ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Musyker MWCNU Candi Tetapkan Strategi Lima Tahun Fokus Ekonomi dan Pendidikan

avatar Ali Masduki
  • URL berhasil dicopy
Musyawarah Kerja (Musyker) Masa Khidmat 2026–2031 di Trawas, Mojokerto. Foto/MWCNU Candi
Musyawarah Kerja (Musyker) Masa Khidmat 2026–2031 di Trawas, Mojokerto. Foto/MWCNU Candi

MOJOKERTO, AYOJATIM.COM - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Candi mengambil langkah besar memperkuat kemandirian ekonomi umat. Melalui Musyawarah Kerja (Musyker) Masa Khidmat 2026–2031 di Trawas, Mojokerto, organisasi ini sepakat mendirikan Baitul Maal wat Tamwil (BMT NU).

Kehadiran lembaga keuangan syariah tersebut dirancang sebagai motor penggerak ekonomi warga Nahdliyin di Sidoarjo. Selama lima tahun ke depan, roda organisasi akan digerakkan dengan tema "Menggerakkan Potensi, Meneguhkan Komitmen Khidmat".

Ketua MWCNU Candi, Dr. H. Moh. Arwani Muslih, M.Ag., M.H.I., menilai pemetaan potensi lokal menjadi kunci utama menghadirkan program yang berkelanjutan. Berbagai potensi warga perlu disinergikan agar dampak nyatanya langsung dirasakan masyarakat luas.

"Berbagai potensi perlu dipetakan dan disinergikan agar mampu melahirkan program yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Arwani.

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Sidoarjo, KH Zainal Hayat, turut mengapresiasi langkah taktis tersebut. Ia mengingatkan agar seluruh keputusan forum tidak berhenti sebagai dokumen administratif belaka.

"Keputusan yang dihasilkan benar-benar diwujudkan dalam program kerja yang konsisten sehingga MWCNU Candi semakin profesional dan mandiri dalam melayani warga Nahdliyin," kata Zainal.

Selain sektor finansial, forum merumuskan penguatan mutu pendidikan di bawah naungan LP Ma'arif NU. Pembinaan akan diperluas mencakup madrasah hingga sekolah berbagai jenjang di Kecamatan Candi.

Sektor sosial dan keagamaan pun tidak luput dari perhatian. MWCNU Candi memprogramkan penyusunan buku keagamaan khusus, mulai dari materi khutbah hingga panduan amaliah Nahdliyah bagi para imam dan masyarakat.

Langkah konsolidasi berlanjut pada pendataan menyeluruh terhadap potensi sumber daya manusia Nahdlatul Ulama. Pemetaan profesi dan kompetensi warga, termasuk tenaga kesehatan, disiapkan sebagai fondasi pengembangan layanan kesehatan ke depan.

Guna memastikan efektivitas eksekusi, peserta Musyker sepakat membentuk lima koordinator bidang di bawah Pengurus Harian. Struktur baru ini mempercepat jalur komunikasi hingga tingkat ranting agar roda organisasi berjalan lebih responsif dan produktif.

Editor :