ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Tren Wedding 2027 Makin Personal, dari Konsep Acara hingga Bridal Berkarakter

avatar AM Lukman J
  • URL berhasil dicopy
Wedding Series Podcast Atria Hotel Malang bertajuk “Wedding Trends 2027, Kamis (1/10/2026). Foto: Atria Malang/Ayojatim
Wedding Series Podcast Atria Hotel Malang bertajuk “Wedding Trends 2027, Kamis (1/10/2026). Foto: Atria Malang/Ayojatim

MALANG – Tren pernikahan 2027 diperkirakan semakin personal. Calon pengantin tak lagi sekadar mengikuti konsep yang sedang viral di TikTok, Instagram, atau Pinterest, tetapi mulai mencari cara agar setiap elemen pernikahan mencerminkan karakter dan cerita mereka.

Perubahan tersebut menjadi pembahasan dalam Wedding Series Podcast Atria Hotel Malang bertajuk “Wedding Trends 2027: Masih Timeless atau Makin Personal?” yang merupakan bagian dari rangkaian menuju Atria Wedding Fair 2026.

Podcast yang dipandu MC Ipin Irfani itu menghadirkan perspektif dari Wedding Organizer, entertainment, dan bridal mengenai perubahan kebutuhan calon pengantin serta tren pernikahan yang diperkirakan berkembang pada 2027.

Dari sisi Wedding Organizer, Nuril dari Feliz Wedding Organizer mengatakan banyaknya referensi di media sosial menjadi keuntungan sekaligus tantangan bagi calon pengantin.

“Sekarang calon pengantin punya referensi yang jauh lebih banyak. Menurut saya itu bagus, tapi jangan sampai semua yang sedang viral harus dimasukkan. Konsep wedding tetap perlu disesuaikan dengan karakter pasangan, keluarga, budget, dan suasana yang ingin mereka rasakan di hari tersebut,” ujar Nuril, Kamis (1/10/2026).

Pilihan konsep pun semakin beragam, mulai dari intimate wedding, pernikahan modern, sentuhan tradisional hingga konsep yang lebih ekspresif. Namun, referensi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasangan dan keluarga.

Personalisasi juga terlihat dari cara calon pengantin memilih busana. Bride kini tidak hanya mempertimbangkan model gaun yang sedang populer, tetapi juga bentuk tubuh, kenyamanan, karakter, venue hingga konsep keseluruhan acara.

Lia dari Anarav Label Malang mengatakan tren bridal ke depan akan semakin mengarah pada personalisasi.

“Sekarang bride tidak hanya mencari gaun yang cantik atau sedang tren. Mereka mulai mencari busana yang benar-benar terasa seperti dirinya sendiri. Dari siluet, detail, material sampai warna," ungkap Lia.

Menurutnya semuanya semakin personal dan disesuaikan dengan karakter pengantin serta konsep wedding yang diharapkan.

 Lebih lanjut, Lia juga menyampaikan bahwa media sosial tetap menjadi sumber inspirasi bagi calon pengantin. Namun, referensi yang dibawa tidak selalu harus diterapkan secara utuh.

“Kadang bride datang membawa banyak referensi dari Pinterest atau Instagram. Tugas kami bukan hanya membuat persis seperti referensinya, tetapi membantu menemukan bagian mana yang paling cocok untuk dirinya. Karena gaun yang terlihat bagus di foto belum tentu memberikan rasa percaya diri yang sama ketika dipakai,” tambahnya.

Saat ini, tren bridal mulai dipandang sebagai bagian dari keseluruhan konsep pernikahan. Busana pengantin dapat diselaraskan dengan dekorasi, venue, pencahayaan hingga jenis acara sehingga tampilan pernikahan memiliki karakter yang lebih konsisten.

Konsep tradisional dan modern juga semakin mudah dipadukan. Unsur budaya tetap dapat menjadi bagian penting dalam acara, sementara musik, pertunjukan dan tata acara diberikan sentuhan yang lebih modern.

Selain itu, Elemen entertainment juga semakin berperan dalam membangun pengalaman tamu. Live band, DJ, dancer, surprise performance, couple performance hingga hiburan interaktif menjadi pilihan yang dapat disesuaikan dengan karakter acara.

Vinoqi dari Vinoqi Entertainment mengatakan pemilihan entertainment tidak semata-mata berdasarkan siapa yang tampil, tetapi bagaimana hiburan tersebut membangun suasana sepanjang acara.

“Entertainment itu bukan hanya soal siapa yang tampil, tapi bagaimana kita membangun mood. Dari tamu pertama datang, saat dinner, sampai momen ketika suasananya mulai lebih fun, semuanya harus punya ritme. Jadi entertainment yang bagus bukan yang paling ramai, tetapi yang paling cocok dengan karakter wedding-nya,” tutur Vinoqi.

Intimate Wedding hingga Wedding Content Creator

Dalam podcast tersebut, sejumlah tren yang diprediksi mewarnai pernikahan 2027 turut dibahas, mulai dari intimate wedding, after party, live band, DJ, tari tradisional, wedding content creator, dekorasi minimalis hingga perpaduan konsep tradisional dan modern.

Dari sisi bridal, Vinoqi menilai bahwa  personalisasi tetap menjadi salah satu pendekatan yang relevan di masa depan.

Banyaknya referensi di media sosial memang memberikan pilihan lebih luas bagi calon pengantin. Namun, pilihan yang terlalu banyak juga dapat membuat pasangan kesulitan menentukan konsep.

Wedding fair menjadi salah satu ruang bagi calon pengantin untuk menerjemahkan inspirasi digital tersebut ke dalam pengalaman langsung. Mereka dapat melihat venue, berdiskusi dengan wedding organizer, mengenal pilihan entertainment dan bridal, serta berkonsultasi dengan vendor.

Kesempatan tersebut hadir melalui Atria Wedding Fair 2026 dengan tema “Forever Begins Here” yang digelar pada 17–18 Oktober 2026 di Atria Hotel Malang.

Calon pengantin dapat memanfaatkan ajang tersebut untuk mencari inspirasi, bertemu vendor pernikahan, serta melihat langsung venue sebelum menyusun konsep pernikahan.

Pada akhirnya, tren wedding 2027 tidak hanya berkaitan dengan sesuatu yang sedang populer. Konsep acara, busana, dekorasi, entertainment hingga pengalaman tamu dapat dirancang untuk merepresentasikan karakter pasangan.

Untuk informasi Atria Wedding Fair 2026, calon pengantin dapat menghubungi WhatsApp +62 811-1989-0999 atau melalui Instagram @atriahotelmalang dan situs Atria Hotel Malang.

Editor :