SOLO - Perjalanan cinta seorang Chef Didi pada dunia kuliner dimulai dari akar yang sederhana, yaitu Opor Ayam, yang menjadi hidangan favorit masa kecilnya. Hal ini pula yang telah menginspirasi dirinya dalam berkreasi dan menjadi seorang Chef profesional seperti sekarang.
Pria kelahiran Jakarta ini menemukan kecintaannya pada memasak di tahun 2000 lalu. Menu pertamanya waktu itu adalah kentang tumbuk, alias mashed potatoes. Dan tak butuh waktu lama, setelah debut karirnya di dunia kuliner, seorang langsung masuk dalam 10 finalis terbaik dalam ajang kompetisi memasak “Chef of The Year 2012” yang diselenggarakan oleh Unilever Food Solutions.
Chef Didi menyadari bahwa memasak bukan sekedar profesi, tetapi juga sebuah panggilan yang membutuhkan komitmen emosional, pemikiran imajinatif, dan kreativitas tinggi. Dirinya selalu merasa terinspirasi oleh kompleksitas dan kreativitas yang dibutuhkan dalam seni kuliner.
Seiring berjalannya waktu, dirinya terus didorong oleh keyakinan bahwa menjadi seorang chef memerlukan kombinasi keterampilan seperti dedikasi, manajemen, dan kreativitas. Chef Didi memulai karir kulinernya di salah satu hotel bintang 5 prestisius di Jakarta.
Cita rasa dan tekniknya pun akhirnya semakin meningkat. Dan kini ia lebih memilih membuat olahan laut yang memerlukan ketelitian dalam penanganan bahan. Pengalaman awal ini memberikan landasan yang kuat untuk kesuksesannya di kemudian hari.
Salah satu pengalaman paling berkesan dalam karirnya adalah kesempatan untuk bekerja di berbagai kota dan negara, seperti Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, hingga Jerman dan Dubai. Karena menurutnya, dengan berbagai pengalaman tersebu, akan memungkinkannya untuk memperluas wawasan kuliner dan memasukkan ragam pengaruh berbeda ke dalam masakannya.
Hal tersebut yang akhirnya dengan sangat istimewa juga membawanya menempati sebuah jabatan di Alila Solo. Hotel bitang lima ini menawarkan lokasi baru dan pengalaman baru bagi Chef Didi yang akan diharapkan untuk terus memperkaya khasanah kulinernya.
Dengan penuh semangat Chef Didi menjalankan perannya di Alila Solo, dengan penuh berkomitmen untuk memajukan masakan warisan sebagai inti dari sajian yang disuguhkan di hotel. Dia pun begitu percaya dan konsisten untuk terus menghormati cita rasa tradisional, namun juga sembari menggabungkannya dengan teknik dan presentasi modern. Alila Solo memungkinkannya untuk menghormati tradisi sekaligus mendorong inovasi. Sebuah area di mana masakan tradisional dapat dijelajahi dan dikembangkan guna menciptakan pengalaman bersantap yang unik.
Chef Didi berkeinginan menjadikan Alila Solo sebagai pionir keunggulan kuliner yang dikenal dengan komitmennya dalam melestarikan dan merayakan kekayaan tradisi kuliner Indonesia.
"Kedepannya, saya berharap bisa menghadirkan cita rasa masakan dari seluruh Indonesia, hingga seluruh dunia, ke meja Alila Solo," ungkapnya.
Salah satu rencana besarnya adalah untuk mewujudkannya dengan program pertukaran chef dari berbagai properti Hyatt ke Alila Solo.
Chef Didi juga selalu memberikan tantangan penuh semangat kepada tim Alila Solo. Bahkan secara terbuka ia menggarisbawahi tekadnya dengan semua tim dibawahnya, untuk terus berinovasi dan mendobrak batasan. Ia terus memberikan inspirasi timnya untuk mengupayakan yang terbaik dalam setiap hidangan yang mereka buat.
"Catch me if you can!," pungkasnya.
Editor : Amal Jaelani