SITUBONDO - Prajurit Brigade Infanteri 2 Marinir terus menggembleng kemampuan tempur dalam Latihan Triwulan yang digelar di Pusat Latihan Pertempuran Hutan Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (10/4/2026). Latihan berlangsung dengan skenario lapangan yang dinamis, menguji kesiapan personel menghadapi berbagai situasi pertempuran.
Salah satu materi utama yang dijalankan adalah Pemutusan Tempur (Tuspur) terencana. Dalam skenario tersebut, prajurit dilatih melepaskan diri dari kontak tembak secara taktis dan terorganisir, tanpa mengurangi daya gempur satuan meski dalam posisi mundur atau berpindah.
Tekanan latihan meningkat saat simulasi gangguan dari penembak runduk memicu situasi darurat. Seorang prajurit dilaporkan mengalami luka tembak dalam skenario tersebut. Respons cepat langsung dilakukan melalui penerapan Pertolongan Taktis Korban Tempur (PTKT) atau Tactical Combat Casualty Care (TCCC).
Di tengah kontak senjata, tim bergerak cepat memberikan penanganan awal dalam fase care under fire, kemudian mengevakuasi korban tanpa menghentikan operasi. Langkah ini menunjukkan integrasi antara kemampuan tempur dan prosedur penyelamatan jiwa yang harus berjalan bersamaan di medan operasi.
Latihan berintensitas tinggi ini menuntut koordinasi antarsatuan, kecepatan membaca situasi, serta ketepatan mengambil keputusan dalam kondisi tertekan. Kombinasi teknik Tuspur dan prosedur medis tempur menjadi indikator penting dalam menjaga efektivitas pasukan.
Editor : Alim Perdana