Pekan Budaya SMA Islam Sidoarjo, Menguatkan Nilai Bhineka Tunggal Ika dalam Pembelajaran P5

Pekan Budaya menjadi wadah bagi para siswa untuk mengenal dan mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia. Foto/SMA Islam Sidoarjo
Pekan Budaya menjadi wadah bagi para siswa untuk mengenal dan mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia. Foto/SMA Islam Sidoarjo

SIDOARJO - SMA Islam Sidoarjo kembali menggelar Pekan Budaya dengan semangat mengangkat tema "Bhineka Tunggal Ika." Acara ini merupakan bagian dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, khususnya penghargaan terhadap keberagaman, dalam proses pembelajaran.

Dengan mengusung semangat kebhinekaan, Pekan Budaya menjadi wadah bagi para siswa untuk mengenal dan mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia.

Kepala Sekolah SMA Islam Sidoarjo, Mochammad Fuad Nadjib, dalam sambutannya menekankan bahwa menjaga dan menghargai keberagaman budaya adalah langkah penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu hidup dalam harmoni di tengah masyarakat yang plural.

"Keberagaman budaya adalah kekayaan bangsa yang harus terus kita rawat, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui Pekan Budaya ini, kami berharap seluruh warga sekolah dapat semakin mencintai budaya Indonesia serta memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman," ujarnya.

Kegiatan Pekan Budaya ini diawali dengan Pawai Budaya yang melibatkan seluruh warga sekolah. Setiap kelas menampilkan budaya daerah tertentu, mulai dari Jawa, Sunda, Betawi, Sumatera Utara, hingga Bali.

Tidak hanya mempersembahkan pakaian adat, para siswa juga menghias sepeda dan maskot, yang menjadi simbol keunikan setiap daerah. Kemeriahan pawai ini tidak hanya bertujuan sebagai ajang kreativitas, tetapi juga untuk menginternalisasikan nilai-nilai gotong royong dan kerja sama di antara siswa, selaras dengan tujuan dari P5.

Selain pawai, para siswa juga mempersembahkan berbagai kesenian daerah dalam bentuk tarian dan drama cerita rakyat. Beberapa tarian yang ditampilkan antara lain Tari Saman dari Aceh dan tarian khas Papua.

Drama cerita rakyat yang dipersembahkan oleh siswa mengangkat kisah-kisah legendaris Indonesia, seperti legenda Danau Toba, Batu Menangis, dan Malin Kundang, yang tak hanya sarat dengan pesan moral, tetapi juga memperkuat identitas kebangsaan para siswa.

Pekan Budaya juga dimeriahkan dengan berbagai lomba, seperti lomba kebersihan kelas, kardus gila, menghias nasi goreng, dan cerdas cermat.

Dalam setiap lomba, partisipasi antara siswa dan guru menjadi salah satu ciri khas yang menambah semangat kebersamaan. Lomba-lomba tersebut tidak hanya bertujuan untuk hiburan, tetapi lebih kepada penanaman nilai-nilai patriotisme dan kerja keras.

Dalam upaya mendukung implementasi P5, kegiatan Pekan Budaya ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual bagi para siswa, di mana mereka tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan yang melibatkan kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Dengan demikian, Pekan Budaya ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana pembelajaran yang memperkuat nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam menghargai keberagaman, bekerja sama, dan berkontribusi positif bagi bangsa.

Mochammad Fuad Nadjib berharap agar Pekan Budaya ini dapat menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang, dan setiap tahun SMA Islam Sidoarjo semakin mampu menghadirkan kegiatan yang bermakna dan relevan bagi penguatan profil pelajar Pancasila.

Editor : Alim Perdana