Infanteri 2 Marinir Kolonel Marinir Aang Andy Warta di Kesatrian Marinir R. Suhadi, Gedangan, Sidoarjo, Selasa (6/1/2025).
Upacara penyambutan berlangsung khidmat. Barisan prajurit memasuki lapangan dengan langkah tegap, diiringi drumband Korps Marinir.
Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan atas tugas panjang yang dijalani prajurit di garis depan perbatasan negara.
Kolonel Marinir Aang Andy Warta menyampaikan apresiasi atas kinerja Satgas selama penugasan. Ia menyebut dedikasi dan disiplin prajurit Yonif 1 Marinir sebagai bukti kesiapan Korps Marinir dalam menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.
“Keberhasilan ini lahir dari profesionalisme dan loyalitas prajurit dalam menjalankan tugas negara,” ujarnya.
Letkol Marinir Siswanto menyampaikan terima kasih atas dukungan pimpinan selama satu tahun operasi berlangsung. Ia menyatakan keberhasilan Satgas tidak berdiri sendiri, melainkan hasil kerja kolektif seluruh prajurit yang bertugas di medan berat perbatasan.
“Soliditas dan dukungan komando menjadi kekuatan utama kami selama menjalankan tugas,” kata Siswanto.
Selama penugasan, Satgas Pamtas Mobile RI–PNG Gobang III menjalankan peran strategis menjaga stabilitas keamanan wilayah perbatasan, sekaligus membangun rasa aman bagi masyarakat setempat.
Pengalaman tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan prajurit Yonif 1 Marinir dalam menghadapi penugasan berikutnya, baik di dalam maupun luar wilayah operasi.
Editor : Alim Perdana