Melalui Proses Ketat, Fajrin Nitipraja Terpilih Ketua Labelers Indonesia Periode 2024-2027.

Fajrin Nitipraja Terpilih Ketua Labelers Indonesia Periode 2024-2027. Foto/IG Fajrin Nitipraja
Fajrin Nitipraja Terpilih Ketua Labelers Indonesia Periode 2024-2027. Foto/IG Fajrin Nitipraja

SURABAYA - Dalam Musyawarah Nasional (Munas) Labelers Indonesia yang digelar di Jakarta pada 25 September 2024 lalu, Fajrin Nitipraja resmi terpilih sebagai Ketua Labelers Indonesia untuk periode 2024-2027.

Labelers Indonesia merupakan organisasi yang menaungi para pekerja promosi industri musik di Indonesia.

Organisasi ini juga beranggotakan para profesional di dunia musik, mulai dari manajer, promotor, hingga pemilik label yang mendukung perjalanan karier band, penyanyi, dan pekerja hiburan lainnya di industri musik Tanah Air.

Pada Munas Labelers yang berlangsung sengit, beberapa calon kuat bersaing untuk memperebutkan posisi ketua. Nama-nama seperti DJ Stroo, King Agus Sukirno, Kidung Pratama, dan Tipot89 turut mencalonkan diri. Namun, setelah melalui proses pemilihan yang ketat, Fajrin Nitipraja berhasil meraih dukungan terbanyak dari puluhan anggota Labelers. Ini menunjukkan bahwa visinya dalam memajukan organisasi dan industri musik Indonesia mendapat kepercayaan penuh dari para anggotanya.

Fajrin, yang sebelumnya aktif sebagai promotion dan pelaku di Industri musik menyampaikan pentingnya peran Labelers dalam mendukung pertumbuhan industri musik di tengah persaingan yang semakin ketat.

"Sudah saatnya Labelers semakin berkembang dan berperan penting dalam ekosistem industri musik di Indonesia. Keberadaan Labelers menjadi semakin relevan dalam mendukung pertumbuhan dan keberlangsungan industri musik di tanah air,” ungkapnya.

Labelers Indonesia memiliki peran yang signifikan dalam memajukan industri musik di Indonesia. Para anggotanya merupakan orang-orang di balik layar yang berperan penting dalam mengelola dan mempromosikan karya-karya musisi, baik yang sudah dikenal luas maupun pendatang baru. Dengan adanya komunitas ini, diharapkan ekosistem industri musik Indonesia dapat semakin berkembang dan profesional.

Fajrin juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri musik di era digital ini. Menurut Fajrin, promosi musik kini harus lebih adaptif dan inovatif. Perubahan cepat dalam tren digital menuntut strategi promosi yang selalu up-to-date.

“Kegiatan promosi di era digital saat ini semakin dinamis dan cepat. Strategi promosi harus terus diperbarui untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. Ini menekankan pentingnya adaptasi dan inovasi dalam metode promosi untuk mencapai audiens yang lebih luas,” lanjutnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memajukan industri musik Indonesia. Fajrin berharap Labelers dapat menjadi jembatan antara musisi, label, dan platform digital, sehingga musik Indonesia dapat lebih mudah diakses dan dinikmati oleh masyarakat luas.

“Kolaborasi adalah kunci. Kita harus menjalin hubungan baik dengan semua pihak, dari musisi hingga platform digital, agar musik kita bisa lebih berkembang dan dikenal di pasar internasional,” imbuhnya.

Sebagai penutup, Fajrin mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh para anggota Labelers. Ia berjanji akan bekerja keras untuk membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik dan memberikan kontribusi nyata bagi industri musik Indonesia.

"Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Mari kita bersama-sama membangun Labelers Indonesia menjadi organisasi yang lebih kuat dan berpengaruh di industri musik,” pungkasnya.

Editor : Redaksi