SURABAYA, AYOJATIM.COM – Kebutuhan fasilitas pendidikan berkualitas masih menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Kondisi tersebut turut mendorong PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang 2025.
Perusahaan yang bergerak di sektor properti pendidikan itu membukukan pendapatan sebesar Rp6,79 miliar atau tumbuh 5,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari capaian tersebut, MSIE mengantongi laba neto Rp254 juta dan laba komprehensif Rp257 juta.
Tak hanya mencatat pertumbuhan pendapatan, perseroan juga berhasil memperkuat struktur keuangan. Liabilitas turun 35,75 persen menjadi Rp11,95 miliar, sementara ekuitas meningkat hingga Rp112,98 miliar.
Direktur Utama PT MSIE, Tanu Widjaja, mengatakan seluruh properti yang dikelola perusahaan terisi penuh sepanjang 2025.
"Tingkat okupansi mencapai 100 persen. Kondisi tersebut menunjukkan aset kami dimanfaatkan secara optimal dan hubungan dengan penyewa tetap terjaga dengan baik," ujarnya dalam Public Expose Tahunan 2026 di Surabaya.
Capaian okupansi penuh menjadi indikator tingginya kebutuhan infrastruktur pendidikan yang mampu mendukung operasional lembaga pendidikan secara berkelanjutan.
Karena itu, perusahaan tidak hanya menjaga aset yang ada, tetapi juga terus meningkatkan kualitas fasilitas guna memenuhi kebutuhan penyewa dan perkembangan sektor pendidikan.
Memasuki 2026, MSIE mulai menyiapkan langkah ekspansi. Bali menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk pengembangan bisnis karena dinilai memiliki potensi besar, terutama seiring meningkatnya minat lembaga pendidikan internasional untuk masuk ke Indonesia.
Menurut Tanu, peluang tersebut akan dimanfaatkan melalui diversifikasi portofolio properti pendidikan di luar Surabaya serta menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan yang ingin memperluas jangkauan layanan mereka.
"Kami melihat kebutuhan pendidikan internasional terus berkembang. Karena itu, pengembangan aset di kawasan strategis, termasuk Bali, menjadi salah satu fokus pertumbuhan perusahaan ke depan," katanya.
Selain ekspansi wilayah, perseroan juga memperkuat kerja sama jangka panjang dengan penyewa serta membuka peluang kolaborasi baru dengan lembaga pendidikan dari dalam maupun luar negeri.
Meski optimistis terhadap prospek bisnis, MSIE tetap menerapkan prinsip kehati-hatian. Beberapa risiko yang menjadi perhatian antara lain konsentrasi penyewa utama, kenaikan biaya operasional, serta dinamika industri properti pendidikan.
Melalui strategi tersebut, perusahaan berharap mampu menjaga pertumbuhan pendapatan secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Sebagai informasi, PT Multisarana Intan Eduka Tbk merupakan emiten berkode saham MSIE yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 10 Agustus 2023. Perseroan berfokus pada investasi, pengembangan, dan pengelolaan properti yang mendukung kegiatan pendidikan di Indonesia.
Editor : Alim Perdana