SURABAYA, AYOJATIM.COM — Pengelolaan anggaran pendidikan menjadi perhatian Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Adela Kanasya Adies. Ia mendorong kepala sekolah di Surabaya memahami aturan penggunaan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) agar anggaran pendidikan dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran dan mendukung kebutuhan sekolah.
Pesan tersebut disampaikan Adela dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan Dana BOSP yang berlangsung di Surabaya, Jumat-Sabtu (19-20/9/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 300 kepala sekolah dari jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP.
Menurut Adela, pengelolaan BOSP tidak hanya berkaitan dengan penggunaan anggaran, tetapi juga pemahaman terhadap ketentuan dan peruntukannya. Kepala sekolah sebagai pengelola satuan pendidikan perlu memastikan setiap penggunaan anggaran mendukung proses pembelajaran dan kebutuhan pendidikan.
"Penggunaan anggaran BOSP harus dilakukan secara bijak dan tepat sasaran. Kepala sekolah perlu memahami aturan dan peruntukannya agar anggaran yang tersedia benar-benar mendukung proses pendidikan," kata Adela Kanasya, Sabtu (19/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Adela juga memberikan kesempatan kepada para kepala sekolah untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi di masing-masing satuan pendidikan.
Berbagai aspirasi tersebut, kata dia, akan menjadi bahan untuk dibawa dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Kami akan membawa aspirasi dan masukan dari para kepala sekolah dalam RDP dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ini penting agar persoalan yang dihadapi di lapangan dapat menjadi bahan pembahasan di tingkat kementerian," ujarnya.
Kemendikdasmen, Dr. Abdul Halim, mengapresiasi kegiatan yang mempertemukan unsur legislatif dengan para kepala sekolah tersebut.
Ia menilai pemahaman mengenai prinsip pengelolaan Dana BOSP menjadi bagian penting dalam memastikan anggaran pendidikan digunakan secara tepat.
"Pemahaman yang mendalam mengenai prinsip bijak dalam penggunaan Dana BOS Pendidikan sangat krusial agar pengelolaan anggaran tepat sasaran, transparan, dan akuntabel demi kemajuan kualitas pendidikan anak bangsa," kata Abdul Halim.
Menurut Abdul Halim, forum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman kepala sekolah mengenai tata kelola anggaran sekaligus menyampaikan persoalan yang muncul dalam pelaksanaan di lapangan.
Ia turut mengapresiasi Adela yang menginisiasi pertemuan dengan kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Surabaya.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kurikulum Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Atiko SS MM, mengapresiasi langkah Adela yang membuka ruang dialog secara langsung dengan para kepala sekolah.
Menurut Atiko, komunikasi antara satuan pendidikan, pemerintah daerah, DPR RI, dan kementerian diperlukan agar berbagai kebutuhan sekolah dapat disampaikan secara langsung dan menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan kebijakan.
"Terima kasih kepada Bu Adela yang sudah mau mendengarkan aspirasi kepala sekolah untuk mengembangkan pendidikan di Kota Surabaya. Semoga aspirasi dari para kepala sekolah bisa diperjuangkan di DPR RI bersama Mendikdasmen. Kami berharap Kota Surabaya menjadi salah satu ikon pendidikan di Indonesia," harap Atiko.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi kepala sekolah untuk menyampaikan kondisi dan kebutuhan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Aspirasi yang dihimpun diharapkan dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut antara DPR RI dan Kemendikdasmen.
Editor : Amal Jaelani