ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Cerita Cicit Kyai Raden Mas Su'ud tentang Sebuah Langgar Bersejarah di Situbondo

avatar Diday Rosadi
  • URL berhasil dicopy
Langgar bersejarah di sebuah tempat di Situbondo. foto: dok/ayojatim.
Langgar bersejarah di sebuah tempat di Situbondo. foto: dok/ayojatim.

SITUBONDO - Mungkin bangunan Kayu ini untuk saat ini akan disebut Orang sebagai LANGGAR atau MUSHOLLA.

Pada Tahun 1825 alias 201 Tahun lalu MUSHOLLA ini adalah MASJID sebuah Pesantren di Desa Kayuputih Situbondo.

Masjid Pesantran Kyai Raden Mas Su'ud.
Kyai Ahli Teologi dan Kanuragan.
Kyai Ahli Tauhid. Kyai Pengislam Situbondo.

Cerita tentang Beliau hari ini masih memiliki bukti;
° Selain Nisan Makamnya yg diakui sbg Nisan ala Ulama Pamekasan dan Sumenep.
° Masih ada Masjidnya yg tersisa.
° Tentu juga ada Keturunannya yg masih bermimpi mendirikan kembali Warisan Masjidnya menjadi Jutaan Masjid di Dunia.

Keturunan Kyai Mas Su'ud sudah ribuan, hanya Satu yg dianggap aneh karena berhasil menikah di banyak Negara. Ia adalah HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau akrab disapa Gus Lilur.

Cicit Kyai Raden Mas Su'ud yang berhasil menikahi banyak wanita di banyak Negara itu juga melangitkan mimpinya utk membangun banyak Masjid di banyak negara.

Dia menghibur dirinya dengan Kisah Kyai Sholeh Darat Semarang;

Kyai yang menjadi Guru Pendiri Muhammadiyah dan Guru Pendiri NU, namun Pesantrennya tidak lestari bersambung ke anak cucunya.

Pesantren Kyai Raden Mas Su'ud memang tinggal cerita, cerita faktual yg dibuktikan lewat artefak sejarah berupa Masjid yg masih kokoh berdiri setelah 201 tahun.

"Kyai Raden Mas Su'ud adalah Trah ke-4 Raden Azhar Wongsodirejo alias Bhujuk Sèda Bulangan bin Raden Wiro Menggolo Raja Sumenep," tutur pengusaha nasional asal Situbondo tersebut.

Konon, di Masjid Kayu itu banyak tinggal Bangsa Jin murid-murid Kyai Mas Su'ud. Konon Jin-jin itu menunggu Kyai Besar yg akan mengganti dan menjadi Penerus Pesantren Kyai Mas Su'ud," ujar pengusaha nasional asal Situbondo tersebut

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, Cicit Kyai Mas Su'ud ingin berdiri di atas kakinya sendiri, melepas cerita tentang leluhurnya dan memilih membumikan DABATUKA dan menjadi BAKIRA tanpa bayang-bayang Eyangnya.

"DABATUKA, Demi Allah !!!
Bumi Aku Taklukkan untuk Kemanusiaan. BAKIRA
Bandar Kyai Nusantara. Bagi Cicit Kyai Mas Su'ud, terlalu sempit panggung yg ditinggalkan Kyai Mas Su'ud," tegas Gus Lilur.

Baginya, penaklukan dunia dan menjadi Bandar Kyai Nusantara jauh lebih menantang dari sekedar mendirikan Pesantren.

Cicit Kyai Mas Su'ud ini berpendapat, mendirikan sejuta Masjid di dunia lebih dahsyat dari sekedar meneruskan pesantren Kyai Mas Su'ud, bahkan Dia berharap dirinya mampu membangun 5.000 Pesantren di Dunia bukan hanya 1 Pesantren di Situbondo.

Menurutnya, malu berhasil menikah di banyak Negara namun gagal membangun banyak Masjid di Negara-negara tersebut.

"Saya meyakini mampu membangun mimpi, karena mimpi saya berdiri di atas pondasi kepemilikan lebih dari 1.000 tambang berbagai jenis di Indonesia," pungkasnya.

Editor :