SURABAYA – Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur bekerja sama dengan Parahita Diagnostic Center dan Seribu Senyum menggelar kegiatan “Doa untuk Negeri”.
Kegiatan itu bertema “Membangun Optimisme Kenegaraan Demi Terwujudnya Indonesia Emas 2045” dilaksanakan di Klinik dan Laboratorium Parahita Dharmawangsa Surabaya, Senin (15/6/2026) malam.
Ketua PDUF MUI Jawa Timur, KH. Miftah Jauhari menegaskan pergantian tahun Hijriah harus dimaknai lebih dari sekadar pergantian kalender.
"Melalui doa dan kebersamaan, kita berharap Indonesia mampu melangkah menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” tutur pria yang akrab disapa Gus Miftah itu.
Dalam tausiyah 1 Muharram, Dr. HM. Sulthon Amien mengingatkan bahwa makna hijrah tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga transformasi menuju kondisi yang lebih baik, baik pada level individu maupun bangsa.
Menurutnya, semangat hijrah Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya perencanaan yang matang, keberanian menghadapi tantangan, optimisme terhadap masa depan, serta komitmen membangun masyarakat yang beradab.
Ia juga menegaskan bahwa umat Islam memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Diantaranya melalui penguatan akhlak, pengembangan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, kontribusi di bidang kesehatan, menjaga persatuan bangsa, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin," terangnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan Doa Bersama untuk Negeri yang dipimpin langsung oleh Dr. H. M. Sulthon Amien, M.M.
Seluruh peserta memanjatkan doa agar Indonesia senantiasa diberikan keamanan, persatuan, kemakmuran, serta kemudahan dalam mewujudkan visi pembangunan nasional menuju tahun 2045.
Editor : Diday Rosadi