SIDOARJO, AYOJATIM.COM - Di tengah derasnya arus digitalisasi dan tren budaya populer global yang semakin mendominasi kehidupan anak-anak, sosok Jennar Kayshilla Arawindha hadir membawa inspirasi berbeda.
Bocah berusia 10 tahun asal Sidoarjo ini membuktikan bahwa kecintaan terhadap budaya lokal dapat menjadi kekuatan untuk berprestasi sekaligus menginspirasi generasi seusianya.
Namanya semakin dikenal setelah berhasil meraih gelar Yuk Persahabatan Cilik Sidoarjo 2026, sebuah penghargaan yang tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga amanah untuk menyebarkan nilai-nilai positif kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.
Siswi SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo tersebut memilih jalan yang tidak biasa bagi anak seusianya. Ketika banyak anak lebih akrab dengan tren hiburan luar negeri, Jennar justru menaruh perhatian besar pada budaya Jawa. Baginya, warisan budaya leluhur bukan sesuatu yang kuno, melainkan identitas yang patut dijaga dan dibanggakan.
Kecintaan Jennar terhadap budaya Jawa telah tumbuh sejak dini. Untuk memperdalam pengetahuannya, ia aktif belajar di Sanggar Budaya Senggono. Di tempat itulah ia mengenal lebih dekat berbagai kekayaan budaya Jawa, mulai dari seni tembang Jawa hingga nilai-nilai filosofi kehidupan yang terkandung di dalamnya.
“Banyak anak sekarang yang lebih tahu tren luar negeri, padahal budaya Jawa itu sangat indah dan punya cerita yang seru kalau kita mau pelajari,” ujar Dimas, ayahanda Jennar kepada Ayojatim.com, Minggu (14/6/2026).
Semangat yang ditunjukkan Jennar menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak mengenal usia. Dengan kemampuan komunikasi yang dimilikinya, ia berupaya mengajak teman-teman sebayanya untuk lebih dekat dengan tradisi dan seni budaya daerah.
Sebagai Yuk Persahabatan Cilik Sidoarjo 2026, Jennar tidak hanya tampil sebagai duta persahabatan, tetapi juga sebagai wajah baru pelestarian budaya di kalangan generasi alfa. Ia ingin menunjukkan bahwa mengenal budaya Jawa bukan sekadar mempelajari masa lalu, melainkan membangun karakter dan identitas yang akan menjadi bekal penting di masa depan.
Di tengah kekhawatiran akan semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap budaya tradisional, kehadiran Jennar membawa harapan baru. Langkah-langkah kecil yang ia lakukan melalui pendidikan budaya, seni tradisi, dan semangat persahabatan menjadi contoh bahwa anak-anak juga memiliki peran besar dalam menjaga warisan bangsa.
Kisah Jennar Kayshilla Arawindha menjadi inspirasi bahwa prestasi tidak selalu lahir dari panggung modern. Dari kecintaannya terhadap budaya Jawa, gadis cilik asal Sidoarjo ini menunjukkan bahwa melestarikan tradisi dapat menjadi jalan untuk berkarya, berprestasi, sekaligus menginspirasi banyak orang.
Melalui senyum hangat dan semangatnya yang tulus, Jennar kini menjadi simbol harapan bahwa budaya Jawa akan terus hidup dan berkembang di tangan generasi muda yang bangga terhadap akar budayanya sendiri.
Editor : Amal Jaelani