Jejak Lailatul Qadar: Mengungkap Tanda-Tanda Malam Seribu Bulan

Malam Lailatul Qadar, malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan. Foto/ilustrasi-AI
Malam Lailatul Qadar, malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan. Foto/ilustrasi-AI

SURABAYA - Bulan Ramadhan menjadi momentum bagi umat islam untuk meningkatkan intensitas ibadah. Apalagi, ada malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, yang selalu diburu oleh kaum muslim di seluruh dunia, terutama di sepuluh terakhir Ramadhan.

Lailatul Qadar memang tidak pernah dijelaskan secara detail dan menjadi misteri. Berbagai pendapat bermunculan mengenai tanda-tanda Lailatul Qadar. Meskipun tidak ada kepastian pasti, usaha kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan suci ini akan selalu mendapat balasan yang baik.

Mengacu pada hadits Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan beberapa indikasi berdasarkan tanda alam. Berikut beberapa tanda dikutip dari berbagai sumber.

Cuaca yang tenang, Langit cerah dan bintang bersinar terang

Merujuk pada hadist Nabi Muhammad, saat malam Lailatul Qodar, tanda alam yang bisa dilihat diantaranya adalah langit pada malam tersebut akan terlihat lebih cerah dan bintang-bintangnya bersinar terang. Namun, tanda ini bersifat subjektif dan tidak selalu terjadi. Dan saat jika saat itu bulan purnama, bulan purnama bersinar terang. Bahkan, dalam sebuah riwayat hadist juga menyebutkan bahwa saat bulan purnama, bulan akan bersinar lebih terang pada malam Lailatul Qadar. Cahayanya juga terasa lebih lembut dan menenangkan.

Matahari terbit berwarna putih dan redup

Sebuah hadits juga menyebutkan bahwasanya, pada pagi hari setelah Lailatul Qadar, matahari akan terbit dengan warna putih dan redup, tanpa memancarkan sinar yang menyilaukan.

Suasana damai dan tenang

Malam Lailatul Qadar diyakini membawa suasana yang penuh ketenangan dan kedamaian bagi orang-orang yang beruntung mendapatkannya. Hati yang terasa lapang, beban terasa ringan, dan semua kekhawatiran seakan sirna.

Namun, karena tidak dijelaskan secara eksplisit, penting untuk diingat bahwa tanda-tanda tersebut tidak selalu muncul secara bersamaan dan bisa berbeda persepsinya bagi setiap individu. Yang terpenting adalah meningkatkan ketaqwaan dan memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan, khususnya di sepuluh hari terakhir. 

Editor : Alim Perdana