ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Senator Lia Istifhama Sebut Mujahadah Kubro Satu Abad NU adalah Momentum Spiritual Refleksi Perjalanan Panjang NU

avatar Diday Rosadi
  • URL berhasil dicopy
Senator Lia Istifhama hadir dalam Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang. foto: dok/B59.
Senator Lia Istifhama hadir dalam Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang. foto: dok/B59.

KOTA MALANG – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyampaikan apresiasi atas pernyataan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menegaskan kontribusi besar Nahdlatul Ulama dalam membangun peradaban bangsa Indonesia, selama satu abad perjalanan organisasi tersebut.

Apresiasi tersebut disampaikan Lia Istifhama usai menghadiri Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Ahad (8/2/2026). 

Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menyebut Mujahadah Kubro adalah momentum spiritual yang menjadi refleksi perjalanan panjang NU dalam mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia menuturkan bahwa kiprah NU tidak hanya berfokus pada dakwah keagamaan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berbasis pesantren yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa.

Dalam pandangan Lia Istifhama, semangat moderasi beragama yang terus dijaga NU menjadi kekuatan penting dalam merawat harmoni sosial di Indonesia. 

Ning Lia menilai NU berhasil menanamkan nilai keislaman yang inklusif serta mampu merangkul berbagai elemen masyarakat tanpa meninggalkan akar tradisi.

Lia menambahkan bahwa NU telah membuktikan diri sebagai organisasi yang mampu menjaga keseimbangan antara tradisi dan kemajuan zaman.

Ia menilai sikap terbuka NU terhadap perkembangan sosial dan teknologi menjadi modal penting dalam menjaga relevansi organisasi di era modern.

Harlah Satu Abad NU Jadi Momentum Melanjutkan Perjuangan Ulama
Peringatan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU yang mengacu pada kalender masehi dinilai sebagai momentum reflektif untuk melanjutkan perjuangan para pendiri organisasi. 

Lia Istifhama menegaskan bahwa perjalanan satu abad NU menjadi bukti nyata konsistensi organisasi dalam mengawal nilai kebangsaan dan keagamaan secara seimbang.

Ia berharap NU terus menjadi pilar moral sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun Indonesia yang damai dan berkeadaban.

Menurut Lia, keberlanjutan peran NU sangat penting dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Ia optimistis NU akan terus menjadi kekuatan pemersatu bangsa yang mampu menghadirkan nilai Islam rahmatan lil alamin dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Editor :