ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Dobrak Dominasi Maskulin, Merdeka Copper Gold Cetak Ribuan Srikandi Tambang

avatar Ali Masduki
  • URL berhasil dicopy
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) perkuat inklusivitas dengan mencetak 1.081 karyawan perempuan dan program operator alat berat bagi warga lokal. Foto/MDKA
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) perkuat inklusivitas dengan mencetak 1.081 karyawan perempuan dan program operator alat berat bagi warga lokal. Foto/MDKA

SURABAYA - Industri pertambangan yang selama ini identik dengan dunia laki-laki mulai bergeser ke arah yang lebih inklusif.  PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membuktikan transformasi tersebut dengan menempatkan 1.081 karyawan perempuan sebagai pilar operasional di berbagai lini bisnis mereka. 

Angka tersebut mencakup sekitar 11,6�ri total tenaga kerja grup, dengan porsi 15% di antaranya menduduki posisi manajerial. Langkah perusahaan berkode saham MDKA ini bukan sekadar mengejar angka keberagaman. 

Di lapangan, emiten tambang ini menjalankan program Female Green Operator yang melatih perempuan lokal mengoperasikan alat berat, seperti Articulated Dump Truck (ADT).

Inisiatif ini tersebar di titik-titik operasi strategis, mulai dari Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Tambang Tembaga Wetar di Maluku, hingga Proyek Emas Pani di Gorontalo.Hasilnya pun nyata. 

Melalui Mining Apprentice Program (MAP), sebanyak 120 operator perempuan kini berperan aktif dalam kegiatan operasional di Tambang Tembaga Wetar. 

Program ini awalnya menyasar warga sekitar tambang sebelum akhirnya diperluas ke desa-desa lain di wilayah Maluku guna membuka peluang kerja lebih lebar bagi masyarakat lokal.

Human Resources Director MDKA, Titien Supeno, menyatakan bahwa perusahaan serius membangun ekosistem yang aman dan adil. 

Di lokasi tambang (site), fasilitas khusus seperti asrama, ruang olahraga, hingga kanal pelaporan diskriminasi yang dikelola pihak ketiga independen telah disiapkan untuk menjamin kenyamanan pekerja perempuan.

"Kami yakin karyawan perempuan merupakan salah satu pilar utama dalam transformasi industri pertambangan yang berkelanjutan," ujar Titien. 

Menurutnya, kebijakan perusahaan saat ini didesain sebagai fondasi agar semakin banyak perempuan Indonesia yang mampu tumbuh dan berkarya di sektor mineral penting.

Tak hanya di wilayah operasi, komitmen ini juga dibawa ke kantor pusat Jakarta lewat rangkaian peringatan Hari Perempuan Sedunia 2026 bertema #GiveToGain. 

Selain diskusi kesehatan dan screening kanker payudara bersama yayasan Lovepink, MDKA memberikan ruang ekspresi bagi karyawannya melalui ajang peragaan busana internal sebagai bentuk perayaan keberagaman.

Upaya penguatan sumber daya manusia ini berjalan beriringan dengan ekspansi bisnis MDKA. Perusahaan yang dimiliki oleh Saratoga dan Provident Capital ini terus menggenjot produksi di aset-aset utamanya, termasuk Tambang Emas Pani yang baru saja memulai produksi emas perdana pada Februari 2026.

Editor :