Ayojatim.com - Dalam upaya memberikan motivasi dan penguatan mental di tengah situasi dunia yang penuh dengan tantangan ekonomi, isu PHK, hingga konflik global, Saksi-Saksi Yehuwa menyelenggarakan acara pertemuan regional selama tiga hari berturut-turut di Surabaya.
Acara yang digelar di Exhibition Hall Lantai 3 Grand City Surabaya, itu terbuka untuk umum dengan mengusung tema utama "Bahagia Selamanya".
Koordinator Panitia Pertemuan Regional, Arianto Linyu menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk belajar bersama mengenai cara menjadi anggota masyarakat yang lebih baik, baik secara moral maupun melalui pendidikan yang berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab.
"Acara ini bantu kami untuk bisa tetap bahagia walaupun situasi lingkungan sekarang tidak baik-baik saja. Mental kami dilatih supaya bisa tetap bahagia di tengah berbagai tantangan," katanya kepada wartawan di sela-sela acara.
Dihadiri Ribuan Peserta dari Berbagai Daerah
Rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari ini diperkirakan menyedot perhatian sekitar 2.500 hingga 2.600 hadirin, sesuai dengan kapasitas kursi yang disediakan oleh panitia. Puncak jumlah kehadiran dilaporkan terjadi pada hari Minggu seiring dengan masa libur masyarakat.
Meskipun sebagian besar peserta berasal dari Surabaya dan wilayah Jawa Timur lainnya, seperti Madiun, Mojokerto, Tuban, Bojonegoro hingga Kediri, acara ini juga dihadiri oleh para tamu dari luar provinsi, termasuk dari Jakarta. "Angka kehadiran tahun ini relatif stabil dan tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan gelaran tahun-tahun sebelumnya," ungkap Arianto Linyu.
Bawa Dampak Positif dan Kedamaian bagi Masyarakat
Selain sebagai sarana ibadah, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif secara langsung bagi lingkungan dan masyarakat luas.
Arianto Linyu menjelaskan bahwa materi yang disampaikan berfokus pada penerapan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah menjaga keharmonisan dan komitmen dalam keluarga.
"Melalui khotbah yang disampaikan, peserta diajak untuk membentengi diri dari pengaruh buruk seperti pornografi, serta memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak bergantung pada materi yang dimiliki, melainkan pada hubungan spiritual yang baik dengan Allah Yehuwa," jelasnya.
Pihaknya berharap, nilai-nilai kebaikan dan kedamaian yang dipelajari selama tiga hari tersebut dapat terus disebarkan dan diterapkan oleh para peserta di lingkungan masyarakat masing-masing.
Editor : Zain Ahmad