MADURA - Universitas Nahdaltul Ulama Surabaya (Unusa) bersama Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) dan sejumlah kampus di Madura Pasangkan teknologi teknologi pemurnian air untuk Pondok Pesantren Babussalam Pamekasan Madura.
Hal ini dilakukan oleh Unusa untuk menanggulangi masalah air kotor di pesantren Babusslam yang telah menimbulkan gangguan Kesehatan.
Pondok pesantren Babussalam menjadi satu dari sekian pesantren yang mengalami krisis air bersih di Pulau Madura.
Santri yang bermukim di pesantren ini sudah sejak lama menggunakan air keruh untuk aktifitas sehari-hari.
Kondisi ini kemudian menimbulkan berbagai masalah kesehatan pada santri bahkan keluarga pengasuh pesantren.
Kebanyakan para santri mengeluhkan gatal-gatal, diare dan mata merah.
Ustadz Nurul Laili selaku pengasuh pondok pesantren Babussalam membenarkan hal tersebut.
Dirinya juga menyatakan bahwa pihak Pesantren sebenarnya tidak tinggal diam. Sistem pemurnian air sudah sejak lama ingin dibangun.
“Kemudian air itu mau di taruh di tandon biar endapannya itu nanti bagus, namun masih belum terealisasi sampai hari ini," ungkapnya.
Dengan adanya permasalahan tersebut Unusa melalalui kegiatan pengabdian Masyarakat merasa terpanggil untuk memberikan bantuan.
Dengan menawarkan teknologi water treatment yang murah Unusa menggandeng YDSF dan sejumlah kampus di Surabaya untuk bersama-sama mengatasi masalah tersebut.
Teknologi water dengan nama UNU Water ini telah teruji dan sudah dipasang di beberapa pesantren di Jawa Timur.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unusa memaparkan bahwa UNU Water sudah memenuhi standar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia khususnya untuk Higiene Sanitasi.
“Teknologi ini kami manfaatkan salah satunya saringan pasti lambat yaitu kombinasi antara pasir lokal yang ada di sekitar pantai dengan karbon aktif dan hasilnya seperti yang ada di belakang kita,” paparnya.
Tidak hanya menyediakan air bersih Unusa juga menurunkan tim dokter dan ahli Gizi yang tergabung dalam Tim Center for Environment Health of Pesantren (CEHP) untuk pemeriksaan kesehatan dan mengkaji nutrisi para santri.
Selain dari aspek kesehatan motivasi belajar santri adalah yang menjadi tujuan dari program ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Pendayagunaan YDSF Imron Wahyudi.
Program ini menurutnya sangat strategis dan bermanfaat bagi santri untuk mmemberikan motivasi belajar santri.
“Mereka Harus sehat supaya semangat belajarnya," tutupnya
Editor : Alim Perdana