SURABAYA – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur terus memperkuat komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi kader melalui peningkatan literasi perpajakan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PW GP Ansor Jawa Timur dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) se-Jawa Timur terkait Edukasi dan Pendampingan Administrasi Perpajakan dalam rangka meningkatkan kepatuhan perpajakan.
Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Graha PW GP Ansor Jawa Timur tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan rutin bulanan Ansor Economic Forum (AEF) 2026 yang kali ini mengusung tema "Memahami Perpajakan Terbaru: Meningkatkan Literasi, Kepatuhan, dan Daya Saing Pelaku Usaha."
Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas edukasi, pendampingan, serta penguatan kapasitas kader, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta badan usaha di lingkungan GP Ansor Jawa Timur.
Melalui kolaborasi ini, para kader diharapkan semakin memahami hak dan kewajiban perpajakan, mampu menyelenggarakan administrasi perpajakan secara tertib, serta meningkatkan daya saing usahanya di tengah dinamika perekonomian nasional.
Selain itu, Ansor Economic Forum juga menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha kader GP Ansor Jawa Timur untuk memperluas jejaring, berbagi pengalaman, serta membangun sinergi ekonomi yang saling menguatkan.
Kegiatan ini dihadiri langsung Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, yang hadir bersama jajaran pimpinan Kantor Wilayah DJP se-Jawa Timur.
Kehadiran Dirjen Pajak secara langsung menjadi penegasan kuat komitmen Direktorat Jenderal Pajak dalam memperluas jangkauan edukasi perpajakan, sekaligus mempererat kemitraan strategis dengan organisasi kemasyarakatan seperti GP Ansor.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Pajak juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kepatuhan pajak berbasis kesadaran.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa' Safril, menegaskan bahwa penguatan literasi perpajakan merupakan bagian dari ikhtiar membangun kader Ansor yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan tanggung jawab kebangsaan.
"Kami ingin kader Ansor menjadi bagian dari solusi. Mereka tidak hanya menjadi warga negara yang patuh pajak, tetapi juga mampu menjadi penggerak literasi perpajakan di lingkungan masing-masing. Kepatuhan pajak harus tumbuh sebagai budaya, bukan sekadar kewajiban administratif," tegas Safril.
Menurutnya, pajak merupakan salah satu instrumen utama dalam membiayai pembangunan nasional.
Oleh karena itu, organisasi kemasyarakatan seperti GP Ansor memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun kesadaran masyarakat bahwa membayar pajak merupakan bentuk nyata partisipasi dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa.
"Ansor Jatim siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun budaya sadar pajak. Semakin tinggi literasi dan kepatuhan perpajakan masyarakat, semakin kuat pula fondasi pembangunan nasional, semakin sehat iklim usaha, dan semakin kokoh kemandirian ekonomi bangsa," tambahnya.
Melalui kerja sama ini, PW GP Ansor Jawa Timur berharap tercipta ekosistem edukasi perpajakan yang berkelanjutan di lingkungan kader dan pelaku usaha Ansor.
Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan sukarela (voluntary compliance), memperkuat tata kelola usaha, serta melahirkan pelaku usaha Ansor yang profesional, taat regulasi, adaptif terhadap perubahan, dan berdaya saing.
Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen PW GP Ansor Jawa Timur untuk terus menghadirkan program-program yang memperkuat kapasitas kader, tidak hanya dalam aspek keorganisasian dan kebangsaan, tetapi juga dalam bidang ekonomi, kewirausahaan, tata kelola usaha, serta penguatan ekosistem bisnis yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, PW GP Ansor Jawa Timur optimistis budaya sadar pajak akan semakin mengakar di tengah masyarakat.
"Pada akhirnya, kepatuhan perpajakan tidak hanya menjadi kewajiban hukum, tetapi juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera," pungkasnya.
Editor : Diday Rosadi