SURABAYA - Suasana Pengukuhan Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) Orwil Jawa Timur periode 2026-2031 di Gedung Negara Grahadi mendadak, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saling puji dengan Ning Lia.
Apalagi belakangan viral akronim EMILIA yang merupakan kepanjangan dari Emil Dardak - Lia Istifhama for Jawa Timur.
Di tengah sambutan yang mengusung tema "Mengembangkan Peran Intelektual sebagai Panutan yang Inklusif dan Transformatif Menuju Indonesia Emas" itu, Emil Dardak secara khusus memuji sosok Dr. Lia Istifhama, M.E.I. atau Ning Lia, Anggota DPD RI Dapil Jatim yang hadir dengan kerudung Hijau khasnya.
"Saya lihat di sini ada Ning Lia. Senator kita, suara terbanyak perempuan Jatim. Kita sama-sama membangun Jawa Timur. Untuk keberlanjutan Gerbang baru Nusantara kata Emil dari podium Grahadi," kata Mas Emil, Sabtu (19/9/2026) malam.
Sontak kamera menyorot Ning Lia yang tersenyum. Keponakan Gubernur Khofifah itu memang menjadi perhatian karena perolehan suaranya yang mencapai 2,7 juta dan Senator Cantik itu pun menjadi calon non incumbent perempuan dengan perolehan suara terbanyak nasional.
Emil Dardak yang baru terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim itu menambahkan, kolaborasi antara Pemprov Jatim dan tokoh muda seperti Ning Lia menjadi kunci untuk menjadikan Jawa Timur sebagai laboratorium gagasan untuk Indonesia Emas 2045.
"Kolaborasi adalah kunci untuk membangun Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, sekaligus menuju Indonesia Emas 2025," ujar Wagub Jatim dua periode tersebut.
Ning Lia memuji balik Wagub Emil Dardak sebagai pemimpin muda yang cerdas dan visioner. Menurut Lia, duet Khofifah - Emil selama ini tanpa konflik dan saling support.
Alumni FISIP Universitas Airlangga (Unair) ini memandang, kepemimpinan Khofifah - Emil selama dua periode ini berhasil membangun ruang dialog sebagai bagian penting dalam mempertemukan aspirasi masyarakat dengan kebijakan.
Anggota Komite I DPD RI ini mengungkapkan, komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Jawa Timur.
Lia menilai langkah itu sudah dilakukan oleh Gubernur Khofifah dan Mas Wagub Emil selama memimpin Jawa Timur.
"Dengan terjaganya komunikasi dan dialog, sinergi antar elemen di Jawa Timur diharapkan tidak hanya berjalan dalam momentum tertentu, tetapi terus tumbuh menjadi ruang bersama untuk membahas persoalan, bertukar gagasan, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat," tutur aktivis muda Nahdlatul Ulama tersebut.
Editor : Diday Rosadi