ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Disperindag Jatim Gandeng New Energy Nexus Percepat Industri Hijau, Perkuat Daya Saing Ekspor IKM

avatar AM Lukman J
  • URL berhasil dicopy
Direktur New Energy Nexus Indonesia, Diyanto Imam, saat pembukaan Katalis Jatim, Kamis (30/7/2026). Foto: Lukman/Ayojatim
Direktur New Energy Nexus Indonesia, Diyanto Imam, saat pembukaan Katalis Jatim, Kamis (30/7/2026). Foto: Lukman/Ayojatim

SURABAYA, AYOJATIM.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur menggandeng New Energy Nexus Indonesia untuk mempercepat transformasi industri hijau sebagai strategi meningkatkan daya saing ekspor industri kecil dan menengah (IKM).

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas adopsi teknologi bersih sekaligus membantu pelaku industri memenuhi standar keberlanjutan yang kini menjadi syarat utama di pasar global.

Kemitraan tersebut diperkuat melalui gelaran Katalis Jatim: Kemitraan Industri Startup untuk Transisi Hijau yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, startup teknologi, hingga lembaga pendamping dalam mendorong percepatan implementasi industri hijau di Jawa Timur.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan, S.Hut., M.M., menyampaikan dalam sambutannya, bahwa transformasi menuju industri hijau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar produk-produk Jawa Timur tetap kompetitif di pasar ekspor.

"Kalau industri kita masuk ke pasar ekspor luar negeri, salah satu syarat sertifikatnya adalah standar industri hijau ini," ujarnya, saat sambutan pembukaan Katalis Jatim, Kamis (30/7/2026).

Menurut Iwan, jumlah industri di Jawa Timur yang telah mengantongi sertifikasi industri hijau masih relatif terbatas. Padahal, sertifikasi tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing produk di tengah meningkatnya tuntutan konsumen global terhadap praktik produksi yang ramah lingkungan.

Karena itu, Disperindag Jawa Timur terus memperluas pendampingan kepada pelaku industri dengan menggandeng berbagai mitra strategis, termasuk New Energy Nexus Indonesia. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses transformasi industri melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi rendah karbon.

"Transformasi menuju industri yang lebih efisien, rendah karbon, dan berkelanjutan merupakan langkah strategis yang harus terus didorong untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan," kata Iwan.

Ia menjelaskan, proses memperoleh sertifikasi industri hijau memerlukan pemenuhan berbagai parameter teknis sehingga membutuhkan dukungan dari banyak pihak, mulai pemerintah, lembaga pendamping, dunia usaha, hingga penyedia solusi teknologi.

Upaya tersebut dinilai memiliki prospek besar mengingat industri pengolahan masih menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen secara tahunan dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp888,44 triliun, atau menyumbang 14,36 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Di sisi lain, sektor industri pengolahan berkontribusi 31,45 persen terhadap PDRB Jawa Timur dan tumbuh 5,98 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri nasional yang mencapai 5,04 persen pada periode yang sama.

Sementara itu, Direktur New Energy Nexus Indonesia, Diyanto Imam, mengatakan kerja sama dengan Disperindag Jawa Timur diawali melalui pemetaan kebutuhan industri agar program yang disusun benar-benar menjawab tantangan yang dihadapi pelaku usaha.

Menurutnya, hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pendampingan, pengembangan kapasitas, hingga penerapan teknologi bersih bagi industri kecil dan menengah (IKM) maupun usaha kecil dan menengah (UKM).

"Kami ingin memastikan industri hijau tidak hanya dapat diakses oleh industri besar. IKM dan UKM juga harus menjadi bagian dari ekosistem industri rendah karbon sehingga mampu meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar," ujar Diyanto.

Melalui kemitraan ini, Disperindag Jawa Timur dan New Energy Nexus Indonesia berharap semakin banyak IKM yang mampu memenuhi standar industri hijau, memperoleh sertifikasi keberlanjutan, serta memperkuat posisi produk Jawa Timur di pasar ekspor.

Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan menggabungkan inovasi teknologi, efisiensi industri, dan pengurangan emisi karbon.

Editor :