Lilik Hendarwati Dukung SE Wali Kota Eri Cahyadi Sebagai Ikhtiar Menjaga Ketertiban Surabaya Selama Bulan Ramadan

Reporter : Diday Rosadi
Hj. Lilik Hendarwati, Anggota DPRD Jatim Dapil Surabaya/Ketua Fraksi PKS. foto: dok.pri.

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadan. Surat Edaran ini mengantisipasi aktifitas anak-anak dan remaja setelah salat Subuh dan tarawih yang seringkali berpotensi terjadi tawuran.

Surat Edaran Wali Kota Surabaya itu pun mendapat dukungan dari Lilik Hendarwati. Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari daerah pemilihan Surabaya itu menilai SE Wali Kota bisa menjadi payung hukum petugas dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadhan, khususnya setelah sholat Subuh dan Tarawih.

"Edaran ini saya nilai sangat relevan dengan kondisi nyata di lapangan. Sebab, dalam beberapa hari terakhir, masih kita temui aktifitas pembakaran petasan, kumpul-kumpul tanpa tujuan yang jelas hingga berpotensi tawuran, bermain bola di tengah jalan menjelang malam, balapan liar, serta praktik perang sarung," kata Lilik, Minggu (22/2/2026).

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim ini mengatakan aktifitas yang kerap dianggap sebagai tradisi itu, namun faktanya membahayakan keselamatan anak-anak dan meresahkan warga.

Ia menambahkan, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu ketenangan masyarakat yang sedang beribadah dan beristirahat, tetapi juga menimbulkan risiko serius, mulai dari kecelakaan lalu lintas, cedera fisik, hingga konflik sosial.

"Karena itu, edaran Wali Kota ini bukan sekadar larangan administratif, melainkan bentuk ikhtiar melindungi warga, terutama generasi muda, dari risiko yang seharusnya bisa kita cegah bersama," tutur politikus perempuan PKS yang akrab disapa Bunda Lilik itu.

Namun demikian, ia juga melihat bahwa penanganan persoalan ini tidak cukup hanya dengan imbauan dan penertiban. Dibutuhkan juga pendekatan yang lebih menyeluruh dan kolaboratif antara Pemerintah kota, aparat keamanan, RT/RW, tokoh agama, dan keluarga perlu berjalan bersama. 

Pengawasan yang persuasif, dialog dengan anak-anak muda, serta penyediaan ruang-ruang kegiatan positif di lingkungan menjadi bagian penting dari solusi. Pihaknya mendorong agar surat edaran ini diiringi dengan penguatan peran masyarakat di tingkat kampung, termasuk ronda Ramadan.

"Pengawasan berbasis RT/RW, serta kegiatan alternatif yang lebih bermanfaat dan aman bagi anak-anak dan remaja, seperti kegiatan keagamaan, sosial, maupun olahraga terarah di fasilitas yang semestinya," imbuhnya.

Ia menegaskan sebagai wakil rakyat, mengajak seluruh warga Surabaya untuk memandang surat edaran ini sebagai panggilan kepedulian bersama. 

Orang tua pun diminta lebih hadir dan peduli terhadap aktifitas anak-anaknya, para pemuda diharapkan menjadi teladan, dan seluruh elemen masyarakat diajak saling mengingatkan dengan cara yang bijak," tandasnya.

"Surabaya adalah kota besar dengan masyarakat yang matang dan beradab. Mari kita buktikan bahwa Ramadhan bisa kita jaga bersama aman tertib dan penuh keberkahan tapa mengorbankan keselamatan, ketenangan, dan masa depan generasi muda kita," pungkas alumnus ITS Surabaya ini.

 

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru