ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Menikmati Merdu Lantunan Ayat Suci Quran Saat Puluhan Santri Kyai Mudrikah Kembang Kuning Setor Hafalan

avatar ayojatim.com
  • URL berhasil dicopy
Suasana para santri sefang setor hafalan Quran mereka ke pembimbing di IBS PKMKK pada Minggu malam (26/9/2026). Foto: dok-ist/Ayojatim
Suasana para santri sefang setor hafalan Quran mereka ke pembimbing di IBS PKMKK pada Minggu malam (26/9/2026). Foto: dok-ist/Ayojatim

PAMEKASA, AYOJATIM.COM – Malam di Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) kembali ramai dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an, pada Minggu malam (26/9/2026).

Malam itu, ada puluhan santri MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning, yang berlokasi di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sedang mengikuti prosesi I’lan Tasmi’ al-Qur’an atau kegiatan memperdengarkan atau menyetorkan hafalan Quran secara terbuka di hadapan guru/pembimbing para santri penghafal Quran.

Para penyimak akan menguji kelancaran, ketepatan bacaan, dan kekuatan hafalan para santri, dan hal tersebut telah menjadi agenda rutin setiap akhir bulan di pesantren tersebut.

Pada momentum malam itu, para santri serius untuk memperdengarkan hafalan Al-Qur’an yang telah mereka pelajari. Dan, hafalan para santri yang disetorkan juga berkisar mulai dari juz pertama hingga juz keenam. Pada momentum yang sama, sebanyak sembilan santri mengikuti Munaqasah Tajwid Marhalah Ula dan Marhalah Tsaniyah, atau ujian atau evaluasi kemampuan santri dalam ilmu tajwid, yang dilakukan berdasarkan jenjang pembelajaran para santri.

Bagi IBS PKMKK, I’lan Tasmi’ al-Qur’an bukan sekadar kegiatan untuk mengukur capaian hafalan. Lantunan ayat yang diperdengarkan menjadi bagian dari proses panjang yang membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, ketekunan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu implementasi pilar One Day One Ayat IBS PKMKK di bawah bimbingan Ny. Hj. Nurul Umayah dan Ust. Abdul Qadir Maliki, sebagai pembimbing para santri dalam menghafal Quran.

Melalui program tersebut, para santri juga selalu dibiasakan untuk membangun kedekatan dengan Al-Qur’an melalui proses yang dilakukan secara konsisten. Ayat kitan suco Quran yang selalu dibaca dan diulang setiap harinya, agar tidak hanya tersimpan dalam ingatan saja, tetapi perlahan tumbuh menjadi kesadaran yang memengaruhi kehidupan mereka.

Tradisi pembelajaran Al-Qur’an juga diperkuat dengan Munaqasah Tajwid yang dilaksanakan setiap bulan untuk Marhalah Ula, Tsaniyah, dan Tsalisah. Program tersebut menjadi implementasi pilar One Week One Theme di bawah bimbingan KH. Dr. Mohammad Holis.

Sementara itu, Munaqasah Kitab Kuning dengan Metode Al-Fatih dilaksanakan setiap dua bulan untuk materi Safinatun Najah dan Fathol Qarib. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pilar One Week Three Fashal dengan bimbingan KH. Dr. Moch. Cholid Wardi.

Ada pula pilar One Hadith One Presentation yang memberikan kesempatan kepada santri untuk mempresentasikan lima hadis secara rutin setiap satu atau dua minggu, terutama saat kunjungan orang tua. Program ini berada di bawah bimbingan Ny. Hj. Wiqayah Hilmi.

Rangkaian program tersebut dibangun dengan gagasan bahwa ilmu tidak cukup hanya dihafalkan. Pengetahuan perlu dipahami, disampaikan, kemudian diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Direktur Utama IBS PKMKK, Prof. Dr. Achmad Muhlis. menyampaikan bahwa Al-Qur’an tidak semestinya berhenti sebagai sesuatu yang dihafalkan oleh para santri.

"Hafalan merupakan pintu awal menuju penghayatan terhadap pesan-pesan Al-Qur’an. Nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat memengaruhi cara berpikir, berbicara, bersikap, hingga mengambil keputusan dalam kehidupan," terangnya.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan, jika keberhasilan pendidikan Al-Qur’an tidak hanya dilihat dari banyaknya ayat yang mampu dihafalkan.

"Lebih jauh, pesan yang terkandung dalam ayat tersebut diharapkan hadir dalam akhlak dan tindakan para santri," tambahnya.

Prof. Achmad Muhlis juga menyampaikan apresiasi kepada para santri MTs dan MA yang telah mengikuti I’lan Tasmi’ al-Qur’an dengan penuh kesungguhan. Apresiasi juga diberikan kepada para pembimbing yang secara konsisten mendampingi proses pendidikan para santri.

Ia berharap tradisi I’lan Tasmi’ al-Qur’an dapat terus berkembang dari bulan ke bulan dan menjadi pemantik semangat bagi para santri untuk menambah sekaligus menjaga hafalannya.

Ia juga berharap bagi para santri, untuk setiap ayat yang berhasil dihafalkan oleh mereka bukan hanya sekadar capaian, melainkan amanah yang harus dijaga. Sedangkan ayat yang dipahami dan dihayati oleh para santri, diharapkan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan.

"Kitab suci Al Quran yang dihafal memenuhi ingatan, Al Quran yang dipahami memenuhi kesadaran, sedangkan Al Quran yang diamalkan diharapkan menghadirkan cahaya dalam kehidupan," pungkasnya.

Editor :