BANGKALAN – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus mematangkan langkah menuju kampus mandiri dan berkelanjutan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Pimpinan (Rapim) yang digelar di Fakultas Keislaman UTM dan dipimpin langsung oleh Rektor UTM, Prof. Safi, S.H., M.H.
Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas secara komprehensif. Mulai dari SMPBB, Sirena, MyUTM, informasi SBSN, Organisasi dan Tata Kerja (OTK), kebijakan pencairan Tunjangan Kinerja (Tukin), hingga Rencana Strategis dan Kinerja Perguruan Tinggi (RSKP).
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah optimalisasi anggaran promosi hingga 20 persen di masing-masing fakultas. Kebijakan ini diproyeksikan untuk memperkuat daya saing institusi serta memperluas jangkauan penerimaan mahasiswa baru.
Rektor UTM, Prof. Safi, menegaskan bahwa strategi promosi harus dikelola secara terarah dan terukur agar berdampak signifikan terhadap peningkatan kepercayaan publik.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Keislaman UTM, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.EI., menyampaikan progres program kerja tahun 2026 sekaligus mengusulkan pembentukan Bank Sampah Syariah.
Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga diarahkan sebagai sumber generating income kampus yang berbasis prinsip ekonomi syariah.
“Bank Sampah Syariah ini kami rancang sebagai model pengelolaan sampah yang produktif, transparan, dan sesuai prinsip syariah. Selain berpotensi menjadi sumber pendapatan alternatif bagi kampus, program ini juga menjadi media edukasi kepedulian lingkungan yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam,” jelas Dr. Abdur Rohman, Selasa (10/2/2026).
Dr. Abdur Rohman menambahkan, Bagas konsep tersebut sejalan dengan visi Fakultas Keislaman dalam mengintegrasikan aspek akademik, sosial, dan spiritual dalam kehidupan kampus.
Usulan pembentukan Bank Sampah Syariah, juga mendapat respon positif dari Rektor UTM dan meminta Wakil Rektor II untuk segera memproses secara teknis agar program tersebut dapat direalisasikan dalam bentuk kebijakan dan implementasi konkret.
Inovasi tersebut memang harus di dukung karena akan berdampak pada kemandirian institusi, juga diharapkan kedepan mampu memberi kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan.
Melalui Rapat Pimpinan ini, UTM kembali menegaskan komitmennya menghadirkan kebijakan yang tidak hanya memperkuat tata kelola institusi, tetapi juga membawa kemaslahatan dan nilai edukatif bagi sivitas akademika. Spirit rahmatan lil alamin menjadi landasan dalam setiap langkah pengembangan kampus.
Rapim ditutup dengan harapan agar seluruh program yang dirumuskan dapat berjalan optimal dan membawa keberkahan bagi UTM serta masyarakat luas.
Editor : Amal Jaelani