ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Grup Merdeka Temukan 'Harta Karun' Emas Baru Hanya 500 Meter dari Pani

avatar Ali Masduki
  • URL berhasil dicopy
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) umumkan hasil pengeboran positif di Kolokoa. Potensi sumber daya mencapai 40 juta ton bijih emas dekat Tambang Pani. Foto/Merdeka Gold
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) umumkan hasil pengeboran positif di Kolokoa. Potensi sumber daya mencapai 40 juta ton bijih emas dekat Tambang Pani. Foto/Merdeka Gold

JAKARTA - Emiten pertambangan emas, PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS), mengumumkan temuan cadangan mineral yang menjanjikan melalui hasil pengeboran awal di prospek Kolokoa, Gorontalo. 

Penemuan ini berada tepat di samping area konsesi Tambang Emas Pani dan diprediksi akan mengubah peta produksi emas nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan laporan eksplorasi terbaru, perusahaan menemukan zona mineralisasi emas yang luas hanya dalam waktu empat bulan. 

Prospek Kolokoa yang berjarak cuma 500 meter dari deposit utama Pani ini memiliki target eksplorasi antara 20 hingga 40 juta ton bijih emas dengan kadar 0,3 hingga 0,5 gram per ton (g/t).

Direktur Utama PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, menjelaskan bahwa penemuan di Kolokoa merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperkuat masa depan Tambang Emas Pani. 

"Lokasinya yang sangat dekat dengan infrastruktur yang sudah ada memungkinkan kami melakukan efisiensi tinggi dalam operasional dan pengangkutan material," ujar Boyke dalam keterangan resminya, Rabu (17/4/2026).

Dampak dari temuan ini tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga diproyeksikan memberi nilai tambah bagi perekonomian daerah di Kabupaten Pohuwato melalui perpanjangan masa operasional tambang. 

Dengan potensi umur tambang yang lebih lama, keberlangsungan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja lokal di wilayah Sulawesi dapat terjaga untuk jangka panjang.

Secara teknis, hasil pengeboran dari 30 lubang bor menunjukkan adanya kadar emas hingga 1,57 g/t di dekat permukaan. 

Pengujian di laboratorium juga membuktikan bahwa emas dari Kolokoa sangat mudah diolah, dengan tingkat pemulihan mencapai 94% untuk material tertentu. 

Hal ini menandakan bahwa bijih dari lokasi baru tersebut sangat cocok dengan fasilitas pengolahan yang sudah beroperasi di Pani saat ini.

Hingga akhir 2026, manajemen berencana menuntaskan total 82 lubang bor untuk mempertajam estimasi jumlah sumber daya mineral. 

Langkah ini menjadi bagian dari ambisi besar perseroan untuk mencapai puncak produksi hingga 500.000 ounces emas per tahun melalui integrasi penuh fasilitas tambang di masa depan.

Sejak mulai berproduksi pada Februari 2026, Tambang Emas Pani sendiri telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia. 

Adanya tambahan dari satelit Kolokoa ini memperkuat komitmen perusahaan dalam memperluas basis sumber daya secara berkelanjutan.

Editor :