SURABAYA - Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto bersama Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno dan Kadis PU Bina Marga Jatim Edy Tambeng Widjaja, meninjau jembatan penghubung dua desa Desa Kalidawir dan Desa Karangtalun di Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung yang sempat ambrol terdampak banjir pada 15 Maret 2024 silam setelah selesai diperbaiki.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto berharap, jembatan terdampak bencana ini bisa segera diresmikan, agar bisa kembali berfungsi dan bisa mendukung aktivitas keseharian masyarakat.
Turut mendampingi, sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tulungagung, di antaranya, Kalaksa BPBD Kab. Tulungagung Robinson Parsaroan Nadeak, Camat Kalidawir Rusdiyanto dan Kades setempat, Sujarwo.
Usai melakukan peninjauan, Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno mengapresiasi gerak cepat Tim Pemprov Jatim dalam penanganan jembatan ini.
Dari proses usulan perbaikan hingga pengerjaan jembatan saat ini waktunya hanya membutuhkan sekitar 2-3 bulan.
"Ini luar biasa. Ini proses (perbaikan) tercepat yang pernah ada. Kami sangat mengapresiasi gerak cepat teman-teman dari provinsi," ujarnya.
Berdasar peninjauan lokasi, progres perbaikan jembatan ini sudah rampung, tinggal finishing di beberapa titik saja.
Jembatan bailey yang sedianya akan diresmikan Pj Gubernur Jatim ini dibangun dengan lebar lajur 3,15 meter, panjang 27 meter, dan kekuatan tonase seberat 40 ton.
Kepala desa Kalidawir, Sujarwo juga menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan Pj Bupati Tulungagung dan Tim Pemprov Jatim dalam melakukan gerak cepat perbaikan jembatan.
"Kami mewakili masyarakat desa Kalidawir menyampaikan terimakasih atas selesainya perbaikan jembatan yang roboh pada Maret lalu. Jembatan ini sangat penting karena menjadi akses masyarakat antara dua desa dan juga merupakan akses pertanian," ungkapnya.
Editor : Amal Jaelani