TULUNGAGUNG, AYOJATIM.COM - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, berlangsung dengan cara berbeda. Para pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Berdikari (GRAPARI) menggabungkan olahraga, kesenian, dan aktivitas ekonomi warga dalam satu rangkaian kegiatan.
Salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah Rejotangan Fun Trail Run. Ratusan peserta ikut menjajal rute lintas alam sekaligus menikmati potensi wisata Gunung Gamping.
Bagi GRAPARI, kegiatan tersebut bukan sekadar memeriahkan kemerdekaan. Ada misi yang lebih besar, yakni membuka ruang bagi pemuda untuk terlibat dalam pengembangan desa dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Ketua GRAPARI Ratna Wulandari mengatakan kegiatan itu dibangun dengan tiga pilar utama, yakni pelestarian budaya, penguatan ekonomi melalui bazar UMKM, serta olahraga.
“Kegiatan hari ini menjadi bukti bahwa pemuda mampu menjadi penggerak perubahan. Kami menghadirkan tiga pilar utama: pelestarian budaya, penguatan ekonomi melalui Bazar UMKM, serta Rejotangan Fun Trail Run,” kata Ratna.
Menurut dia, seluruh rangkaian kegiatan lahir dari semangat kolaborasi antara pemuda, masyarakat, pemerintah, komunitas, dan berbagai pihak yang ikut mendukung.
GRAPARI sendiri berawal dari keresahan pemuda di RW 03, Dusun Kates, Desa Rejotangan. Dari lingkungan tersebut, mereka membangun wadah yang diharapkan bisa menjadi ruang bagi generasi muda untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat.
Tagline “Bergerak Bersama, Berdampak untuk Sesama” kemudian menjadi semangat dalam berbagai kegiatan yang mereka jalankan.
Selain trail run, GRAPARI menghadirkan Bazar UMKM. Pelaku usaha lokal mendapat kesempatan menawarkan produk mereka kepada peserta dan masyarakat yang datang ke lokasi kegiatan.
Sementara di bidang budaya, GRAPARI menggandeng sejumlah sanggar seni untuk menggelar pertunjukan kesenian tradisional. Sanggar Seni Soraya, Sanggar Seni Sriwacaraka, dan Sanggar Seni Kalaloka ikut ambil bagian.
Kolaborasi tiga kegiatan itu membuat perayaan kemerdekaan di Rejotangan tidak berhenti pada seremoni. Ada aktivitas ekonomi, hiburan, olahraga, sekaligus upaya mengenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas.
Anggota DPRD Jawa Timur Erma Susanti mengapresiasi konsep yang dibawa GRAPARI. Menurutnya, olahraga lintas alam bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi wisata lokal.
“Kegiatan seperti Rejotangan Fun Trail Run ini sangat luar biasa dan patut didukung penuh. Rute lintas alam yang disajikan tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menjadi ajang promosi wisata yang sangat efektif,” ujar Erma.
Ia secara khusus menyoroti potensi Gunung Gamping sebagai salah satu daya tarik wisata Rejotangan.
Erma berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda perayaan HUT RI. Jika dilakukan secara konsisten, perpaduan olahraga, UMKM, dan wisata dinilai bisa menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat.
“Jika dikelola dengan konsisten, perpaduan antara olahraga, bazar produk lokal, dan promosi wisata alam Gunung Gamping ini akan menjadi kekuatan baru yang mampu mendongkrak kesejahteraan warga,” katanya.
Dukungan juga datang dari Plt Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin. Ia menilai keterlibatan pemuda dalam mengembangkan potensi desa merupakan langkah positif.
Menurutnya, kegiatan GRAPARI mampu mempertemukan berbagai kepentingan sekaligus: olahraga untuk masyarakat, ruang promosi bagi UMKM, dan pelestarian budaya lokal.
Perputaran aktivitas ekonomi selama acara juga memberi peluang bagi pelaku usaha desa untuk mendapatkan pasar baru.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemuda desa tidak harus menunggu program dari pemerintah untuk bergerak. Dengan kolaborasi dan kreativitas, kegiatan sederhana di tingkat komunitas bisa berkembang menjadi agenda yang membawa nama Rejotangan lebih jauh.
GRAPARI berharap semangat gotong royong yang menjadi dasar gerakannya dapat terus tumbuh. Bukan hanya saat perayaan kemerdekaan, tetapi juga melalui kegiatan lain yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat Rejotangan.
Penulis: Bintang Putra
Editor : Alim Perdana