ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Senator Lia Istifhama Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Surabaya, Bagikan Kisah Perjuangan Hidup

avatar Diday Rosadi
  • URL berhasil dicopy
Ning Lia bagikan pengalaman hidup saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Surabaya. foto: dok.B59.
Ning Lia bagikan pengalaman hidup saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Surabaya. foto: dok.B59.

SURABAYA – Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) daerah pemilihan Jawa Timur, Lia Istifhama, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI kepada masyarakat di Gedung DPD RI Jawa Timur, Jalan Jemur Andayani 1 Surabaya, Minggu (15/3/2026) malam.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai fundamental kehidupan berbangsa dan bernegara yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam suasana yang hangat dan penuh interaksi, Lia Istifhama tidak hanya menyampaikan materi kebangsaan, tetapi juga berbagi pengalaman hidup yang sarat dengan pesan motivasi.

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan.

Di hadapan para peserta, Lia menceritakan perjalanan hidupnya sebelum menjadi anggota DPD RI. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah berada dalam fase kehidupan yang tidak mudah, termasuk ketika menerima honor mengisi materi kegiatan dengan nominal yang sangat terbatas.

Menurutnya, pada masa tersebut ia pernah menerima honor sekitar Rp500 ribu untuk sebuah kegiatan. Meski nilainya tidak besar, baginya hal itu tetap menjadi bentuk kepercayaan yang harus dihargai.

Ia menuturkan bahwa honor tersebut bahkan kerap dibagikan kepada rekan-rekan yang membantu jalannya kegiatan. Baginya, kebersamaan dan rasa saling mendukung menjadi bagian penting dari proses perjuangan.

“Ketika saya mengisi materi dalam sebuah kegiatan, terkadang honor yang diterima sekitar lima ratus ribu rupiah. Nilainya memang tidak besar, tetapi itu adalah bentuk kepercayaan. Dari situ juga bisa dibagikan kepada teman-teman yang turut membantu,” tuturnya dengan penuh refleksi.

Tidak hanya berbicara tentang perjalanan karier, Lia juga membagikan kisah personal mengenai kehidupan keluarganya yang pernah melalui masa-masa sulit.

Ia mengisahkan bahwa dalam suatu periode kehidupan, kondisi ekonomi keluarganya sempat berada pada titik yang sangat terbatas. Bahkan, ia pernah merasakan situasi ketika tidak ada uang di rumah, kecuali untuk membeli obat saat anaknya sakit.

Pengalaman tersebut, menurutnya, justru menjadi pelajaran penting bagi keluarganya tentang arti kesabaran, keteguhan, dan ketahanan dalam menghadapi ujian kehidupan.

Ia menilai bahwa pengalaman sulit dapat menjadi sarana pembelajaran bagi keluarga, khususnya bagi anak-anak, agar memahami bahwa kehidupan tidak selalu berada dalam kondisi nyaman.

“Ketika orang tua berada dalam kondisi yang baik, anak-anak perlu belajar bersyukur. Namun saat keluarga menghadapi kesulitan, mereka juga harus belajar bersabar dan memahami proses kehidupan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Lia juga menekankan pentingnya membangun pola pikir yang cerdas dan strategis dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam dunia politik.

Menurutnya, simpati dan kepercayaan masyarakat tidak bisa dibangun hanya dengan pendekatan materi. Kepercayaan publik justru lahir dari gagasan, integritas, serta kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pemimpin yang dipercaya masyarakat adalah mereka yang mampu menghadirkan solusi, memiliki komitmen, serta konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.

Dengan pendekatan tersebut, hubungan antara pemimpin dan masyarakat tidak sekadar didasarkan pada kepentingan jangka pendek, melainkan pada komitmen bersama untuk membangun bangsa yang lebih baik.

Melalui kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, Lia Istifhama berharap masyarakat dapat semakin memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat solidaritas sosial, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Menurutnya, setiap kesulitan yang dihadapi manusia selalu memiliki jalan keluar selama seseorang memiliki tekad dan kemauan untuk terus berjuang.

“Kita harus memiliki prinsip untuk terus melangkah dan tidak mudah menyerah. Setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya jika kita tetap berusaha dan menjaga semangat,” pungkasnya.

Editor :