GRESIK — Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa' Safril, memberikan apresiasi terhadap capaian pemerintah di sektor pertanian nasional yang dinilai berhasil membawa Indonesia memasuki era baru kedaulatan pangan di tengah ancaman krisis pangan global.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Direktur Utama Perum Bulog dengan tema “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah”.
FGD itu digelar di Gudang Romokalisari 2, Pergudangan Bumi Maspion, Gresik, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Safril menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional merupakan prestasi besar yang patut diapresiasi seluruh elemen bangsa.
Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia justru berhasil mencatat stok pangan nasional mencapai 5,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan melampaui capaian swasembada pangan era 1984.
Tidak hanya itu, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian juga mencapai 5,7 persen, sementara Nilai Tukar Petani (NTP) berada pada posisi tertinggi dalam 33 tahun terakhir.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian Indonesia sedang bergerak menuju transformasi besar yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat dan penguatan ekonomi nasional.
“Kami mengapresiasi kerja besar Menteri Pertanian RI, Bapak Andi Amran Sulaiman, yang berhasil menghadirkan optimisme baru di sektor pertanian nasional. Kepemimpinan beliau menunjukkan bahwa keberanian, kerja cepat, dan keberpihakan kepada petani mampu membawa Indonesia menuju kedaulatan pangan,” ujar Safril.
Ia menambahkan bahwa penghargaan internasional dari Food and Agriculture Organization (FAO) yang diterima Indonesia secara berturut-turut menjadi bukti nyata bahwa dunia mulai melihat Indonesia sebagai negara yang berhasil membangun ketahanan pangan berbasis kemandirian nasional.
“Ini bukan hanya keberhasilan pemerintah, tetapi keberhasilan bangsa Indonesia. Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan, namun Indonesia justru mampu mencatat sejarah baru. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menjadi bangsa yang mandiri dan disegani,” katanya.
Safril juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dan dunia kampus dalam memperkuat agenda besar swasembada pangan nasional.
Menurutnya, mahasiswa dan organisasi kepemudaan harus mengambil bagian dalam pembangunan sektor pertanian melalui inovasi, penelitian, teknologi, dan gerakan sosial yang berpihak kepada kepentingan petani dan ketahanan pangan nasional.
“Kampus dan generasi muda harus menjadi bagian dari gerakan perubahan. Ketahanan pangan tidak cukup hanya dibangun pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
PW GP Ansor Jawa Timur menyatakan siap mendukung agenda besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta membangun kolaborasi bersama pemuda, mahasiswa, dan masyarakat demi mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang kuat, berdaulat, dan menjadi lumbung pangan dunia.
Editor : Diday Rosadi