SURABAYA, AYOJATIM.COM – Sebuah aksi sosial tidak selalu lahir dari program besar atau komunitas yang mapan. Terkadang, gerakan tersebut muncul dari ide sederhana dan keberanian untuk segera memulai.
Prinsip itulah yang dipegang seorang kreator
konten sekaligus fotografer asal Surabaya bernama Lukman Hermawan Prawono, dengan akun fotolicious.id.
Hingga kini dan sudah tiga tahun terakhir konsistennya dalam membantu pelaku UMKM pinggir jalan melalui branding dan fotografi secara gratis telah membawanya pada lebih dari 500 UMKM mendapatkan bantuan promosi melalui media sosialnya.
Menurutnya, gerakan tersebut tidak diawali dengan perencanaan yang rumit. Ide itu muncul secara spontan ketika melihat banyak pelaku usaha kecil yang belum memiliki identitas usaha maupun materi promosi yang layak.
"Saya sebenarnya tidak pernah memilih secara khusus. Tiba-tiba saja muncul ide untuk membantu branding UMKM pinggir jalan," ungkapnya, saat dihubungi Ayojatim.com, Selasa (21/7/2026).
Alih-alih menunggu semuanya siap, ia memilih langsung bergerak. Dua temannya sempat diajak bergabung dalam aksi tersebut. Namun, setelah satu kali kegiatan, hanya dirinya yang tetap melanjutkan gerakan itu dengan kemampuan dan biaya pribadi.
"Selama kita masih hidup, kita selalu bisa membantu dengan cara masing-masing. Saya memutuskan tetap jalan sendiri dengan uang seadanya," tambahnya.
Memanfaatkan Keahlian Fotografi untuk Membantu UMKM
Bagi Lukman, fotografi menjadi modal utama dalam menjalankan aksi sosial tersebut, karena sudah menjadi bidang yang dikuasainya. Ia tidak perlu memulai dari nol untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Bermodal keahliannya, ia pun memutuskan dan memilih menyasar warung-warung kecil yang menurunya dinilai paling membutuhkan dukungan promosi, minimal cetak nama tempat dan produk jualan yang menarik.
"Foto adalah keahlian saya. Jadi saya bisa langsung membantu. Saya memilih warung kecil karena berasumsi mereka memang membutuhkan bantuan branding," jelasnya.
Selama menjalankan kegiatan tersebut, pria kelahiran Surabaya ini juga tidak pernah membatasi siapa yang boleh mendapatkan bantuan. Baik pedagang muda maupun lansia memiliki kesempatan yang sama.
Sementara ia juga menjelaskan bahwa fokusnya pun masih berada di sekitar Surabaya, terutama di kawasan yang dekat dengan tempat tinggalnya agar kegiatan bisa dilakukan secara konsisten.
Dukungan Warganet Membuat Gerakan Terus Bertahan
Selama menjalankan aksinya, tentu banyak hal yang menarik perhatiannya. Salah satu momen paling berkesan terjadi saat kebijakan penutupan TikTok Shop sempat berdampak pada usahanya sendiri. Kondisi tersebut membuat pendapatannya menurun sehingga ia berencana menghentikan sementara program bantuan UMKM.
Keputusan itu diumumkan kepada para pengikutnya di media sosial. Namun respons yang diterima justru di luar dugaan. Banyak pengikut yang selama ini hanya menjadi pembaca diam-diam atau silent reader mulai menghubunginya. Mereka memberikan dukungan moral hingga bantuan materi agar aksi sosial tersebut tetap berjalan.
"Ternyata saya tidak sendirian. Banyak yang menyukai aksi ini, hanya saja selama ini mereka tidak pernah berkomentar," ungkapnya.
Dukungan itu membuatnya kembali turun ke lapangan keesokan harinya. Hingga kini, gerakan branding gratis tersebut telah membantu lebih dari 500 UMKM yang berjualan di pinggir jalan.
Branding Menjadi Kunci Bertahan di Tengah Persaingan
Berdasarkan pengalamannya mendampingi ratusan pelaku usaha kecil, ia menilai tidak semua orang memang ditakdirkan menjadi pedagang. Menjalankan usaha membutuhkan ketahanan mental, konsistensi, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan.
Meski demikian, bagi mereka yang memang harus berwirausaha, ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat serta terus meningkatkan kualitas usaha.
Menurutnya, branding menjadi salah satu faktor penting agar usaha lebih mudah dikenal pelanggan. Selain itu, kebersihan tempat usaha dan kemudahan pembayaran digital juga menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
Ia juga mendorong pelaku UMKM untuk terus belajar melalui buku-buku berkualitas ketika kondisi keuangan mulai membaik.
"Berdagang memang tidak mudah. Tetap semangat, jaga kesehatan, konsisten berjualan, bangun branding yang baik, jaga kebersihan, sediakan metode pembayaran yang mengikuti perkembangan zaman. Kalau sudah punya rezeki lebih, belilah buku yang berkualitas agar kita bisa terus berkembang," pesannya.
Bagi dirinya, membantu UMKM bukan sekadar menghasilkan foto yang menarik. Lebih dari itu, setiap foto menjadi harapan agar usaha kecil di pinggir jalan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dikenal masyarakat dan bertahan di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.
Editor : Amal Jaelani